Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 143


__ADS_3

"Aku permisi yah, ini sudah malam." ucap Alisa. Rafi mau menahan namun Alisa sudah keburu pergi.


"Alisa saya sangat merindukan kamu. Tinggal lah dengan saya kembali." ucap Rafi. Alisa menghentikan langkahnya dia menoleh ke arah Rafi.


"Aku sudah bilang kalau kita tidak memiliki hubungan apapun lagi." ucap Alisa.


"Saya minta maaf sebelumnya sudah berbuat kasar dan juga sudah memaksa kamu, saya minta maaf." ucap Rafi.


"Saya sangat serius dengan kamu, saya mencintai kamu." ucap Rafi. "Ingat pak bapak sudah memiliki kekasih, bahkan Bapak sudah mau bertunangan dengan nya, tidak ada gunanya bapak mencintai wanita lain." ucap Alisa.


Namun Rafi tiba-tiba sakit kepala. "Aaaa sakit-sakit.." rintih nya.


"Bapak tidak perlu berpura-pura, aku tidak akan tertipu sama sekali." ucap Alisa. Dia tidak perduli melihat Rafi Lemas, namun semakin di perhatikan seperti nya Rafi tidak berpura-pura dia serius.


"Pak Rafi.." ucap Alisa membantu Rafi berdiri. Alisa langsung membawa nya masuk ke dalam.


Sampai di dalam Rafi langsung sembuh. Dia mengunci pintu.


"Pak! Apa yang Bapak lakukan?" ucap Alisa marah.


"Hanya dengan cara ini saya bisa bersama kamu Alisa, kamu sangat Keras kepala." ucap Rafi.


"Berikan kunci nya, aku mau pulang, aku tidak bisa di sini." ucap Alisa. Rafi Menggelengkan kepala nya.


"Tidak bisa! Kamu harus di sini karena saya sangat merindukan kamu." ucap Rafi.


Alisa sangat kesal pada Rafi sehingga dia hanya bisa diam mengabaikan Rafi.


"Alisa.." panggil Rafi dengan lembut duduk di samping Alisa.


Dia sama sekali tidak mau dekat dengan Rafi.


"Kapan kamu akan menyiksa saya seperti ini? Saya sudah mengungkapkan perasaan saya berulang-ulang kali Sama kamu namun kenapa kamu tidak pernah perduli?" tanya Rafi.


"Karena aku tidak mencintai bapak. Aku tidak bisa menyukai pria yang sudah memiliki kekasih." ucap Alisa. Rafi memegang tangan Alisa.


"Saya tidak mencintai Enjel, itu karena pilihan orang saya." ucap Rafi. "Karena itu adalah pilihan orang tua bapak maka bapak harus bisa melupakan aku." ucap Alisa.

__ADS_1


"Sudah saya coba, namun tidak bisa Alisa. Ini menyiksa hati dan pikiran saya." ucap Rafi. Alisa terdiam.


"Saya mohon buka hati kamu untuk saya." ucap Rafi. Alisa diam.


"Alisa...." panggil Rafi meminta Alisa menatap nya.


"Lihat mata saya, lihat wajah saya. Saya sama sekali tidak bercanda. Saya benar-benar sangat mencintai kamu." ucap Rafi.


"Baiklah ini terakhir kalinya saya bertanya tentang ini dan mengungkapkan perasaan saya sama kamu, tapi saya mohon jawab dengan jujur dari lubuk hati kamu paling dalam." ucap Rafi dengan sangat serius.


Suasana semakin serius. "Aku mencintai kamu Alisa, saya sangat mencintai kamu, kamu mau kan jadi kekasih ku?" tanya Rafi menatap wajah Alisa.


"Aku tidak mencintai bapak." ucap Alisa. Rafi Menghela nafas panjang. "Tatap mata saya Alisa ketika kamu berbicara." ucap Rafi. Alisa diam.


"Tatap aku Alisa!!" ucap Rafi sedikit menekan suara nya.


Alisa menatap mata Rafi. "Aku tidak mencintai pria seperti bapak. Aku minta maaf." ucap Alisa.


Rafi terdiam dia tidak menyangka kalau Alisa menjawab nya dengan tegas.


"Kalau kamu tidak mencintai saya, kenapa kamu harus perduli pada saya? Menunggu saya di depan dan mengkhawatirkan saya." ucap Rafi.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan berusaha untuk melupakan kamu walaupun itu Sulit karena apapun yang aku lakukan tidak akan bisa mendapatkan kamu." ucap Rafi.


Rafi memberikan kunci pada Alisa. "Kalau bisa kita jangan bertemu lagi. Dengan cara ini saya akan bisa move on lebih cepat." ucap Rafi langsung masuk ke dalam kamar.


Alisa mengambil kunci dia pun keluar dari sana. Rafi yang mendengar pintu sudah di tutup kembali dia keluar melihat ruang tamu sudah kosong.


"Seperti nya tidak ada pilihan lagi untuk ku. Lagi-lagi aku harus gagal mendapatkan wanita yang aku suka. Aku hanya bisa pasrah sekarang." ucap Rafi.


Dia masuk ke dalam kamar nya mengumpulkan semua foto Alisa yang di simpan, barang-barang tentang Alisa.


"Yang di katakan oleh Tiara benar kalau cinta tidak bisa di paksain." ucap Rafi


Alisa sampai di rumah nya dia langsung membaringkan tubuhnya di kasur menyembunyikan wajahnya di bantal.


Keesokan harinya Tiara bangun namun melihat rumah sangat sepi.

__ADS_1


"Sudah empat hari Mile pergi, sekarang aku sangat merindukan nya. Hufff..." ucap Tiara.


"Cieee... Yang rindu sama Tuan Mile." ucap Bibik Ja.


"Bibik membuat ku terkejut saja." ucap Tiara. Bibik Ja tidak tersenyum. "Nih Susu untuk non Tiara. Silahkan di minum dulu." ucap Bibik Ja.


Tiara mengucap kan terimakasih.


"Oh iya Non tadi Ibu sama bapak mengabari kalau mengundang non Tiara ke sana siang nanti." ucap Bibik Ja.


"Bibik juga ikut yah, aku gak mau Kalau sendirian." ucap Tiara. Bibik Ja tersenyum.


"Saya tidak bisa meninggal kan rumah kosong Non, saya juga tidak di undang untuk datang ke sana." ucap Bibik.


"Kalau di sana bik aku bingung mau melakukan apa, kebanyakan diam karena aku juga kurang akrab. Aku gak enak." ucap Tiara.


"Itu adalah hal biasa Non, tidak perlu sungkan seperti itu, Santai saja." ucap Bibik Ja.


"Oh iya Bik dengar-dengar kalau papah mertua itu orang nya sangat galak seperti Mile yah?" tanya Tiara.


"Lebih galak Bapak sih Non, karena kita tidak boleh melakukan kesalahan apapun lagi." ucap Bibik Ja. Tiara langsung terdiam.


"Kalau Tuan Mile marah hanya karena kesalahan yang fatal dia juga marah karena ingin yang terbaik untuk orang tersebut." ucap Bibik Ja.


"Tapi kenapa kelihatan nya wajah Mile seperti seorang mafia yah bik? Sama seperti papah mertua." ucap Tiara.


"Bisa di katakan kalau keluarga ini adalah Keluarga Mafia Non." ucap Bibik Ja.


Tiara terdiam. "Maksud nya apa Bik?" tanya Tiara. Bibik Ja langsung terdiam karena keceplosan.


"Maksud saya gaya nya saja Non, namun kalau pekerjaan nya hanya pebisnis." ucap Bibik Ja.


"Oohhh." ucap Tiara.


"Emang nya kalau Mafia kenapa Non? Kenapa kelihatan nya Non tidak suka?" tanya Bibik Ja.


"Aku sangat benci keluarga mafia. Karena dulu yang membuat Ayah dan ibu bangkrut karena keluarga mafia. DN sampai pada akhirnya Ayah stres dan melampiaskan semua amarahnya kepada anak-anak nya." ucap Tiara.

__ADS_1


Bibik Ja langsung diam.


"Ya udah bik aku mau bersih-bersih di taman dulu yah." ucap Tiara. "Saya ikut yah Non." ucap Bibik Ja, karena ia juga tidak ada pekerjaan, Tiara menganguk.


__ADS_2