Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 65


__ADS_3

Satu Minggu kemudian...


"Wahh bunga nya sudah mulai tumbuh." ucap Tiara melihat bunga matahari yang di tanam nya berjejer.


Dia menyiram nya sambil tersenyum dan bernyanyi.


"Seperti nya kamu sangat bahagia ketika saya tidak ada."


Tiba-tiba Tiara menoleh ke belakang Karena mendengar Suara Mile.


Namun ternyata tidak ada. Dia hanya halusinasi mendengar Suara Mile. Dia menghela nafas panjang.


"Justru dia yang bahagia tidak melihat ku Tiap hari." batin Tiara.


"Non Ayo sarapan dulu." ajak Bibik.


"Iyah Bik, tunggu dulu." ucap Tiara.


"Hari ini Tiara bangun cepat karena mau menyiram bunga-bunga nya yang kemarin di taman.


Tiara pun ikut bergabung di meja makan.


"Sudah satu Minggu Mile tak kunjung pulang. Apa dia ada memberikan kabar pada Kalian?" tanya Tiara pada Keponakan nya.


"Tidak ada Tante." jawab Lena.


"Tante kangen yah?" tanya Vandi. "Tante sangat khawatir dia kenapa-kenapa saat di luar." ucap Tiara.


"Om Mile adalah orang yang hebat, dia akan pulang dengan keadaan selamat." ucap Riska dengan santai. Tiara pun mengangguk mengerti.


Mereka pergi seperti biasa Tiara tinggal di rumah. Namun hari ini dia memutuskan untuk keluar bersama Teman-teman nya.


Tiara ke kamar untuk siap-siap, dia akan memakai sepatu yang di berikan oleh Roy.


"Non Tiara mau kemana?" tanya Bibik.


"Saya ada janji di luar hari ini bik, jadi saya akan keluar." ucap Tiara. Bibik terdiam sejenak.


"Bibik jangan khawatir, pengawal pasti ikut menjaga ku." ucap Tiara. Tiara pun pergi meninggalkan Bibik Ja.


Semenjak Tiara pergi Bibik Ja tidak berhenti khawatir dia tidak bisa tenang sama sekali.

__ADS_1


Tiara bertemu teman-teman nya di sebuah hotel. Mereka ingin Makan di sana dulu. Setelah itu mereka merencanakan nongkrong di Bar milik teman mereka yang baru saja buka, namun sebelum ke sana mereka ingin happy-happy dulu belanja di mall.


Namun saat jalan-jalan di Pinggang Tiara tiba-tiba pegal.


"Kamu kenapa Tiara?" tanya Via.


"Pinggang ku tiba-tiba sakit, kaki ku juga mudah lelah apa karena Heels nya ketinggian." ucap Tiara.


"Ya udah duduk saja dulu." ucap Via, teman Tiara.


Mereka membantu membeli Sendal jepit untuk Tiara. Namun di sekitar situ tidak ada Sendal jepit.


"Di sekitar sini gak ada Sendal jepit Tiara, bagaimana dong? tukaran sama aku aja bagaimana?" tanya teman wanita yang lain nya.


"Heels kita hampir sama." ucap Tiara. Namun tiba-tiba pria datang membawa sendal jepit dan menukar dengan heels Tiara.


Dia membuka heels itu dari kaki Tiara memasang kan Sendal jepit.


"Mile!" ucap Tiara kaget, semua teman-teman nya juga kaget. Mereka sampai menjauh dari Tiara.


"Kalau barang mahal yang tidak bisa di pakai dengan nyaman lebih baik membuang nya." ucap Mile langsung memasukkan nya ke tong sampah.


Namun Mile menahan tangan Tiara.


"Berapa kali saya bilang sama kamu agar tidak berurusan dengan Roy! Barang yang di berikan oleh nya juga tidak boleh kamu terima!" ucap Mile.


Tiara melihat teman-teman nya.


"Sebaiknya kalian pergi saja, tinggal kan dia dengan saya di sini." ucap Mile pada teman-teman Tiara.


"Kalian duluan saja, nanti aku nyusul." ucap Tiara.


"Kamu yakin gak apa-apa Tiara?" tanya Via.


"Gak apa-apa kok, kalian pergi lah, terimakasih sudah mau membantu ku tadi." ucap Tiara.


Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan Tiara.


Tiba-tiba Tiara menepis tangan Mile yang memegang lengan nya.


"Siapa yang mengijinkan kamu keluar? Saya tidak mengijinkan kamu keluar." ucap Mile menatap Tiara dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Tiara menjauh dari Mile. "Aku Bosan di rumah, aku baru saja keluar agar aku tidak terlalu pusing." ucap Tiara.


"Saya sudah bilang jangan keluar Tampa seijin saya." ucap Mile. Tiara duduk kembali karena kaki nya sakit.


"Aku Bosan di rumah! Kamu paham gak sih, aku tidak biasa di kurung seperti itu." ucap Tiara.


"Tapi kamu membahayakan diri kamu sendiri seperti ini." ucap Mile. "Aku tau kamu hanya mengkhawatirkan janin yang di dalam perut ku, namun aku juga butuh perhatian, Aku juga butuh pengertian dan juga aku tidak ingin stres di rumah saja. Kamu tidak perlu memarahi ku seperti ini karena percuma saja karena aku tidak Akan mendengar kan nya." ucap Tiara.


"Apa yang kamu sudah berani menentang saya?" ucap Mile.


"Bukan nya aku tidak berani, namun aku masih mau menghargai perintah kamu sebagai suami aku. Namun kamu sama sekali tidak mengerti aku." ucap Tiara.


"Kamu Ijin sama ku dua hari tapi kamu pergi satu Minggu lebih tampa memberi kan kabar sama sekali. Kamu tidak tau aku khawatir, aku tidak bisa tidur memikirkan kamu di sana. Kamu tidak Akan perduli dengan itu." ucap Tiara.


Mile terdiam.


"Saya selalu berfikir dengan kata-kata kamu Akan pulang dua hari, kalau tidak pulang sesuatu terjadi. Aku tidak bisa tidur dan makan." ucap Tiara.


Mile tidak menjawab apapun dia jongkok di depan Tiara. Dia memijat kaki Tiara, namun Tiara langsung berdiri.


"Aku ingin menyusul teman ku. Jangan khawatir kan Aku." ucap. Tiara langsung pergi begitu saja tidak lupa mengambil heals nya juga.


Mile duduk dia mengeluarkan ponsel nya yang sama sekali belum di buka nya setelah sampai di Jakarta.


Mile bisa sampai di mall Karena Bibik mengatakan kalau Tiara pergi sama teman-teman nya, baru saja sampai di rumah dia langsung menyusul istri nya.


Sudah mulai dari hotel Mile mengikuti mereka sampai ke mall juga. Dia seakan tau kalau kaki Tiara Akan sakit karena heals itu, dia sengaja membawa sendal jepit dari lantai satu mall itu karena di lantai atas mungkin sudah tidak ada lagi yang jual.


Di Malam hari nya Mile membaca buku di ruang tamu. Tiara baru saja pulang tepat jam delapan malam.


"Assalamualaikum Bik." ucap Tiara. Namun yang pertama di lihat nya adalah Vandi dan juga Mile yang duduk di ruang tamu Sibuk dengan buku.


Mile menoleh ke arah Tiara.


"Walaikumsalam." jawab mereka berdua bersamaan.


"Maaf aku pulang telat." ucap Tiara. Mile hanya diam saja dia kembali fokus pada buku nya. Tiara merasa mile tidak perduli dia pun naik ke atas. Mile mencuri pandang untuk melihat istri nya.


"Om Mile kenapa sih Cuek banget sama Tante Tiara? Om harus tau kalau Tante Tiara sangat khawatir tentang keadaan Om di sana. Satu hari saja dia bertanya Lima kali tentang Om. Len om Mile ada gak mengabari kamu? Kalian semua ada dapat kabar dari Mile?" ucap Vandi.


"Dan bahkan Tante Tiara tidak bisa tidur dengan tenang." ucap Vandi.

__ADS_1


__ADS_2