Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 43


__ADS_3

"Non Tiara ngapain?" tanya Bibik kaget.


"Bik boleh bantuin aku bagaikan cara membagus kan semua pakaian ini?" tanya Tiara.


"Boleh Non, bawa saja semua ke sini." ucap Bibik. Alisa pun membantu Tiara, dia tidak mau banyak tanya karena kelihatan nya Tiara sangat Sedih.


Mereka bekerja sama untuk mambantu Tiara.


"Hum cukup banyak yang rusak yah." ucap Bibik. Tiara menunduk sedih.


"Seharusnya Non Tiara tidak mencuci dengan mesin Cuci harus dengan tangan, nanti Bibik ajarin yah." ucap Bibik Ja. Tiara mengangguk.


"Oh iya non, Jangan sedih kalau den Mile marah karena Baju nya." ucap Bibik Ja.


"Den Mile sangat menghargai semua Barang-barang yang di beli pakai uang nya sendiri, dia sama sekali tidak pernah menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting. Dia memang perhitungan namun tidak pelit." ucap Bibik Ja.


Tiara hanya diam saja. Setelah selesai Tiara menyusun nya ke kamar. Dia merapikan kamar.


"Kamu mau keluar menenangkan Fikiran?" tanya Alisa. Tiara mengangguk.


"Temanin aku yah, aku tidak ingin sendiri." ucap Tiara. Alisa mengangguk.


Mereka pun pergi Tanpa pamit pada Bibik karena kalau Bibik tau dia pasti di larang.


Malam hari nya.


"Huff Sangat melelahkan hari ini Kak. Om Mile benar-benar kelewatan." ucap Vandi.


"Ini hanya permulaan bagi kalian, sekarang mandi dan istirahat lah di kamar masing-masing." ucap Mile. Mereka menginyakan dan masuk ke dalam kamar.


Mile melihat Bibik Ja.


"Kami sudah makan di luar bik, tidak perlu Masak banyak untuk kami." ucap Mile. Bibik Ja mengangguk. Mile melihat ke sekeliling dia tidak melihat istrinya.


"Den Mile mencari non Tiara?" tanya Bibik. Mile mengangguk.


"Kemana dia? Apa dia tidak keluar kamar untuk membantu Bibik?" tanya Mile.


"Dia keluar dengan teman nya tadi Den, seperti nya mengantarkan teman nya. Tapi mereka sudah pergi dari pagi tadi." ucap Bibik.


"Kenapa Bibik mengijinkan nya?" tanya Mile.


"Humm saya tidak tau mereka pergi Den."


"Saya juga sudah berusaha mengabari den Mile, namun den Mile kelihatan nya sangat sibuk." ucap Bibik Ja.


Mile mengambil ponsel nya yang ketinggalan di dalam mobil dia melihat banyak notifikasi dari Bibik Ja, ada notifikasi uang masuk.

__ADS_1


Ternyata Tiara juga mengirimkan nya pesan.


"Aku sudah menukar uang yang aku pakai kemarin. Aku minta maaf sudah memakai nya Tampa ijin. Aku tidak pulang hari ini jangan menunggu dan meminta pengawal mencari ku." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang.


"Den Mile jangan terlalu keras pada Non Tiara. Bukan nya saya membela non Tiara, tapi dia.." namun belum selesai berbicara Mile langsung pergi ke kamar nya.


Dia melihat kamar sudah rapi tidak ada satu pun kain yang berserakan di lantai.


Dia tidak melihat semua jas baru itu dia mencari di lemari nya namun tidak ada dia menemukan satu lembar surat.


"Aku sudah berusaha untuk memperbaiki semua nya, Aku akan belajar untuk mencuci nya, sekarang sudah bisa di pakai lagi." isi surat itu.


Mile duduk di pinggir kasur. Dia melihat pewangi ruangan juga sudah di ubah jadi kesukaan Mile.


Mile melihat minyak kayu putih di atas meja. Dia juga melihat kartu yang di tinggal oleh Tiara.


"Dia tidak berhenti membuat beban fikiran ku!" ucap Mile.


Mile mengambil ponsel nya dan mengirim kan pesan pada Tiara.


"Segara pulang kalau tidak saya akan Akan melaporkan pada orang tua kamu." ancam Mile. Tidak beberapa lama langsung di balas oleh Tiara.


"Aku hanya ingin sendiri, silahkan saja beritahu mereka, mereka tidak akan perduli." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.


Mile langsung meminta pengawal nya mencari istri nya, itu bukan hal hal yang sulit baginya. Tidak beberapa lama dia mendapatkan laporan.


"Om Mau kemana lagi?" tanya Riska. "Menjemput istri Om." ucap Mile langsung pergi meninggalkan rumah itu.


"Tok!! Tok!! Tok!!" bunyi ketukan pintu. Alisa membuka pintu.


"Pak Mile." ucap Alisa karena dia yang membuka pintu. Ternyata Tiara menginap di rumah Alisa.


"Di Mana Tiara?" tanya Mile.


"Seperti nya dia kurang enak badan pak, dari tadi siang dia tidur terus di kamar dan tidak mau makan." ucap Alisa.


"Boleh antar kan saya ke sana?" Alisa mengangguk. Mile di ijinkan masuk oleh Alisa ke dalam kamar nya.


"Kamu kenapa belum tidur Alisa?" tanya Tiara dengan suara serak, dia membalik kan badan namun ternyata itu adalah Suami nya.


"Ayo pulang!" ajak Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


Mile menoleh ke arah Alisa. Alisa paham dia langsung keluar.


"Jangan membuat saya membentak kamu lagi! Sekarang pulang." ucap Mile dengan nada yang sangat memaksa.

__ADS_1


"Aku ingin di sini, aku tidak mau pulang." ucap Tiara.


"Pulang saya bilang." ucap Mile.


Mile mau menarik tangan Tiara namun tiba-tiba Tiara menghindar.


"Jangan mencoba membuat saya malu di depan Teman dan keponakan saya karena sifat kekanak-kanakan kamu Tiara! Saya hanya mengatakan seperti itu kamu langsung pergi dari rumah? Umur kamu saja yang sudah tua namun masih seperti anak kecil." ucap Mile.


Mile membantu Tiara untuk duduk.


"Aku tidak mau, aku takut." ucap Tiara dengan nada takut sambil meringkuk.


Dia berusaha menutupi Air mata nya. Mile tetap memaksa Tiara untuk duduk.


"Auhh sakit." ucap Tiara. Mile langsung memegang perut Tiara. "Sakit." ucap Tiara. Tiara memaksa untuk bangun.


"Kamu harus pulang agar bisa minum obat, kamu juga tidak makan." ucap Mile.


Akhirnya Tiara mau pulang.


"Alisa makasih yah sudah mau nemenin aku. Aku mau pulang dulu." ucap Tiara.


"Kamu yakin Tiara?" tanya Alisa. Tiara mengangguk.


Di dalam mobil Tiara tidak berhenti meringis kesakitan.


"Kamu sengaja yah kamu membunuh janin yang di dalam perut kamu? Kamu tidak mau mengandung anak saya?" tanya Mile.


Tiara terdiam kaget dengan kata-kata Mile.


"Kamu sengaja tidak Makan, sengaja melewatkan minum obat, bahkan tidak pernah Makan yang bervitamin." ucap Mile.


"Aku tidak pernah berniat seperti itu!" ucap Tiara.


"Bagus kalau begitu, karena kalau anak saya meninggal ataupun cacat kamu akan terima akibat nya!" ucap Mile mengancam Tiara.


Tiara hanya bisa diam.


"Baiklah kita harus membuat perjanjian mulai dari sekarang." ucap Mile.


"Perjanjian apa?" tanya Tiara. "Kita Akan terus bersama sampai anak itu lahir, setelah anak itu lahir kamu bisa memutuskan mau tetap tinggal atau pergi namun Anak itu akan tinggal dengan saya." ucap Mile.


Tiara menatap Mile.


"Kamu pikir itu adalah pilihan yang mudah? Apa kamu pikir Aku bisa bertahan selama itu?" ucap Tiara.


"Tidak ada pilihan, karena kita sudah terlanjur menikah dan kamu sudah hamil." ucap Mile.

__ADS_1


__ADS_2