Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 71


__ADS_3

Di malam hari nya Tiara baru saja keluar dari kamar mandi namun kaget melihat Mile sudah berbaring di kasur memejamkan mata nya.


"Kenapa dia sangat cepat tidur?" batin Tiara. karena melihat Mile sudah menukar pakaian nya.


Dia ikut juga berbaring di kasur. Tidak lupa membuat bantal di tengah.


"Aku tidak perduli walaupun kamu sudah pernah meniduri aku, tapi tetap saja aku tidak mau di apa-apain sama kamu." Batin Tiara.


Tiara menoleh ke arah Mile.


"Dia sungguh-sungguh tidur?" batin Tiara.


"Padahal aku mau mengajak nya melihat lampu-lampu yang di luar." ucap Tiara dengan kesal dia menarik selimut.


Mile bergeliat dia memeluk bantal guling yang di buat oleh Tiara. Dia bahkan lebih dekat dengan Tiara sekarang.


Tiara mendorong Mile agar jauh dari nya, namun Mile sangat berat sampai dia tidak sanggup untuk menggeser.


"Kamu geseran ke sana sedikit, aku gak mau dekat-dekat." ucap Tiara. Mile mengangkat tangan nya dan memeluk perut Tiara.


Seketika Tiara terdiam. Dia tidak berani bergerak.


Tidak ada pilihan lain dari pada Mile bangun akhirnya dia membelakangi Mile, namun Tangan Mile Masih di pinggang Tiara.


Tidak beberapa lama akhirnya Tiara tertidur. Mile perlahan membuka mata nya. Ternyata dia hanya pura-pura tidur, setelah memastikan Tiara tidur dia pun turun dari ranjang dia meninggal Tiara tidur di kasur.


Tengah malam Tiara terbangun. Dia tidak melihat Mile di samping nya namun karena mengantuk dia pun mengabaikan nya dan kembali tidur.


Keesokan harinya Tiara bangun. Dia melihat Cahaya yang melewati sela-sela Pintu kaca yang tidak di tutupi oleh gorden dengan sempurna, karena kurang di perhatikan oleh Tiara menutup nya.


Tiara tersenyum.


Dia memegang perut nya dan berjalan ke arah balkon. Membuka Gorden dan melihat pemandangan yang ternyata begitu indah dan juga sangat segar.


"Good morning Paris." ucap Tiara. Dia baru sadar kalau tidak melihat Mile, dia langsung turun ke bawah mencari keberadaan Suami nya.


"Mile! Mile!" panggil Tiara, namun tidak ada sautan sama sekali.


Tiara mencari di semua sudut-sudut bangunan itu namun tidak ada. Dia mencoba menelpon namun ponsel nya tidak aktif.

__ADS_1


Tiara seketika menjadi khawatir. Dia mau menelpon Tomi namun pulsa nya sudah habis.


"Ya ampun Mile kemana yah? Atau jangan-jangan dia meninggal kan aku di sini." ucap Tiara.


"Kenapa tuduhan kamu pada saya sangat buruk?" ucap Mile yang baru saja datang dari luar.


Tiara langsung bertanya.


"Kamu dari mana saja? Kamu membuat aku khawatir tau gak Sih! Kamu jahat banget." ucap Tiara kesal. "Saya hanya olahraga bersama orang-orang di luaran sana, suasana di sini sangat fresh sehingga saya sangat bersemangat untuk Olahraga." ucap Mile.


"Kenapa kamu tidak bangunin aku? Apa kamu sengaja ninggalin aku?"


"Kamu lebih baik sadar kan diri dulu, mandi biar segar." ucap Mile.


"Aku gak mau, aku lagi kedinginan aku tidak msu mandi." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.


"Kalau begitu saya akan mandi. Kalau kamu tidak mandi kamu tidak akan ikut Saya." ucap Mile.


"Iyah-iyah aku mandi, tapi aku lapar, boleh makan dulu gak?" tanya Tiara.


"Di kulkas banyak makanan semacam roti dan juga meninuman sireal, kamu sarapan saja dengan itu." ucap Mile.


"Huff dasar Suami kulkas, tidak ada perhatian nya sama sekali. Dingin seperti Es batu." ucap Tiara.


"Aku minta tolong Tomi ah, dia pasti mau beliin." ucap Tiara, dia pun langsung menelpon Tomi.


Setelah Tomi menginyakan. Tiara menyempatkan mandi dulu, tidak mungkin bertemu dengan Tomi dengan penampilan yang acak-acakan.


Mile keheranan melihat Tiara buru-buru dandan, berpakaian bagus dan langsung turun ke bawah setelah mendengar bel. Mile melihat ternyata itu adalah Tomi.


"Kenapa kamu begitu cepat datang Tomi, kita sudah janji jam sepuluh, ini masih jam delapan." ucap Mile. "Oohh saya hanya mengantar makanan yang di mau Bu Tiara." ucap Tomi.


"Terimakasih banyak yah Tomi, kamu sangat baik Banget, gak seperti suami ku sendiri. Ini kelihatan nya enak'banget." ucap Tiara.


"Baik bu kalau begitu saya permisi." Tomi langsung pergi.


Mile duduk di depan Tiara.


"Kamu Akan menghabiskan makanan sebanyak ini?" tanya Mile. "Iyah, Emang nya Kenapa? Kamu mau?" ucap Tiara. Mile hanya diam saja.

__ADS_1


"Nih untuk kamu aku pesan, walaupun kamu jahat dan tidak perduli tapi aku tetap saja ingat, Ambil dan Makan. ini sudah sesuai sama selera kamu. Tidak terlalu pedas, tidak meleleh juga dan sedikit banyak rasa asin nya." ucap Tiara.


Mile pun ikut makan karena dia belum sarapan.


Setelah selesai mereka pun di jemput oleh Tomi.


"Kamu duduk di belakang saja, aku duduk di depan." ucap Tiara. Karena Tomi yang menyupir.


Mile menghela nafas panjang dia melihat istrinya masuk dia pun tidak bisa mengatakan apapun lagi.


Tempat yang mereka kunjungi pertama adalah menara Eiffel. Itu adalah salah satu tempat yang di sukai oleh Mile, dia lebih sering kesana jalan-jalan bersama teman nya.


Setelah sampai di sana Tiara turun. Dia sangat senang karena kebetulan pengunjung hanya sedikit jadi bebas.


Tomi mendekati Tiara yang berdiri di dekat pagar memandangi menara itu.


"Pakai ini Nona." ucap Tomi. Tiara tersenyum ketika Tomi memberi syal dan juga memanggil nona.


"Boleh minta tolong ambilkan gambar?" tanya Tiara. Tomi Mengangguk.


Mile yang tidak sengaja melihat mereka memasang wajah aneh, dia pun sedikit menjauh dari lokasi mereka. Dia lebih dekat ke sana. Dia duduk di salah satu Kursi.


Tomi tiba-tiba datang dan mengambil gambar.


"Berpose Pak, saya akan mengambil gambar untuk kenang-kenangan." ucap Tomi. Mile tersenyum tipis.


"Sini Coba aku lihat hasilnya." ucap Tiara pada Tomi. Mereka melihat berdua, Mile kembali fokus pada kamera nya sambil mengambil Angel yang bagus untuk hasil kamera nya.


"Aku juga mau dong di fotoin." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang ketika Tiara berdiri tepat di depan kamera nya.


"Bukan kah dengan Tomi lebih seru? Lebih baik kamu minta di foto oleh nya." ucap Mile dengan judes meninggalkan Tiara begitu saja.


Tiara mengikuti Mile.


"Aku haus, aku mau itu." ucap Tiara menunjuk penjual minum.


"Beli Saja sendiri." ucap Mile.


Tiara menahan tangan Mile.

__ADS_1


"Nanti kalau aku pingsan kehausan bagaimana?" tanya Tiara. Mile seakan tidak perduli dia tetap berjalan meninggalkan Tiara.


__ADS_2