Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 215


__ADS_3

Sementara Mile sudah tidak Betah berada di kampulan bapak-bapak, ada juga yang muda namun dia rasa Pembicaraan mereka membuat Mile Bosan.


Dia mencari istri nya. Dia melihat Tiara yang sangat asik berbincang-bincang dengan Bu Vina.


"Kenapa mereka kelihatan n sangat akrab yah? Aku sudah bilang beberapa kali kalau Tiara tidak perlu terlalu dekat dengan Wanita itu!" ucap Angga dalam hati.


"Bagaimana Pak Mile?" Tanya Teman nya. Mereka sedang membicarakan bisnis namun Mile tidak fokus pada perhatian nya hanya melihat ke arah istri nya saja.


Namun Mile melihat Roy menghampiri istri nya, Mile langsung ijin pergi.


"Lagi membahas apa sih? Kelihatan nya dari tadi seru sekali." ucap Roy. "Ini loh Mamah sama Tiara lagi membahas hal-hal lucu di masa-masa pergaulannya." ucap Bu Vina.


"Seperti nya sangat seru nih, boleh ikut bergabung gak?" tanya Roy.


"Saya juga ikut bergabung." ucap Mile menarik kursi dan duduk di samping istri nya.


Seketika mereka semua menatap ke arah Mile.


"Apa yang kalian lihat? Berbicara lah, saya akan mendengar kan nya." ucap Mile.


Roy merasa kesal karena Mile datang membuat Suasana menjadi tegang.


"Aku ke kamar mandi dulu yah mah." ucap Roy. Mamah nya menganguk. Melihat tatapan Mile Bu Vina mengerti kalau Mile tidak ingin dia ada di sana.


"Mamah gabung dulu sama teman-teman Mamah yah." ucap Bu Vina langsung beranjak dari tempat duduknya. Tiara kebingungan mereka semua pergi. Dia menatap suaminya.


"Apa-apaan sih kamu? Kamu membuat Roy dan juga mamah pergi, padahal kami lagi asik bercerita." ucap Tiara.


"Saya tidak melakukan apapun." ucap Mile.


"Kamu memang tidak melakukan apapun, tapi ekspresi kamu ini mengusir mereka." ucap Tiara. Mile langsung tersenyum manis.


"Huff kamu marah kepada saya karena mereka pergi. Kamu tidak sayang kepada saya?" tanya Mile. "Aku serius. Kamu tidak boleh seperti itu." ucap Tiara.


"Baiklah-baiklah saya minta maaf." ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang. "Mau minum?" ucap Mile menawarkan jus pada Tiara. Tiara mengambil nya dan mereka minum bersama.


Di arah lain Kin minum sendirian sambil memandangi Tiara dan juga Mile yang terlihat sangat romantis sekali.


"Mile sudah berubah yah Mah. Semenjak dia mempunyai istri dia memiliki jiwa yang berbeda." ucap Pak Daniel.

__ADS_1


"Iyah Pah. Senang sekali melihat Mereka sudah mau romantis di tempat umum seperti ini." ucap Bu Vina.


Kin mendengar percakapan Sepasang suami istri itu. Dia hanya bisa tersenyum saja.


"Kita lihat saja nanti." ucap Kin.


Hari semakin malam. Tiara dan Mile ijin pulang karena Tiara sudah sangat lelah sekali. Mereka berjalan ke arah mobil.


Mile Hendak membuka mobil namun kunci mobil nya ketinggalan di dalam.


"Kamu tunggu sebentar yah, saya akan mengambil kunci di dalam." ucap Mile. Tiara menganguk dia menunggu di depan gedung itu.


"Kenapa kamu berdiri di sini sendirian? Di mana suami kamu?" tanya Kin.


"Kamu tidak perlu tau!" ucap Tiara.


"Kenapa kamu begitu sangat membenci ku? Aku tidak pernah berniat jahat sama sekali sama kamu." ucap Kin.


"Aku membenci pria seperti kamu. Dan sudah sangat jelas kalau kamu itu adalah Mafia. Orang yang paling jahat." ucap Tiara.


"Ada apa dengan Mafia?" tanya Kin.


"Baru kali ini ada orang yang berbicara dengan saya seperti kamu." ucap Tiara.


"Kenapa? Apa aku tidak sopan? Apa aku tidak menghargai kamu?" ucap Tiara. Kin diam.


"Aku akan berhenti marah pada kamu asal jangan pernah mengganggu hidup ku, jangan pernah menemui aku lagi! Aku tidak suka!" ucap Tiara.


"Tapi sayang nya aku tidak akan berhenti menemui kamu." ucap Kin. Tania merasa kesal.


"Lebih baik kamu pergi sekarang!" ucap Tiara.


"Di sini sudah sepi, saya tidak akan membiarkan wanita secantik kamu dan sedang hamil menunggu sendirian di sini." ucap Kin.


"Aku tidak perlu bantuan kamu, aku bisa menunggu di sini." ucap Tiara.


"Baiklah kalau begitu. Saya akan pergi. Tapi saya dengar kalau gedung ini dekat dengan kuburan. Semua Penghuni nya kebanyakan yang kecelakaan sehingga arwah nya gentayangan." ucap Kin.


"Aku tidak perduli! Pergi sana." ucap Tiara.

__ADS_1


Kin pun pergi.


Setelah kin pergi angin langsung sangat kencang. Tiba-tiba mati lampu.


"Kenapa ini?" ucap Tania kaget.


"Mile kemana sih?" ucap Tiara. Dia mengambil handphone dari dalam tas nya namun ternyata Handphone nya sudah mati.


Tiba-tiba ada yang bergerak-gerak di depan nya membuat nya takut.


Lagi-lagi bayangan Lewat di belakang nya. "Aaaaaa!!!" Dia berteriak karena sangat takut.


Tiba-tiba Kin datang lagi namun langsung di jadikan Tiara tempat untuk bersembunyi.


"Kamu kenapa?" tanya Kin


"Ada hantu!" ucap Tiara. Kin tertawa.


"Tidak ada hantu sama sekali di sini, kamu Salah lihat." ucap Kin. "Ini semua karena kamu, Aku jelas-jelas melihat nya lewat dari depan ku." ucap Tiara.


"Sudah tidak ada, kamu tidak perlu bersembunyi seperti ini." ucap Kin. Tiara Masih sangat takut.


"Tiara!" ucap Mile. Tiara langsung melepaskan Baju Kin dan memeluk suaminya. "Ada apa?" tanya Mile. "Aku melihat hantu, dia lewat dari depan ku." ucap Tiara.


Mile menatap Kin. "Kamu mengerjai istri saya?" tanya Mile. Kin menatap Mile. "Istri kamu cukup penakut. Lain kali jangan biarkan dia sendirian." ucap Kin dan langsung pergi.


Mile membawa istri nya masuk ke dalam mobil.


"Kamu dengan Kin sebelum nya sudah pernah bertemu?" tanya Angga. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Tapi kenapa kelihatan nya dia sudah sangat kenal dengan kamu." ucap Angga. "Aku tidak tau, aku sangat membencinya." ucap Tiara.


"Membencinya? Kenapa?" tanya Angga. "Dia sangat menyebalkan sekali." ucap Tiara. "Kenapa kamu bilang seperti itu? Bukan nya kamu baru bertemu dengan dia hari ini?" ucap Mile.


"Jangan bertanya lagi, ayo kita pulang. Perut ku jadi sakit karena Takut." ucap Tiara. Mile pun menginyakan dan mereka segera meninggalkan tempat itu.


"Aaahhh... Acara hari ini sangat menyenangkan sekali Mah, pah. Tamu sangat ramai, tidak ada cek-cok atau masalah lain nya yang membuat acara hancur seperti sebelumnya." ucap Roy.


"Mamah berfikir ini semua karena ada nya Tiara. Tiara membawa hoki di keluarga ini." ucap Bu Vina. "Mamah benar banget." ucap Roy.

__ADS_1


"Ini semua bukan karena Tiara, namun karena memang situasi nya jauh lebih baik saja. Ayo masuk ke kamar masing-masing dan istirahat." ucap pak Daniel masuk ke kamar terlebih dahulu.


__ADS_2