
Di siang hari nya sekitar jam satu siang mile sudah pulang.
Mile masuk sama sekali tidak menghiraukan Tiara yang berdiri mau menyambut nya.
Mile langsung ke atas.
"Tante Tiara sudah makan? ini ada titipin dari dari Ayah Tante." ucap Lena.
"Loh di sana ada Ayah juga?" tanya Tiara. "Cukup ramai di sana karena membahas pekerjaan juga, di sana ada om Roy juga kok." ucap Lena.
Tiara terdiam.
"Ya udah Kalau begitu kami ke kamar dulu yah Tante." Ucap Lena. Tiada melihat makanan yang di beri oleh Lena.
Dia memberikan nya pada Bibik setelah itu dia ke kamar.
Dia membuka pintu kamar perlahan.Tiara melihat Mile yang memegang tab nya di atas sofa.
Dia melirik ke arah Tiara dan kembali fokus pada Tab Nya.
"Kamu marah yah?" tanya Tiara. Mile menatap Tiara.
Dia berdiri mendekati Tiara.
"Apa kamu masih perlu bertanya lagi?" tanya Mile dengan nada yang benar-benar sangat emosi. Tiara terdiam.
"Saya tidak masalah kamu pergi party, mabuk-mabukan tidak jelas dan juga pergi dengan lelaki mana pun saya tidak perduli! Tapi jangan membunuh anak saya dan jangan pernah ikut campur dengan Roy!" ucap Mile.
Tiara terdiam.
"Kamu sudah cukup tau kalau alkohol cukup berbahaya untuk janin, tapi kenapa kamu Masih meminum nya? seperti nya dugaan saya benar kamu berusaha untuk membunuh anak itu!" ucap Mile.
Tiara tidak bisa mengatakan apapun. "Saya Sama sekali tidak pernah berfikir untuk mempunyai keturunan dari wanita Seperti kamu, tapi kamu sendiri yang menjebak saya!" ucap Mile.
"Ikut saya sekarang!" ucap Mile menarik tangan Tiara keluar. "Mau kemana? Jangan di tari, sakit." ucap Tiara karena Mile sangat kuat menarik tangan Tiara.
Mile sama sekali tidak mendengar kan keluhan istri nya dia memaksa Tiara masuk ke dalam mobil dengan kasar.
__ADS_1
"Cepat masuk!" ucap Mile. "Kamu mau bawa aku kemana? Aku tidak mau ikut." ucap Tiara.
"Diam! setidaknya saya tidak akan berencana membunuh seperti kamu!" ucap Mile. Mobil di bawa dengan kecepatan tinggi.
Tiara yang melihat Mile sangat emosi membuat nya Terdiam, dia menangis sambil menahan rasa takut dan rasa sakit di pinggang nya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah sakit. Mile membawa Tiara ke ruang periksa yang sudah di janji kan sebelum nya dengan dokter.
Tidak beberapa lama di periksa, Mile di ajak berbicara oleh dokter kandungan.
"Janin nya sekarang cukup lemah pak, usia nya masih sangat muda jadi kami harap untuk menjaga kandungan dengan baik dan harus banyak istirahat Makan-makanan yang bergizi jangan mencoba untuk minum alkohol atau obat yang aneh-aneh." ucap dokter.
Mile menatap Tiara. ketika Mile menatap nya Tiara langsung membuang pandangan nya.
"Apa dokter tidak ada obat untuk membantu janin nya?" tanya Mile. "Kamu sudah memberikan beberapa obat, harus rajin di minum yah." ucap dokter.
Setelah selesai Tiara berjalan keluar. Dia memegang pergelangan nya yang sangat sakit dan sudah merah karena perbuatan suami nya.
Dia duluan masuk ke dalam mobil, sementara Mile menebus obat nya dulu. Saat keluar dari rumah sakit tiba-tiba ada yang menyerang Mile.
Mile sudah menghabisi semua preman itu, namun dia melihat istrinya di bawa ke dalam mobil yang asing. Dia langsung mengejar nya.
Tidak perduli jalanan yang sangat Ramai dia terus mengejar mobil itu, mobil yang di depan tidak berhenti menyerang nya dengan pistol. Tepat di sasaran ban mobil Mile. Sekarang Mile tidak bisa lagi mengendarai Mobil nya.
Dia keluar langsung merebut Mobil orang lain dan mengejar mobil itu.
Akhirnya mobil nya imbang. Mile tidak ragu untuk menembak semua yang menyerang nya, tinggal hanya supir, dia langsung menembak supir tersebut.
Mobil mendadak melintang. Mile langsung turun dari mobil.
"Tiara! Tiara!" Mile Membuka ikatan mulut Tiara, kaki dan tangan nya namun tiba-tiba seseorang datang memukul badan Mile dengan kayu.
Mile dengan cepat menahan dan menghabisi pria itu sampai pingsan. Tiara di pindahkan oleh Mile ke dalam mobil nya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Mile tidak membawa istri nya ke rumah sakit melainkan ke tempat yang biasa tempat dia di rawat ketika masa penyembuhan. Di tempat itu jauh dari jangkauan musuh-musuh nya.
"Apa yang terjadi Tuan?" tanya dokter keluarga Minor. "Saya di serang ketika di rumah sakit, tolong bantu istri saya." ucap Mile.
__ADS_1
Tiara segera di berikan oksigen. Sementara Mile dengan khawatir menunggu dokter menangani Tiara.
Setelah selesai Mile duduk di pinggir tempat Tiara berbaring. Tiba-tiba ponsel nya berdering dari papah nya.
Dan jelas saja papah nya marah besar karena sudah membahayakan nyawa menantu nya dan Calon cucu nya.
Mile seketika menyesal membiarkan Tiara kembali ke dalam mobil tadi.
"Permisi Tuan, ijinkan saja mengobati luka-luka yang di badan Tuan. Non Tiara hanya di bius oleh Obat, sebentar lagi akan Sadar." ucap dokter.
Mile mengangguk. Dokter itu membantu membersihkan luka yang di wajah Mile, di punggung dan juga di lengan, dia jauh lebih parah dari Tiara yang hanya di bius obat.
Namun kerena fisik Tiara sangat lemah sehingga membuat Mile khawatir. Tidak beberapa lama akhirnya Luka nya Selesai di obati.
Mile di hubungi oleh bodyguard nya sudah menyelesaikan semua nya, jadi mereka aman dari kejaran polisi atau penelitian kasus.
Sampai sekarang belum tau Siapa di belakang itu semua. Namun yang jelas itu adalah salah satu saingan Pak Daniel.
Mile memerhatikan perut Tiara. Dia memegang perut Tiara mengelus nya berharap Tiara segera bangun.
Namun Tiara cukup lama bangun sehingga Mile tidak bisa tenang dia meminta dokter memeriksa kandungan Tiara baik-baik saja atau tidak.
Namun dokter tidak bisa memeriksa nya karena Tiara belum sadar.
"Tiara! Tiara bangun!" ucap Mile. Namun sama sekali tidak ada respon dari Tiara.
Tiba-tiba Ibu nya Tiara datang.
"Apa yang terjadi nak? kenapa bisa seperti ini?" tanya buk Rosa. "Cerita nya panjang buk." ucap Mile sambil menyalim tangan mertua nya.
"Jadi sekarang apa kata dokter?" tanya buk Rosa.
"Tiara hanya di bius saja oleh penjahat itu, dia akan segera sadar." ucap Mile agar mertua nya tidak terlalu khawatir.
"Bagus lah tidak terlalu parah, kamu sendiri bagaimana?" tanya buk Rosa.
"Semua nya baik-baik saja Buk, jangan khawatir kan saya." ucap Mile.
__ADS_1