
Tiara mengikuti nya ke kamar mandi.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu mual-mual?" tanya Tiara sambil memijat-mijat punggung Mile. Mile menggeleng kan kepala nya.
"Seperti nya saya masuk angin.' ucap Mile. Tiara membantu Mile berjalan ke kasur.
"Nih oleskan ke perut kamu." ucap Tiara memberikan minyak kayu putih. Mile mengambil nya mengoles kan ke perut nya.
"Huff ini sangat menyiksa sekali." batin Mile.
Tidak beberapa lama datang Tiara membawa Air hangat.
"Minum dulu. Siapa tau bisa sedikit lega." ucap Tiara. Mile menatap wajah Tiara yang penuh kekhawatiran.
Dia mengingat di saat Tiara mual-mual dia sangat jarang membantu nya. "Terimakasih." ucap Mile mengambil minum dari tangan Tasya.
Mile mengambil nya dan meminum Sampai habis. "Kenapa kamu mual-mual yah? Seperti orang Hamil saja, sementara aku yang lagi hamil." ucap Tiara.
Mile hanya diam saja. "Saya sudah baikan," ucap Mile beranjak mau mandi mengambil handuk.
"Kamu sudah pucat seperti itu masih tetap mau Kantor?" tanya Tiara. Mile mengangguk. "Saya baik-baik saja." ucap Mile langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Tiara Menghela nafas panjang melihat suaminya itu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa akhirnya dia menyiapkan pakaian untuk suami nya.
Setelah selesai dia keluar. "Selamat pagi Tante." sapa Lena.
"Pagi juga, bagaimana dengan badan kamu sudah baikan?" tanya Tiara.
"Sudah tante, makasih yah sudah kasih aku obat." ucap Lena. Tiara mengangguk.
Tiara melihat Keponakan Suami nya seperti biasa membantu Bibik di dapur.
Setelah selesai sarapan Mile dan Keponakan nya sampai di kantor, namun sebelum ke kantor Mile berhenti dulu menemui papah nya. Setelah Selesai urusan dengan papah nya dia pun melanjutkan perjalanan ke kantor nya.
Sampai di kantor, seperti biasa Staf membawa kan kopi pada bos nya.
"Silahkan di minum pak." ucap Staf, namun tiba-tiba Mile menutup hidung nya karena bau kopi itu menyengat sekali dan dia tidak suka.
"Kopi apa ini? Kenapa sangat bau? Bawa itu Keluar!" ucap Mile. staf itu langsung kebingungan karena biasanya bos nya tidak pernah protes, akhirnya dia membawa keluar.
"Ganti kopi itu dengan Susu panas." ucap Mile.
__ADS_1
"Baik Pak. Saya permisi Dulu." ucap staff.
Mile memegang kepala nya yang tiba-tiba pusing sekali.
"Apa ini? Kenapa semakin parah?" ucap nya dia meminum obat sakit kepala namun tidak ada hasil nya Sama sekali. Tidak beberapa lama Staf datang membawa Susu dalam satu gelas.
"Biasa nya bapak tidak minum susu putih seperti ini, bapak yakin mau meminum nya?" tanya Staf. "Humm saya yakin, kamu keluar lah." ucap Mile mengusir Staf itu.
Dia langsung berlari ke kamar mandi setelah Staf itu keluar.
"Uwekk-uwekk!! Dia tidak berhenti mengeluarkan semua isi perut nya sampai badan nya lemas dan wajah nya sangat pucat.
Dia menelpon bodyguard nya membantu nya keluar dari ruangan nya untuk ke rumah sakit. Semua orang yang melihat bos nya pucat menjadi khawatir namun mereka tidak bisa melakukan apapun.
Tidak beberapa lama sampai di rumah sakit.
"Ada yang bisa saya bantu Pak Mile? Kenapa Anda terlihat sangat pucat? Apa operasi kemarin infeksi?" tanya dokter.
"Ini berbeda dok, akhir-akhir ini saya sering sakit kepala tiba-tiba dan badan tidak fit seperti biasa bahkan hari ini saya tidak berhenti mual." ucap Mile.
"Saya periksa dulu yah Pak." ucap dokter. Mile di berikan obat dan juga di suntik sesuai permintaan Mile.
"Tidak ada yang sakit Pak, semua nya Sehat, hanya butuh istirahat banyak saja dan jangan memaksakan diri." ucap dokter. .
"Ini hal yang biasa di hadapi bagi suami. Karena Istri nya sedang mengandung." ucap dokter.
"Apa ngidam istri saya pindah kepada saya?" tanya Mile.
"Lebih tepatnya seperti itu Pak, itu adalah ikatan janin yang di dalam kandungan istri bapak pada Ayah nya." ucap dokter.
Setelah itu itu dia pun pergi keluar dari rumah sakit sambil memikirkan kembali penyakit nya. "Apa yang terjadi pada saya? Kenapa bisa seperti ini?" ucap Mile.
Tiba-tiba dia melewati Mangga Muda yang di jual tepi jalan.
"Berhenti!" ucap Mile pada supir.
Supir menekan rem mendadak. "Ada apa pak?" tanya supir dengan khawatir.
Mile langsung turun, supir mengikuti nya.
Supir itu seketika terheran melihat Mile yang memilih buah Mangga.
__ADS_1
"Apa bapak membeli nya untuk Buk Tiara?" tanya supir. Mile menggeleng kan kepala nya. "Untuk saya!" ucap Mile. Supir itu segera membayar dan membawa ke dalam mobil buah yang di pilih oleh Mile.
Mile meminta supir untuk mengupas mangga tersebut.
"Humm ini sangat enak." ucap Mile.
Supir hanya melihat namun dia yang merasakan asam dari Mangga tersebut.
"Ada apa dengan pak Mile Sekarang? Tadi hampir saja dia mau pingsan, sekarang sudah aneh saja." batin supir tersebut.
"Kita Kemana sekarang pak?" tanya Supir. "Kembali ke Rumah, saya tidak sanggup lagi kembali ke kantor." ucap Mile.
Akhirnya supir membawa bos nya pulang.
"Non Tiara! Non! Den Mile Sudah pulang." ucap Bibik Ja.
Tiara yang baru saja selesai Mandi langsung membuka pintu.
"Den Mile sudah pulang Non." ucap Bibik.
"Loh kenapa sangat cepat? apa ada sesuatu yang ketinggalan?" tanya Tiara. Bibik Ja menggeleng kan kepala nya.
Tiara langsung turun ke bawah. Dia melihat suaminya di bantu berjalan oleh Supir. "Apa yang terjadi?" tanya Tiara langsung membantu suami nya Duduk di sofa.
"Saya tidak tau pasti Buk, namun tiba-tiba bapak muntah-muntah, dan pusing." ucap supir.
"Apa sudah di periksa ke dokter?" tanya Tiara. "Sudah Buk." ucap supir.
"Ya sudah kamu kembali saja, biar saya yang mengurus nya." ucap Tiara. Supir menginyakan dia langsung keluar dari rumah itu namun tidak beberapa lama kembali membawa barang-barang Bos nya yang ketinggalan di dalam mobil.
"Pak Mile tiba-tiba membeli buah ini begitu banyak, saya takut perut nya sakit Buk." ucap Supir.
Tiara melihat buah yang muda-muda bahkan dia saja tidak berselera melihat nya.
"Untuk apa buah seperti ini?" tanya Tiara, Supir juga kebingungan. Setelah supir pergi Tiara memberikan suami nya Air minum.
"Huff kepala saya sangat pusing." ucap Mile. Tiara bingung mau melakukan apa.
"Kamu ke kamar aja yah, biar bisa istirahat." ucap Tiara.
Mile mengangguk dia berdiri dan di Bantu oleh Tiara berjalan ke kamar.
__ADS_1
Tiba-tiba dia mual dan membuat baju Tiara kotor.
"Ya ampun Mile, kamu lihat-lihat dong, kamu sengaja yah." ucap Tiara merasa Kesal dengan Mile.