
"Jangan membuat alasan, seperti aku tidak paham kamu seperti apa saja." ucap Bili. "Seperti nya kamu menyembunyikan sesuatu." ucap Bili. Mile menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak menyembunyikan apapun." ucap Mile.
"Kalau begitu biarkan aku ikut dengan kamu." ucap Bili. Mile tidak bisa mengatakan apapun akhirnya dia mengijinkan Bili ikut dengan nya.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.
"Kak Bili pada ikut ke sini juga?" tanya Tiara. Bili terdiam sejenak melihat Tiara ada di sana. "Kenapa kamu tidak istirahat di kamar?" tanya Mile pada Tiara.
"Aku bosan tidur terus." ucap Tiara. "Kamu harus istirahat." ucap Mile. "Aku masih mau di sini, lagian kak Bili juga ada di sini." ucap Tiara.
Mile Menghela nafas panjang. "Tolong jelaskan apa yang terjadi sebenarnya." ucap Bili.
Mile menatap Tiara. "Huff aku baru ingat kalau kak Bili tidak tau hubungan kami." batin Tiara.
"Dia adalah istri ku. Kami sudah menikah empat bulan." ucap Mile. Bili mendengar itu sangat terkejut, dia melihat ke arah Tiara dan Mile secara bergantian.
"Itu artinya waktu kamu ke Paris.. / honeymoon." jawab Mile langsung. Bili menghela nafas berat beberapa kali.
"Aku sungguh bodoh tidak bisa menebak sendiri." ucap Bili.
Tiara hanya tersenyum saja. "Kalau tau lebih awal kamu adalah istri Mile, saya tidak akan berani mendekati kamu." ucap Bili.
Tiara tersenyum. "Saya maklum dengan sifat Mile yang sangat tertutup. Ini sudah terbiasa bagi saya." ucap Bili.
Tiara hanya tersenyum saja. "Saat berpacaran dulu dia memang selalu tertutup, tidak ada satu pun orang yang tau." ucap Bili.
"Lebih baik kamu pergi istirahat masuk ke dalam Sophia." ucap Mile. "Kenapa? Kamu malu yah kalau membahas masa lalu?" ucap Bili. Mile menghela nafas panjang dia menatap tajam ke arah Bili.
"Istri ku sedang hamil, tidak baik dia lama-lama bersama pria seperti kamu, anak ku akan ketularan sifat kamu." ucap Mile.
"Apa? Hamil? Wahh sebentar lagi Cucu keluarga Minor Akan lahir." ucap Bili lagi.
"Selamat yah Sophia. Aku yakin kalau dia sangat mirip kamu." ucap Bili. Mile menghela nafas panjang menepis tangan Bili yang mencoba menyentuh perut istri nya.
"Masuk sekarang ke kamar Tiara." ucap Mile. Tiara menganguk. "Baik lah. Kakak lanjut ngobrol sama Mile yah." ucap Tiara. Bili tersenyum. Mile meminta Tiara cepat-cepat meninggalkan ruang tamu.
Setelah Tiara pergi. Bili tidak berhenti memandangi sampai ke atas. "Dia istri ku, jangan pernah berfikir kamu mendekati dia!" ucap Mile.
__ADS_1
"Huff iya-iya aku juga tau." ucap Bili. Mile bersandar ke sofa.
"Ternyata loe hebat juga yah. Sekali menyentuh wanita kamu langsung menanam penerus keluarga Minor." ucap Bili.
"Jaga bicara mu!" ucap Mile. Bili tertawa kecil.
"Silahkan di minum teh nya Den." ucap Bibik Ja.
"Terimakasih Bik." ucap Bili. Bibik Ja tersenyum.
Bibik Ja pergi ke dalam meninggalkan dua pria itu.
"Bagaimana bisa kamu dengan Tiara? Aku yakin ada sesuatu yang terjadi." ucap Bili.
"Aku di Jodohkan oleh orang tua ku pada salah satu teman anak teman nya. Awalnya aku tidak mau, namun kamu tau sendiri orang tua ku seperti apa." ucap Mile.
"Humm tapi untuk saat ini, apa kamu benar-benar mencintai Tiara? Jangan pernah mempermainkan wanita. apalagi menjadikan dia sebagai pelampiasan." ucap Bili.
"Aku sangat mencintai dia." ucap Mile.
"Lalu bagaimana dengan Sintia?" tanya Bili. "Aku tidak mau membahas itu lagi." ucap Bili.
"Sebaiknya kamu harus benar-benar bisa melupakan masa lalu kamu, jangan membuat istri kamu menanggung nya nanti." ucap Bili.
"Baiklah aku paham." ucap Mile.
Tidak terasa sudah sore. Bili menginap di sana bersama teman wanita nya. Mile sama sekali tidak mempermasalahkan karena mereka juga beda kamar.
"Kamu baru selesai mandi?" tanya Mile yang baru saja masuk ke kamar. "Humm." jawab Tiara.
Mile duduk di pinggir kasur melihat istrinya yang sedang mengeringkan rambut nya.
"Kak Bili mana? Kenapa kamu masuk ke kamar?" tanya Tiara. Mile menatap Tiara tampa mengatakan apapun.
Tiara berbalik dia menatap wajah Mile.
"Kamu kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Tiara. Mile mendekati Tiara. Dia mengambil pengering rambut dan membantu mengeringkan rambut istri nya.
Tiara kebingungan. "Ada masalah apa? Tumben-tumbenan banget." ucap Tiara.
__ADS_1
Mile memasang wajah cemberut. "Kalau ada sesuatu ngomong saja langsung, aku ada salah?" tanya Tiara.
"Sudah berapa kali saya bilang kalau saya tidak suka kamu dekat-dekat dengan pria lain? Saya tidak suka." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang. "Tentang kak Bili?" ucap Tiara. Mile diam.
"Kak Bili hanya bercanda saja, aku juga tidak mungkin mendiamkan dia, sementara dia hanya ingin bercanda." ucap Tiara.
Mile duduk lagi di kasur. "Baiklah-baiklah aku minta maaf. Aku akan menjaga jarak dengan dia." ucap Tiara.
"Dia adalah sahabat kamu, mana mungkin dia menghianati kamu, aku juga hanya mencintai kamu tidak ada yang lain." ucap Tiara.
Tiara berdiri dia memegang wajah suaminya dan mengarah kan agar menatap dia.
"Berhenti memasang wajah seperti itu, mana mungkin aku memiliki hubungan dengan sahabat suami ku sendiri." ucap Tiara.
Mile melingkar kan tangan nya di pinggir istri nya dan memeluk nya. Tiara tersenyum. "Aku mencintai kamu." ucap Tiara. Mile menatap wajah istri nya namun tidak melepaskan tangan nya.
Tiara mencium bibir Mile dengan Singkat. "Huff kamu sudah mau punya anak, namun tetap saja sifat nya seperti anak kecil." ucap Tiara.
"Mandi sana, kamu masih bau rumah sakit." ucap Tiara. Mile menganguk. "Malam ini saya ada kerjaan di luar, kamu tidak apa-apa kan saya pergi?" tanya Mile.
"Jam berapa pulang nya?" tanya Tiara. "Mungkin besok." jawab Mile. Tiara menghela nafas panjang. "Saya tidak bekerja di Siang hari. Saya harus membayar nya di malam hari." ucap Mile.
"Baiklah." ucap Tiara. Mile tersenyum dia pun mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Huff kasihan sekali Mile. Walaupun dia juga jadi bos nya namun tetap saja dia harus bekerja tidak mengenal waktu dan situasi." ucap Tiara.
Dia berbaring di kasur.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Bibik Ja datang mengetuk pintu kamar.
"Masuk!" ucap Tiara.
"Maaf non menganggu istirahat nya, ini buah untuk non Tiara, ada cemilan juga." ucap Bibik Ja.
"Wahh enak banget nih bik, terimakasih banyak yah bik." ucap Tiara. Bibik Ja mengangguk.
"Kalau begitu Bibik keluar dulu yah Non." ucap Bibik Ja dia pun keluar. Tidak beberapa lama Mile keluar dari kamar mandi.
__ADS_1