Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
part 242


__ADS_3

Tiara menangis. Dia tidak berfikir kalau dia akan melihat hal yang sama sekali tidak dia Fikir kan sebelum nya.


"Aku bisa memeluk kamu? Apa aku bisa mengendong anak kita?" tanya Mile.


Tiara menoleh ke arah Mina.


"Aku bisa menjelaskan tentang dia, kamu jangan salah paham dulu." ucap Mile.


"Aku berfikir kalau kamu Akan setia sama aku, aku berfikir kalau kamu tidak akan semudah itu mencari pengganti ku, namun ternyata aku salah." ucap Tiara.


"Ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepalanya tidak percaya.


"Sebaiknya aku pergi dulu." ucap Mina.


"Dia bukan siapa-siapa ku, kamu jangan mengira aku bersama dengan dia." ucap Mile.


Tiara menatap wajah Mile. "Aku kembali untuk kamu, aku berfikir semua nya akan baik-baik saja, aku pikir kamu akan menunggu aku namun ternyata tidak." ucap Tiara.


Mile menatap Kin. "Ini semua karena kau!" ucap Mile menunjuk Kin. "Kau telah membohongi semua orang mengatakan kalau istri ku meninggal." ucap Mile.


"Itu tidak salah Kin, justru aku yang meminta itu." ucap Tiara.


"Menyelamatkan aku dari orang tua kamu adalah Kin, dan menyelematkan kamu dari tembakan adalah Kin. Bahkan yang membantu ku bisa kembali ke rumah ini dengan selamat bersama anak ku adalah Kin." ucap Tiara.


"Kamu meninggalkan aku di sini sendirian membahayakan aku dengan anak ku. Namun sekarang kamu bersama wanita lain. Kamu sangat jahat sekali Mile." ucap Tiara.


"Tiara aku sangat menyesali perbutan ku sebelum nya, aku minta maaf." ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang.


"Sudah tidak perlu di bahas lagi, ini semua kesalahan ku." ucap Tiara. "Seperti nya aku salah kembali ke rumah ini." ucap Tiara dia mau pergi namun Mile menahan nya.


"Saya mohon jangan pergi Tiara, saya sangat mencintai kamu, saya merindukan kamu, saya ingin mengendong anak kita." ucap Mile.


"Kamu sendiri yang mengatakan kalau ini bukan anak kamu. Aku tau kok itu, jadi tidak perlu kamu berusaha menganggap ini adalah anak kamu." ucap Tiara.


"Sebaiknya kamu menyelesaikan masalah kamu dengan suami kamu baik-baik Tiara. Kami akan membawa bayi ini jalan-jalan sebentar." ucap Kin Mengambil si bayi takut kenapa-napa.


Tiara menginyakan saja. Kin memberikan bayi itu kepada Sisi dan masuk ke dalam mobil.


Setelah mereka pergi Mile tiba-tiba berlutut di depan Tiara.

__ADS_1


"Saya minta maaf Tiara... saya menyesali perbutan saya." ucap Mile.


"Kamu sudah menemukan wanita baru hanya beberapa bulan aku di kabar kan meninggal, kamu sangat jahat." ucap Tiara.


Mile menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak bisa lama-lama di sini. Aku rasa tidak ada lagi kesempatan untuk kita bersama." ucap Tiara.


"Apa maksud kamu? Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Mile. "Aku rasa aku sudah tidak di anggap di Keluarga ini, aku juga sudah di nyatakan meninggal. Sebaiknya kamu mencari wanita yang benar-benar pilihan kamu sendiri." ucap Tiara.


Mile menggeleng kan kepala nya.


"Saya sudah sangat mencintai kamu Tiara, saya tidak akan bisa hidup tanpa kamu. Saya mohon jangan berbicara seperti ini." ucap Mile.


Tiara menatap suaminya.


"Tidak ada lagi tersisa cinta kamu untuk ku, aku tidak akan bisa bersama Pria yang terpaksa bersama ku." ucap Tiara.


Tiba-tiba Bu Vina dan Pak Daniel datang.


"Tiara.." ucap Bu Vina. Tiara menoleh ke arah mertua nya. Bu Vina langsung memeluk Tiara begitu erat.


"Ini kamu kan sayang? Ini benar-benar kamu kan?" ucap Bu Vina. Tiara menganguk.


Tiara menoleh ke arah Pak Daniel yang memerhatikan perut Tiara.


"Papah apa kabar?" tanya Tiara. Pak Daniel menatap wajah menantu nya itu. Tiba-tiba dia menangis.


"Maafin papah Tiara, Maafin papah." Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Justru aku yang minta maaf Pah." ucap Tiara. Tanpa segan-segan Tiara memeluk papah mertua nya karena terlihat sangat sedih.


Bu Vina juga ikut berpelukan.


"Kamu tau betapa merasa bersalah nya papah mendengar kamu meninggal? Papah tidak ingin hidup lagi." ucap pak Daniel.


"Jangan berbicara seperti itu Pah." ucap Tiara. "Ini adalah masalah papah di masa lalu namun kamu yang terkena imbasnya." ucap Pak Daniel.


Tiara tersenyum.


Pak Daniel tidak berhenti memerhatikan perut Tiara yang sudah rata. Seperti nya dia takut bertanya.

__ADS_1


"Papah ingin tau anak aku di mana?" tanya Tiara. Tiba-tiba Kin datang lagi. Mereka berfikir masalah sudah selesai eh malah semakin ramai.


Pak Daniel melihat Kin yang mengendong bayi itu. Pak Daniel mendekati nya. Dia memerhatikan wajah bayi itu dan wajah Kin benar-benar sangat mirip sekali.


"Dia sungguh mirip dengan Kakek nya." ucap pak Daniel memaksudkan Ayah nya Kin, saudara kandung nya yang berselisih paham cukup lama.


Kin memberikan nya kepada Pak Daniel.


"Dia memang adalah Darah daging ku. Tapi aku tidak bisa memungkiri kalau Mile adalah Ayah nya yang merawat didalam kandungan. Dan Om adalah kakek nya." ucap Kin.


"Apa kau Akan memberikan anak ini kepada Kami?" tanya Pak Daniel..Kin menganguk.


Pak Daniel tersenyum. "Terimakasih Kin. Maaf kan Om selama ini." ucap Pak Daniel.


"Siapa nama anak ini?" tanya Bu Vina.


"Saya yakin Mile atau pun Om sudah menyiapkan nama yang begitu bagus. Saya ingin Om memberikan dia nama." ucap Kin.


"Bastian Kin." ucap Pak Daniel sambil menatap wajah Kin.


Kin Tersenyum mendengar nama itu, sengaja di berikan nama belakang papah kandung nya.


"Bagaimana?" tanya Pak Daniel.


"Bagus Om, saya suka." ucap Kin.


Pak Daniel menoleh ke arah Mile. "Kamu ingin mengendong nya?" tanya Pak Daniel. Mile mengangguk.


Tian di gendong oleh Mile merespon dengan sangat baik, yang tadi nya dia tidur langsung bangun. Mile melihat wajah bayi itu membuat dia mengingat kata-kata jahat yang keluar dari mulut nya.


Dia mencium pipi Tian sambil tersenyum. Kin sebenarnya sangat berat, namun dia tetap memilih kebahagiaan dan kenyamanan Tiara. Dia juga ingin anak nya di sayang banyak orang.


Kalau anak itu yang membuat mereka berdamai dia ikhlas.


Orang tua Tiara dan keluarga Tiara juga di undang untuk datang hari itu.


Mereka semua kaget mendapati kabar Tiara kembali. Apa lagi Rafi, dia langsung tancap gas ke rumah Mile.


Melihat Tiara dia benar-benar sangat senang sekali. Dia memeluk adik nya begitu erat. Bahkan dia juga berterima kasih kepada Kin.

__ADS_1


__ADS_2