Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 87


__ADS_3

."Lebih baik bapak tidur." ucap Alisa.


"Saya sangat senang kamu mau merawat saya di sini, saya akan sakit terus kalau kamu mau nya seperti ini." ucap Rafi.


"Jangan aneh-aneh deh pak, aku juga tidak ingin bapak sakit terus. Sebaiknya bapak berfikir cepat sembuh dan bisa pulang karena tempat ini adalah tempat yang sangat membosankan dan juga akan banyak merepotkan keluarga bapak." ucap Alisa.


"Saya tidak Akan Bosan kalau ada kamu di sini." ucap Rafi.


Alisa Menghela nafas panjang.


"Aku mau istirahat, bapak istirahat juga." ucap Alisa. "Tapi saya baru saja bangun, saya tidak akan bisa tidur." ucap Rafi, namun Alisa tidak perduli dia berjalan ke arah sofa.


Keesokan harinya Mile membawa Tiara jalan-jalan ke sebuah taman yang begitu luas. orang yang tidak pergi ke sana pasti merasa tenang fikiran nya.


"Wowww tempat nya bagus banget." ucap Tiara berlari ke tengah-tengah.


"Jangan lari-lari." ucap Mile Tiara tidak mendengar kan nya dia berlari ke tengah agar bisa mengambil gambar dari sana.


"Berdiri lah dengan benar, saya akan mengambil foto untuk kamu." ucap Mile. Tiara langsung mengambil posisi yang bagus untuk berfoto.


Dia tersenyum ke arah kamera Mile. Yang diperhatikan oleh Mile adalah senyuman Tiara yang sangat manis menurut nya dia memfokuskan ke arah senyuman Tiara.


"Bagaimana hasil nya Bagus?" tanya Tiara mendekati Mile. Mile menunjukkan hasil nya.


"Wahh Bagus banget." ucap Tiara memuji hasil jepretan Suami nya.


"Kamu suka?" tanya Mile. Tiara mengangguk.


"Aku mau dong di ajarin Ambil foto yang bagus." ucap Tiara. Mile dengan senang hati mengajariku nya.


Dia mengarah kan Tiara dengan benar mengambil pemandangan yang bagus di lapangan itu. "Wahh pemandangan nya bagus di kamera." ucap Tiara.


Mile tersenyum. Sekarang kamu berdiri di sana, aku harus ngambil foto yang bagus untuk kamu." ucap Tiara.

__ADS_1


Mile pun berdiri di tempat yang di tunjuk oleh istri nya.


"Satu dua tiga." ucap Tiara langsung mengambil hasil nya.


Mile melihat nya. Dia seketika menghela nafas karena Gambar yang di ambil istri nya sangat buram sekali.


Tiara tersenyum karena dia sadar yang di ambil oleh nya tidak bagus. "Aku sama sekali tidak pandai karena kamu ngajarin nya hanya sekali saja." ucap Tiara.


"Ya udah sini." ucap Mile dia pun mengajari nya dengan sangat lembut sehingga Tiara merasa nyaman. Mencium aroma badan Mile membuat nya sangat nyaman.


Tiba-tiba Mile tidak sadar memegang tangan Tiara. Mereka Terdiam.


"Ya ampun jantung ku kok berdetak sangat cepat seperti ini sih?" batin Tiara. Mile menatap wajah Tiara.


"Ada apa dengan jantung ku? Kenapa berdetak secepat ini?" tanya Mile dalam hati.


Dia sangat gugup.


"Humm saya minta maaf. Saya tidak sengaja." ucap Mile melepaskan tangan Tiara dan melanjutkan mengajari nya. Tiba-tiba Tiara tersenyum, begitu juga dengan Mile diam-diam tersenyum.


"Nih untuk kamu." ucap Mile memberi kan minum pada Istri nya. Tiara menerima nya sambil mengucap kan terimakasih.


"Tumben banget kamu mau beliin aku minum? Biasanya aku sudah mau pingsan saja kamu tidak Akan perduli." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.


"Kamu minum saja jangan banyak protes." ucap Mile. Tiara meminum nya sampai habis.


"Aku ingin belajar lagi tentang kamera. Agar aku bisa mengambil foto yang Bagus untuk kamu. Kamu sudah banyak mengambil foto yang bagus untuk aku." ucap Tiara.


"Tidak apa-apa." ucap Mile. Tiara melihat Mile duduk saja dia membersihkan tempat duduk yang di samping nya. "Kamu duduk saja." ucap Tiara. Mile pun duduk di samping Tiara.


"Aku lapar. Kita beli makanan itu yok." ajak Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya.


"Makanan itu tidak higienis, cari makanan yang lain saja." ucap Mile.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu ayo ikut aku." ucap Tiara langsung menarik tangan Mile. Mile mengambil kamera nya dan mengikuti istri nya. Dia senyum-senyum melihat tangan nya yang di tarik oleh istri nya.


Mereka masuk ke restoran udon. Makanan yang sangat favorit di tempat itu.


"Pesan satu udon pedas yah, suami saya udon yang tidak pedas." ucap Tiara. Menggunakan bahasa Inggris walaupun sedikit gugup.


"Saya tidak suka udon." ucap Mile.


"Kamu harus cobain." ucap Tiara. Mile tidak bisa menolak akhirnya dia pasrah saja, mereka duduk di salah satu Meja yang kosong.


"Sekali-kali kamu harus cobain makanan yang lain jangan hanya itu-itu saja, dan jangan lupa untuk mencoba makanan yang pedas, rasa nya sangat enak sekali." ucap Tiara.


Mile menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak suka." ucap Mile. "Kamu harus cobain " ucap Tiara. Tiara menukar pesanan nya untuk dua udon pedas. Mile memikirkan perasaan Tiara akhirnya dia mau, tidak ada pilihan lain karena itu mungkin salah satu keinginan bayi yang di dalam perut Tiara.


"Wahh kelihatan nya enak banget. Kamu Harus cobain deh." ucap Tiara dia memaksa Tiara menghabis udon yang sudah di pesan untuk Mile.


Mile mencium aroma nya saja sudah bisa merasakan pedas nya. Dia akhirnya memakan nya dengan cepat tanpa basa-basi.


"Menikmati makanan itu harus pelan-pelan gak boleh terburu-buru seperti itu." ucap Tiara. mile tidak lagi perduli dia menghabiskan nya dengan sangat cepat.


Tiara baru habis setengah namun Mile Sudah habis. Tiara kaget melihat wajah Mile merah, Air mata nya keluar.


"Apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti itu?" tanya Tiara. Mile meminum air putih yang sangat banyak, dia juga memesan minuman wine untuk menghilangkan rasa pedas nya.


Tiara melihat Mile seperti itu membuat nya sedikit tidak enak karena sudah memaksa kan Mile. Ternyata Mile benar-benar tidak bisa memakan makanan yang pedas."


"Kamu baik-baik saja?" tanya Tiara memegang bahu Mile yang menunduk. Mile mengawas kan tangan Tiara. Sekarang kepala nya serasa mau meledak.


"Kamu sengaja meminta saya memakan ini kan? Kamu mau mengerjai saya kan?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Aku hanya ingin kamu mencoba nya, bukan ada niatan seperti itu, aku rasa ini sangat enak." ucap Tiara berbicara dengan sangat panik.

__ADS_1


Mile meninggalkan Cafe itu. Tiara mau mengejar nya namun dia harus membayar terlebih dahulu. Setelah di bayar dia mengejar Mile ke dalam mobil.


Mile meminta supir mencari toilet. perut nya tiba-tiba Sangat sakit. "Mile kamu gak apa-apa kan?" tanya Tiara. Dia sangat panik sekali melihat suaminya itu.


__ADS_2