Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 29


__ADS_3

Mile melihat jam. "Tidur lah lagi, aku minta maaf sudah mengganggu." ucap Tiara. Mile melihat Tiara kembali ke kasur.


Tiara mengoleskan minyak kayu putih ke badan nya, Mile melihat ada Koyok juga di pinggang Tiara.


Setelah cukup mengoleskan minyak kayu putih dia berbaring lagi dengan tenang di tempat tidur nya.


Tidak terasa satu jam Tiara tidur dia terbangun karena alarm nya. Dia langsung bangun melihat ke tempat tidur Mile namun Mile sudah tidak di sana lagi, bahkan tempat tidur nya sudah terlipat rapi.


Tiara mendengar suara percikan air di kamar mandi.


"Ini baru jam enam dia sudah mandi saja." batin Tiara, dia menurunkan kaki nya dari kasur dia baru sadar selimut yang di pakai nya karena biasanya dia tidak pernah berselimut dengan baik sampai pagi.


Tidak beberapa lama Mile Keluar dari kamar mandi. Dia melihat pakaian Tiara sedang menggelegah lemari baju kerja nya.


"Kamu sudah keluar? Aku tidak tau kamu pakai apa sekarang, tapi seperti nya ini lebih bagus." ucap Tiara memilih kan jas warna coklat kemeja putih dan juga celana coklat.


"Ini sangat cocok untuk kamu." ucap Tiara. Mile mengambil nya dan memasang nya.


Tiara merapikan kerah kemeja Mile. "Seperti ini sangat bagus." ucap Tiara. Mile memberikan dasi pada Tiara.


"Untuk apa?" tanya Tiara.


"Pakai kan." suruh Mile. Tiara mengambil dan langsung menggayutkan Dasi di leher Mile.


Tiara terlihat sangat kebingungan. Tiba-tiba Mile memegang tangan Tiara mata mereka bertemu. Saling tatapan membuat jantung kedua nya berdetak kencang.


Mile menuntun tangan Tiara untuk memasang Dasi. Tidak beberapa lama akhirnya selesai.


"Ini tidak rapi." ucap Tiara. "Kamu harus lebih banyak belajar." ucap Mile. "Untuk apa aku belajar memasang Dasi? Kan kamu bisa sendiri." ucap Tiara sambil merapikan kembali pakaian suaminya.


Tiba-tiba Mile menutup pintu lemari, Tiara kaget dan berbalik ternyata Mile sudah mengurung di kedua tangan nya.


"Kamu adalah istri ku, tugas kamu sebagai istri harus melayani suami, merawat suami dan juga mengurus semua kebutuhan nyo." ucap Mile ke telinga Tiara.

__ADS_1


"Aku menikah dengan kamu bukan karena aku mencintai kamu, aku sama sekali tidak mencintai kamu, dan aku tidak mau jadi Pembantu kamu." ucap Tiara melawan.


Mile tertawa jahat.


"Lalu kalau kamu tidak mencintai ku kenapa kamu dengan sengaja memasukkan obat perangsang di dalam minuman ku? Saya yakin kamu sangat terobsesi dengan saya." ucap Mile.


Tiara terdiam karena Dia berfikir Mile tidak tau tentang itu.


"Kamu jangan mencoba untuk membodohi saya, saya tau akal-akalan kamu!" ucap Mile.


Tiara sudah gemetar dia takut kalau rahasia nya juga di tau oleh Mile. "Jangan mencoba untuk menipu saya karena saya tidak akan tertipu." ucap Mile.


Mile melepaskan Tiara dia memasang Jam tangan, mengambil ponsel dan juga tas kerja nya.


"Siap kan saya sarapan." suruh Mile. Tiara pun mengikuti Mile turun ke bawah.


Sebelumnya Tiara memanggang roti dan membuat kan Kopi untuk Mile. "Kata Bibik kamu sangat jarang makan. Bagaimana kalau kandungan kamu kenapa-kenapa? Kamu harus makan dengan teratur." ucap Mile.


Mile Menatap Tiara. "Makan ini! Kamu harus mempunyai tenaga untuk marah-marah, melawan dan juga menentang semua nya kata-kata saya." ucap Mile membuat Roti ke piring Tiara.


"Tau seperti ini aku tidak akan mau mengikuti permintaan orang tua ku, aku akan kabur, karena yang aku lakukan sekarang adalah kesalahan terbesar ku." ucap Tiara.


"Lebih baik kamu tidak perlu pulang. Seandainya kamu tidak pulang aku pasti tidak akan seperti ini, setiap menit setiap melakukan sesuatu pasti salah Mulu dan lihat cara kamu Menatap ku, kamu seperti menatap orang yang paling kamu benci." ucap Tiara.


. Tiara langsung meninggalkan meja makan. Mile melihat roti yang tidak jadi di makan oleh Tiara. Dia segera menghabis kan kopi nya dan juga roti nya.


"Saya berangkat kerja, hari ini jangan mencoba untuk keluar karena di luar masih berbahaya." ucap Mile pada Tiara yang duduk di ruang tamu. Tiara tidak menjawab nya.


"Kamu dengar gak saya ngomong?" tanya Mile.


"Iyah, aku tidak Akan kemana-mana." ucap Tiara.


Mile pun berangkat kerja. Melihat Mile pergi dia beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Baru saja dua Minggu pernikahan aku sudah sangat bosan, aku mau pisah saja bawaan nya." ucap Tiara.


Tiara kembali ke kamar dan langsung tidur lagi, dia hanya ingin bermalas-malasan hari ini.


Pak Daniel yang baru dapat pesan dari Bibik pagi ini membuat nya tercengang dia sangat kaget dia juga sangat senang.


Dia memberi tahu istri nya. Ternyata Keluarga nya juga sangat senang. "Pah hari ini kita harus datang memberikan hadiah pada Tiara dan Mile. Kita harus menyambut calon Tuan muda keluarga Minor." ucap istri nya pada pak Daniel.


"Tunggu yah mah, papah telpon Mile dulu." ucap pak Daniel. Mile yang sedang dalam perjalanan melihat ponsel nya berdering.


"Selamat pagi Pah, ada apa?" tanya Mile.


"Kenapa kamu tidak mengabari kalau istri kamu hamil? pokoknya hari ini papah sama Mamah kamu mau ke sana." ucap Pak Daniel.


"Besok saja Pah, sekarang keadaan nya tidak mengijinkan aku takut papah kenapa-kenapa di jalan." ucap Mile.


"Aku juga minta maaf tidak mengabari papah sebelum nya, aku pikir Bibik Ja sudah mengabari." ucap Mile.


"Papah sangat senang sekali, papah baru cek ponsel papah tadi." ucap pak Daniel. Mile tersenyum tipis saja.


"Baiklah Pah, kalau begitu aku akan mengabari papah kalau keadaan nya sudah membaik, aku sedang dalam perjalanan ke Kota Mai, aku harus menemui klien Papah ke sana." ucap Mile.


"Baiklah nak, kamu hati-hati di jalan." ucap pak Daniel. Pak Daniel mematikan ponsel. Dia terlihat sangat senang sekali, tidak berhenti dia mengabari saudara dekat nya.


Mile sudah sampai di sana, dia di kawal oleh banyak bodyguard.


"Akhirnya kamu datang juga, silahkan duduk." ucap pria yang memegang Rokok di tangan nya berpakaian warna merah Tua.


"Saya dengar satu Minggu yang lalu kamu mengalah kan keluarga Kin, jadi saya mau ngajak kamu untuk bekerja sama, saya yakin ini akan menguntungkan untuk kamu dan papah kamu." ucap pria itu.


"Saya pikir anda tidak perlu lagi bekerja sama dengan Papah saya, karena dulu anda yang menipu keluarga saya dan juga menjerat kan Keluar saya." ucap Mile.


"Itu adalah masa lalu, sekarang saya dengan papah kamu sudah berbaikan." ucap pria itu, namun tetap saja Mile dengan ekspresi datar nya.

__ADS_1


__ADS_2