
Sudah jam 12 Siang..
Keluarga terdekat dan juga teman-teman Buk Rosa, pak Yuda sudah datang. Bahkan Keluarga Mile sudah datang m Tinggal menunggu Mile yang datang bersama sepupu nya.
"Tiara!" panggil Buk Rosa. Tiara yang sudah cantik menoleh ke arah Buk Rosa.
"Iyah Buk."
"Apa kamu tidak mengundang teman-teman kamu? tidak ada satu pun teman kamu yang datang." ucap Buk Rosa.
"Aku tidak mungkin mengundang teman ku Buk, itu sama saja membuat aku malu." ucap Tiara.
"Loh kok ngomong gitu? Kan ini adalah acara pertunangan kamu, kenapa kamu harus malu?"
"Sudah lah, ibu tidak Akan mengerti." ucap Tiara. Buk Rosa menghela nafas panjang. "Ya udah ibu minta maaf, sekarang kita keluar yok, calon tunangan kamu pasti sudah datang."
Buk Rosa membawa Tiara keluar, setelah keluar Tiara terkejut melihat banyak nya Tamu datang. Melihat banyak orang membuat nya semakin malu.
Dan kabetulan juga Mile baru datang. Orang yang pertama dia perhatikan adalah Tiara yang sama sekali tidak mau menatap nya. Tiara malah tersenyum ke arah Roy yang duduk bersama teman laki-laki nya.
"Baiklah semua nya sudah datang, acara akan kita mulai." ucap Pak Yuda.
Mile pun meminta Tiara menjadi tunangan nya. Setelah Tiara menginyakan cincin tunangan pun terpasang di jari Tiara.
Semua yang hadir termasuk keluarga Tiara dan Mile sangat senang.
Mile yang duduk di samping Tiara menoleh ke arah Tiara yang memegang cincin yang di jari nya.
"Kebesaran yah?" tanya Mile. Tiara mengangguk.
"Ayah dengan istri nya yang memilih itu. kami juga tidak tau ukuran jari kamu." ucap Mile. Tiara diam.
"Saya janji akan mengecilkan nya Besok ke toko berlian." ucap Mile.
"Hay Tiara." sapa Roy yang tiba-tiba datang.
Tiara langsung tersenyum ketika melihat Roy.
"Boleh ikut duduk kan?" tanya Roy. Tiara mengangguk. Di sana Mile jadi nyamuk karena hanya bisa melihat Tiara dan Roy sangat akrab.
Setelah acara pemasangan cincin, keluarga membahas kapan mereka menikah dan jatuh pada satu Minggu lagi.
Tiara yang sangat keberatan tidak bisa protes karena itu adalah keputusan Ayah nya sendiri. Mile tidak menunjukkan ekspresi apapun bahkan dia hanya menginyakan semua usul dari keluarga.
Tidak Beberapa lama akhirnya acara selesai mereka semua pulang ke rumah masing-masing tinggal lah Mamah dan papah Mile.
__ADS_1
"Mile, Tiara, kalian jangan khawatir dengan acara Minggu depan, semua nya kami yang mengurus nya, lebih baik kamu sama Tiara fokus pada kedekatan kalian berdua." ucap Pak Daniel.
Mile mengangguk. Sudah lama berbincang-bincang Keluarga Pak Mile pun pulang sementara Mile belum pulang.
"Buk saya bicara dengan Tiara sebentar yah." ucap Mile ijin. Dia menyusul Tiara ke depan.
Dia melihat Tiara yang sedang memakan buah.
"Kenapa kamu diam saja sih? Kenapa kamu sama sekali tidak protes dengan keputusan mereka?" tanya Tiara pada Mile, dia sadar kalau Mile datang.
Mile duduk di depan Tiara.
"Kita tidak ada pilihan lain." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang.
"Kita tidak saling mencintai, untuk apa kita menikah?" ucap Tiara. "Ikuti saja perintah mereka." ucap Mile.
Tiara menatap wajah Mile. "Tidak semudah itu Mile. Aku sungguh heran dengan orang tua kamu yang sangat terobsesi dengan perjodohan hanya karena memperkuat persahabatan mereka."
"Jangan pernah mengolok-olok papah saya!" ucap Mile marah.
"Kalau bukan karena Pak Daniel hidup ku tidak Akan seperti ini." ucap Tiara. "Tutup mulut kamu Tiara!" ucap Mile marah.
Tiara berdecak.
"Dan kamu sendiri, kamu adalah Anak laki-laki, kenapa kamu tidak berontak dan memilih jodoh kamu sendiri bukan jodoh pilihan orang tua." ucap Tiara.
"memang nya saya mempunyai pilihan? Kamu melihat ada pilihan bagi saya?" tanya Mile. Tiara terdiam.
"Saya mau bertanya apa kamu bisa ikut dengan saya memperbaiki cincin itu besok?" tanya Mile.
Tiara melihat cincin yang ditangan nya.
"Tidak perlu, aku juga tidak Akan memakai nya." ucap Tiara melepas kan nya namun tiba-tiba di tahan oleh Mile.
"Jangan di lepas, jangan membuat Papah saya tersinggung." ucap Mile.
"Ini sangat sulit di pakai, Makan saja dia lepas.' ucap Tiara.
"Ikut lah dengan saya Besok." ucap Mile. Tiara akhirnya menginyakan.
Malam ini Mile menginap di rumah Calon istri nya alias tunangan nya itu lagi. Di kamar Tiara berbaring.
"Pinggang ku terasa sangat sakit sekali." ucap nya, sudah menempelkan beberapa salon pas namun tetap saja masih sakit.
__ADS_1
Dia melihat cincin yang di tangan nya.
"Aku sudah menjadi tunangan nya." ucap Tiara.
Pagi hari nya Mile lagi-lagi bangun pagi sekali. Bahkan sampai Bibik Heran tidak biasa nya melihat anak muda bangun sangat pagi sekali.
"Den Mile mau ngapain?" tanya Bibik melihat Mile ke dapur.
"Mau Buat kopi bik." ucap Mile.
"Aduh den, Biar Bibik saja." ucap Bibik.
"Mau ngapain bik? Kenapa ribut-ribut?" tanya Buk Rosa yang baru bangun.
"Ini loh buk, den Mile mau membuat kopi sendiri." ucap Bibik.
"Tiara di mana? Apa dia belum bangun?" tanya buk Rosa.
Buk Rosa langsung membangun kan Tiara, tidak beberapa lama Tiara datang.
Tiara membuat kopi untuk Mile.
Mile melihat kopi buatan Tiara, dia sangat trauma dengan Kopi buatan Nya semalam.
Namun dia Heran kenapa Tiara tidak membantah sama sekali, dia hanya diam saja bahkan setelah meletakkan kopi'l di depan Mile dia duduk Lemas.
"Tiara kamu kenapa? Kalau masih ngantuk kamu tidur ke kamar saja." ucap Mile. Namun tidak ada tanggapan dari Tiara. Mile mengoyang kan tangan Tiara namun dia kaget karena tangan Tiara sangat panas.
"Loh kok badan kamu hangat? Kamu sakit yah?" tanya Mile.
"Siapa yang sakit?" tanya pak Yuda yang baru keluar dari kamar.
"Tiara sangat lemas Pak." ucap Mile yang tidak berani menyentuh Tiara.
Pak Yuda mengangangkat kepada Tiara dan benar saja Tiara sakit, Wajah nya sangat pucat dan badan nya sangat. Dia langsung di bawa ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit dia segera di periksa, ternyata hanya demam biasa karena kurang istirahat dan juga karena banyak pikiran.
"Ibu sama Bapak pulang duluan saja, biar saya yang menjaga Tiara di sini." ucap Mile pada calon mertua nya.
"Yakin gak apa-apa nak?" tanya buk Rosa.
"Iyah Buk. Ini sudah tugas saya juga." ucap Mile...
Akhirnya mereka pun pulang, mempercayakan Tiara pada Mile, karena mereka ada kerjaan hari ini di luar.
__ADS_1