Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Prat 46


__ADS_3

Dia melihat Tiara yang tidur di dekat nya. Namun tiba-tiba seseorang masuk membuka pintu. Mile dengan cepat membuat jari telunjuk di bibir nya.


"Ssstt!!" Mile meminta dokter tersebut untuk diam.


Dokter mengerti karena melihat Tiara tidur.


"Akhirnya Bapak bangun." ucap dokter itu namun Mile meminta dokter itu diam lagi.


Bahkan Mile meminta nya untuk keluar. Dokter harus menuruti keunggulan Mile, akhirnya dia pun keluar.


Mile mengangkat tangan nya mau mengelus rambut Tiara namun tidak jadi.


Dia mengingat saat Tiara melarang nya pergi, namun dia tidak mendengar kan permintaan Tiara.


Tiara terbangun. Mile langsung pura-pura tidur.


"Dia belum juga bangun?" batin Tiara. Dia memegang tangan Mile.


"Mile bangun dong, Jangan membuat ku cemas seperti ini." ucap Tiara. "Kalau kamu tidak bangun aku tidak akan bisa tenang." ucap Tiara lagi.


Tiba-tiba Mile langsung bangun.


"Kamu sudah bangun? Alhamdulillah." ucap Tiara sangat senang langsung memeluk Mile.


Mile kaget dengan pelukan Tiara, namun dia tidak bisa menolak. "Aku sudah bilang jangan pergi, aku sudah cemas dari awal." ucap Tiara.


"Kamu sama sekali tidak mendengarkan ku, bagaimana kalau kamu mati gara-gara penjahat itu? untung saja kamu masih bisa hidup sampai sekarang." ucap Tiara.


Dia melepaskan pelukannya dari Mile.


"Ka!!" tiba-tiba perut nya sakit kalau dia mau berbicara. Tiara memegang perut Mile.


"Jangan berbicara dulu, ini pasti sangat sakit." ucap Tiara.


"Kalau saya tau ini akan terjadi saya tidak akan pergi." ucap Mile dengan pelan.


Tiara memberikan Mile minum. "Bagaimana keadaan papah?" tanya Mile.


"Bisa-bisa nya kamu bertanya keadaan Papah, sementara keadaan kamu seperti ini." ucap Tiara.


"Papah baik-baik saja, mereka semua mempunyai kegiatan masing-masing itu sebab nya mereka tidak ada di sini, dan yang di ijinkan masuk hanya satu orang." ucap Tiara.


Mile menatap wajah Tiara.

__ADS_1


"Apakah ini sangat sakit? Bagaimana bisa penjahat itu menembak Kamu?" tanya Tiara.


"Saya pernah pergi ke peramal. Dia bilang saya tidak akan mati dengan senjata apapun kecuali meriam." ucap Mile.


"Huff iyalah tuh. Hidup bukan di tangan peramal melainkan di tangan Tuhan." ucap Tiara.


Tiara menatap terus luka Mile yang di bungkus oleh perban.


"Terimakasih yah sudah mengkhawatirkan saya." ucap Mile. Tiara terdiam dia menatap Mile cukup lama.


"Aku hanya tidak ingin suami ku meninggal di saat aku sedang hamil." ucap Tiara. Mile diam.


"Kamu sudah makan? Apa kamu tidak ada istirahat? Wajah kamu sangat pucat." ucap Mile.


"Jangan mengkhawatirkan aku, khawatir diri kamu sendiri." ucap Tiara. "Janin yang ada di kandungan kamu adalah hidup saya." ucap Mile.


Tiara langsung diam.


"Aku tidak berselera makan." jawab Tiara.


"Sekarang saya tidak apa-apa, saya tidak Akan mati. Tidak perlu khawatir lagi." ucap Mile. Tiara menunduk.


Tidak pernah sebelumnya dia se khawatir ini bahkan tidak bisa tidur dan tidak bisa makan karena seseorang.


Namun kali ini dia sangat memperdulikan pria yang menjadi suami nya itu.


"Kamu harus memikirkan Anak yang di dalam perut kamu." ucap Mile. Tiara melepas kan tangan Mile.


"Aku tidak mau keluar." ucap Tiara. Mile berfikir sejenak dia pun meminta supir membeli apa yang mau di makan oleh Tiara.


Tidak beberapa lama akhirnya datang juga Makanan yang di mau Tiara.


"Aku suapin kamu dulu." ucap Tiara. Namun Mile menggeleng kan kepala nya.


"Saya bukan anak kecil, saya bisa melakukan nya sendiri." ucap Mile.


Tiara membuat nasi di meja khusus untuk orang sakit. Dan benar saja Mile bisa Makan sendiri walaupun kelihatan nya berantakan namun berusaha untuk bisa.


Mereka Makan berdua. Mile melihat Tiara lahap Makan dia juga jadi lahap Makan. Setelah selesai makan Tiara minum obat, begitu juga dengan Mile.


"Kamu istirahat lah." ucap Tiara.


"Kamu mau kemana?" tanya Mile.

__ADS_1


"Aku mau pulang. ada Papah di luar mau gantiin aku." ucap Tiara. Mile menahan tangan Tiara.


"Tetap lah di sini. Kamu bisa istirahat di sofa besar itu." ucap Mile. "Aku tidak nyaman dengan bau rumah sakit, kepala ku sangat pusing aku tidak bisa menyesuaikan diri." ucap Tiara.


"Kita bisa mengubah Pewangi nya." ucap Mile.


Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Besok aku ke sini lagi." ucap Tiara. Dia pun akhirnya pergi meninggalkan suami nya.


"Pah aku langsung pulang yah." ucap Tiara.


"Loh kok langsung pulang sih nak?" tanya buk Vina.


"Tiba-tiba badan aku capek mah." ucap Tiara.


"Itu biasa saat hamil muda, kalau begitu kamu di anterin Roy saja." ucap buk Vina.


"Tapi Mah." "Sudah tidak apa-apa, bukan nya kalian sudah saling dekat." ucap buk Vina pada Tiara yang mau menolak tadi nya.


Dan akhirnya mereka pulang berdua.


"Kenapa akhir-akhir ini kamu tidak membalas pesan ku lagi?" tanya Roy pada Tiara.


"Aku rasa hubungan kita sudah salah. Kita hanya lah Adik ipar dan kakak ipar." ucap Tiara. "Kenapa kamu berbicara seperti itu? Apa kamu sudah mulai menyukai kak Mile?" tanya Roy.


Tiara menatap Roy.


"Aku sedang tidak mau membahas apapun, aku ingin melupakan hubungan kita." ucap Tiara.


"Tapi aku tidak bisa Tiara, aku sudah terlanjur menyukai kamu." ucap Roy. "Hentikan Roy, ini mungkin hanya rasa penasaran kamu saja. Aku sudah hamil mana mungkin Kamu mau Sama aku." ucap Tiara.


"Aku tidak perduli kamu hamil atau tidak, aku menyukai kamu, dan ini bukan sekedar rasa penasaran tapi ini adalah cinta." ucap Roy.


"Kamu juga mencintai aku kan? Kamu jangan berbohong." ucap Roy. "Aku hanya bermain-main saja Roy, jangan menganggap nya serius." ucap Tiara.


"Aku tidak akan menyerah Tiara, kamu akan jadi milik ku suatu saat nanti." ucap Roy. "Jangan menjadikan ini perdebatan kamu dengan Saudara kamu sendiri Roy." ucap Tiara.


"Aku tidak perduli, aku mencintai kamu, dan aku tau Kalian tidak saling mencintai, dan janin kamu adalah paksa ane dia kan?" ucap Roy.


"Turun kan aku di sini! Turun kan aku!" ucap Tiara. Namun Roy tidak mau, dia langsung membuka pintu.


"Berhenti gak! Kalau tau berhenti aku akan lompat!" ancam Tiara. "Baik-baik lah, jangan melakukan itu." ucap Roy, dia minggir Tiara Pun langsung keluar.

__ADS_1


"Tiara! Tiara tunggu Dulu." ucap Roy mengejar Tiara, namun Tiara sudah langsung masuk ke dalam Taksi. Roy menghela nafas kasar.


Tidak beberapa lama akhirnya Tiara sampai di rumah. Dia kaget melihat Alisa sudah menunggu nya dari tadi di depan rumah nya.


__ADS_2