
Tiba-tiba Kin melepaskan ciumannya karena nafas nya sudah terengah-engah. Kin Menatap Sisi yang sudah memejamkan mata nya namun tiba-tiba di buka oleh nya.
"Seperti nya ini adalah ciuman pertama kamu yah?" tanya Kin. Sisi malu tidak menjawab nya pipi nya sangat merah.
"Aku minta maaf tidak bisa hal seperti ini Tuan. Saya tidak pernah belajar sebelum nya." ucap Sisi.
"Kalau begitu saya akan mengajari kamu." ucap Kin
Kin mencium lembut bibir Sisi, membaringkan tubuhnya.
Setelah Sisi bisa membalas dengan sangat baik Kin tersenyum.
"Kamu suka?" tanya Kin. Sisi Menganguk.
"Saya tau kamu menginginkan ini Selama ini bukan?" ucap Kin. Sisi terdiam.
"Saya tidak bisa memberikan atau melakukan yang lebih dari ini, saya tidak akan mengulangi kesalahan saya yang sama." ucap Kin.
Sisi mendengar itu merasa kecewa sekali.
"Seperti nya tuan belum bisa melupakan wanita yang pertama kali dan terakhir Tuan tidurin." ucap Sisi.
"Kamu benar." ucap Kin. Sisi semakin kecewa sekali.
"Aku sangat mencintai Tuan. Aku mencintai Tuan." ucap Sisi. Kin kaget dia langsung duduk.
"Umur kamu dengan saya sangat Jauh, tidak mungkin kamu bisa suka pada pria jauh lebih tua." ucap Kin. "Tapi saya mencintai dan menyukai bapak sejak saya SMA." ucap Sisi.
"Jangan. kamu tidak boleh mencintai orang yang salah. Kamu jangan mencintai saya karena saya selalu ada untuk kamu. Itu Tidak akan ada artinya." ucap Kin.
"Tapi aku mencintai tuan karena itu dari hati ku. Aku sangat tulus dan juga sangat yakin." ucap Sisi. "Aku rela melakukan apapun untuk membuktikan perasaan ku sama tuan." ucap Sisi.
"Jangan konyol Sisi. Masih banyak pria lain yang lebih baik dan mencintai kamu di luar sana." ucap Kin.
"Tapi saya ingin tuan. Tuan yang membuat saya tidak ingin mengenal pria lain. Tuan melarang saya pacaran." ucap Sisi.
"Kalau itu yang membuat kamu sedikit tertekan saya tidak akan pernah melarang kamu lagi. Sekarang kamu bisa mencari pasangan yang sangat Coco dengan kamu." ucap Kin.
"Tuan tidak mau kepada saya karena saya anak pembantu? Karena saya adalah pelayan Tuan?" ucap Sisi.
__ADS_1
"Saya harus menjaga nama baik saya. Selain itu saya tidak mempunyai perasaan apapun kepada kamu." ucap Kin.
"Lalu selama ini kasih sayang dan juga ciuman tadi untuk apa?" ucap Sisi.
"Saya melakukan itu karena saya lagi tinggi. Kamu tidak pernah mau mengijinkan saya membawa wanita atau tidur dengan wanita mana pun. Saya pusing kalau tidak melampiaskan nya." ucap Kin.
Sisi menghela nafas panjang. "Kamu akan menemukan pria yang sangat baik. Jangan pernah membuang waktu kamu untuk mencintai saya." ucap Kin.
Sisi terdiam.
"Sudah ayo tidur." ucap Kin langsung berbaring di kasur Sisi.
Sisi meneteskan air mata nya.
"Tidur." ucap Kin menarik yang Sisi tidur di lengan nya.
"Saya sudah menganggap kamu seperti adik saya sendiri." ucap Kin. Tidak beberapa lama Kin tertidur.
Keesokan harinya...
Mile bangun lebih cepat. Dia bergeliat perlahan membuka mata nya dia melihat Bu Vina tidur di sofa.
"Kamu sudah bangun? Apa kamu mau minum." ucap Bu Vina. Dia memberikan Mile Air hangat. Bu Vina memeriksa suhu badan Mile.
"Syukur lah badan kamu sekarang sudah lebih baik." ucap Bu Vina. Mile menatap wajah Bu Vina.
"Kenapa kamu menatap Mamah seperti itu? kalau kamu tidak nyaman Mamah di sini, kamu tidak perlu menghiraukan nya." ucap Bu Vina.
"Saya ingin tau kenapa kau bisa mengambil Papah saya dari ibu kandung saya?" tanya Mile. "Kenapa kamu bertanya soal itu?" tanya Bu Vina.
"Jawab!" ucap Mile.
"Sebelum nya mamah dengan papah kamu berpacaran sebelum mamah dengan papah kamu menikah. Namun banyak keluarga yang tidak setuju dengan hubungan kami karena dulu Papah kamu bukan lah orang yang kaya." ucap Bu Vina.
"Dan saat itu Papah kamu menemukan perempuan kaya yaitu mamah kamu. Mereka menikah dan pada saat itu semua harta kekayaan kakek nenek kamu jatuh ke tangan orang kamu pada saat kamu di kandung." ucap Bu Vina.
"Seiiring nya berjalan waktu. Kami bertemu lagi saat kamu sudah lahir dan Mamah waktu itu belum menikah sama sekali karena sangat mencintai Papah kamu." ucap Bu Vina.
"Dan dari situ kalian mulai berhubungan dan bermain belakang?" ucap Mile, Bu Vina menunduk kan kepala nya.
__ADS_1
"Kami saling mencinta. Dan juga Mamah kamu tidak pernah memperdulikan Papah kamu. Dia hanya sibuk dengan dunia nya sendiri." ucap Bu Vina.
"Jangan menjelek-jelekkan Mamah saya seperti ini!" ucap Mile. Bu Vina meminta maaf.
"Apa kamu pernah merasakan kasih sayang dari ibu kandung kamu? Bahkan Kamu tidak pernah meminum ASI nya." ucap Bu Vina.
"Bohong, saya memang tidak ingat namun dia yang sudah melahirkan saya. awalnya keluarga ku baik-baik saja dan setelah kau datang semua nya berantakan." ucap Mile.
Bu Vina menghela nafas.
"Sudah berhenti membahas ini, semua ini adalah kesalahan mamah. Mamah minta maaf sama kamu." ucap Bu Vina.
"Saya bermimpi kalau Ibu kandung saya datang untuk bertemu dengan saya." ucap Mile.
"Mimpi?" ucap Bu Vina.
"Namun di mimpi itu ada sesuatu yang membuat saya sangat membenci dia, tidak percaya. Namun saya lupa dan tidak ingat." ucap Mile.
"Ini adalah pertanda kalau dia akan kembali mengganggu keluarga Minor." ucap Bu Vina.
Mile Heran apa yang di maksud oleh Bu Vina.
"Atau jangan-jangan yang menculik istri kamu adalah Mamah kamu." ucap Bu Vina."Tidak mungkin, dia pasti tidak melakukan itu." ucap Mile.
"Kita tidak tau, Tapi firasat Mamah mengatakan seperti itu." ucap Bu Vina.
"Bagaimana cara nya agar kita bisa melacak nya?" tanya Mile, karena Mamah nya tidak pernah menunjukkan diri.
"Kamu tidak akan pernah menemukan nya walaupun dia berkeliaran di sekitar kota ini." ucap Bu Vina.
"Kalau dia di sini, pasti saya sudah lama bertemu dengan nya." ucap Mile.
"Dia sudah merubah tampilan dan termasuk wajah nya." ucap Bu Vina.
"Maksudnya?" tanya Mile.
"Papah kamu adalah orang yang sangat kejam seperti yang kamu tau. Mamah kamu pernah berselingkuh dengan Ayah nya Kin sehingga dia marah besar. Dia melukai mamah kamu." ucap Bu Vina.
"Ini pasti hasutan dari Kau." ucap Mile. Bu Vina tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Saya tau itu semua dari salah satu sekretaris Papah kamu yang sudah meninggal." Bu Vina lagi.