
Malam itu Mile tidak pulang ke rumah. Tiara duduk di ruang tamu sambil melihat ke arah pintu luar.
"Kenapa dia belum pulang yah?" batin Sophia.
Dia terus melihat keluar namun tidak ada tanda-tanda kalau Mile akan pulang.
Karena sudah jam sebelas malam Tiara memutuskan untuk pergi ke kamar, sebelum pergi dia menutup pintu dan kembali ke kamar nya.
Keesokan harinya Tiara bangun pagi karena dia mual tiba-tiba. Dia melihat Mile tidak ada di kasur.
"Seperti nya dia tidak pulang." ucap Tiara. "Kalau seperti itu aku juga akan pergi keluar." ucap Tiara dia segera siap-siap untuk segera pergi keluar.
"Non Tiara mau kemana?" tanya Bibik Ja.
"Saya mau keluar dulu bik," ucap Tiara menjawab nya dengan singkat lalu berjalan meninggalkan Bibik itu.
"Tapi bik, Den Mile meminta saya untuk menjaga non Tiara di rumah, bagaimana kalau dia tau non Tiara Keluar tampa seijin nya." ucap Bibik.
"Gak perlu khawatir deh Bik, aku sudah minta ijin pada Mile tadi, dia juga tidak keberatan." ucap Tiara.
"Den Mile belum bisa di hubungi sampai sekarang Non, saya tidak mau non Tiara kenapa-kenapa kalau keluar." ucap Bibik.
"Bibik tidak ada hak untuk melarang saya yah, lebih baik Bibik urus kerjaan Bibik." ucap Tiara menentang.
Bibik terus menahan namun Tiara tidak bisa di tahan. Sampai orang yang di suruh untuk menjaga di luar menahan Tiara namun Tiara bernekat untuk keluar.
"Jangan keluar Non, di luar sangat berbahaya untuk non Tiara." ucap bodyguard itu.
"Jangan terlalu lebay, aku sama sekali tidak mempunyai musuh, Jangan ganggu jalan ku." ucap Tiara. Tidak ada yang bisa menahan nya mereka pun pasrah.
"Ada-ada saja." ucap Tiara meninggalkan rumah itu. "Sudah seharian penuh aku di rumah, aku sangat Bosan aku ingin mencari suasana yang segar dan tidak memuakkan seperti di rumah itu." ucap Tiara.
Sebelum Ke tujuan nya untuk membeli Pizza dia terlebih dahulu mengisi minyak mobil nya. Setelah itu pergi dari sana.
"Akhirnya aku bisa makan ini juga, aku sangat menginginkan nya." ucap Tiara dengan sangat menikmati dia memakan habis pizza yang di pesan nya.
Dia memakan di mobil karena dia malu jika ada yang melihat nanti kerakusannya.
Setelah dari sana dia pun keluar dari sana, namun tiba-tiba dia merasa aneh karena dari tadi mobil yang di belakang membuntuti nya.
__ADS_1
"Mobil hitam itu dari tadi mengikuti ku mulai dari Pon bensin, apa yang dia mau." ucap Tiara. Dia melajukan mobilnya cukup cepat karena dia takut, namun mobil itu juga mengikuti nya.
Tiara berusaha untuk tidak panik agar mobil yang di belakang tidak curiga, saat di jalanan sepi Tiara melajukan mobil begitu cepat, namun mobil hitam itu mengimbangi nya.
Tiara semakin panik, namun tiba-tiba Bodyguard yang tadi di rumah datang tepat waktu dia berhenti di depan mobil hitam itu.
Tiara juga tiba-tiba mendadak rem nya.
"Aaaa," dia berteriak. Dia melihat keluar sudah ada pertarungan antara Bodyguard Mile dengan penjahat yang berpakaian serba hitam dan menutupi wajah mereka.
Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam mobil.
"Siapa kamu? Keluar dari mobil saya." ucap Tiara.
"Tenang non Tiara, ini saya supir pak Mile, ini tempat yang tidak aman lebih baik non Tiara segera pergi dari sini. Gunakan ini untuk berjaga-jaga." ucap Pria itu memberikan senjata api pada Tiara dan meminta Tiara pindah dia mengamankan bos wanita nya itu.
"Siapa mereka? Kenapa tiba-tiba mereka menyerang kita?" tanya Tiara. "Mereka adalah anggota keluarga Tuan Kin. Mereka adalah musuh terbesar Pak Daniel dan Juga Tuan muda Mile."
"Kenapa mereka bermusuhan?" tanya Tiara.
"Persaingan bisnis." Tiara terdiam.
"Tuan muda sedang berada di Kediaman keluarga Minor. Itu adalah kediaman yang teraman, dia sedang membahas bisnis di sana." ucap Pria itu.
Tiara menghela nafas panjang.
"Kenapa Aku yang di incar oleh mereka?"
"Semua anggota keluarga Minor akan dalam bahaya saat bepergian sendiri." Tiara mendengar itu jadi takut.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah. Tiara baru sadar kalau ternyata sekeliling rumah itu di penuhi bodyguard yang berbadan besar wajah sangar.
"Sekarang Tuan muda meminta Non Tiara di rumah saja."
Tiara keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam.
Masuk dia langsung memeluk Bibik Ja.
"Non Tiara baik-baik saja kan non? Bibik sangat khawatir." ucap Bibik Ja. "Aku menyesal Keluar Bik, aku minta maaf tidak mendengar kata-kata Bibik." ucap Tiara.
__ADS_1
"Tidak apa-apa non, sekarang non Tiara untuk sementara harus diam di rumah dulu." ucap Bibik. Tiara mengangguk.
"Oh iya bik, apa benar kalau Mile baik-baik saja?" tanya Tiara.
"Bibik tidak tau keadaan Den Mile, tapi dia selalu di kelilingi bodyguard yang hebat." ucap Bibik.
"Non Tiara harus tau kalau pebisnis seperti pak Daniel dan juga Den Mile selalu mempunyai banyak musuh, kita sebagai orang yang bersangkutan pasti akan terkena imbas nya.,x ucap Bibik.
"Ayah saya Juga pebisnis bik, tapi bukan seperti ini." ucap Tiara. "Nanti non Tiara Akan tau sendiri." ucap Bibik Ja.
Satu Minggu kemudian...
Tiara baru saja selesai berenang.
"Huff rumah ini memang sangat luas, rumah ini juga banyak kejutan nya dan bahkan sangat lengkap tapi cukup membosankan kalau tidak bisa bertemu teman-teman ku, aku juga ingin minum alkohol." ucap Tiara sambil duduk di kursi pinggir kolam.
Dia menatap ke gerbang tinggi.
"Aku membenci tembok itu, aku benci hidup seperti di penjara seperti ini." ucap Tiara kesal.
"Sudah Tujuh hari Mile tidak pulang ke rumah, saat dia kembali aku harus berpura-pura hamil anak nya dan memberikan hasil tes kehamilan pada nya, tapi bagaimana bisa aku pergi membeli alat nya?" batin Tiara.
Dia pun kembali ke kamar untuk menukar pakaian nya.
"Non Tiara mau makan siang? Bibik akan membuat nya." ucap Bibik Ja.
Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Saya boleh minta tolong gak bik?" tanya Tiara.
"Boleh non, apa yang bisa saya bantu?" tanya Bibik Ja.
"Bantu saya untuk keluar membeli sesuatu Keluar." ucap Tiara. "Tidak bisa Non, di luar masih sangat bahaya, biar saya saja yang keluar membeli barang yang akan non Tiara beli." ucap Bibik.
"Humm gimana yah bik." ucap Tiara..
"Bilang saja non, saya akan keluar." ucap Bibik.
"Aku mau membeli tespek bik." ucap Tiara. Bibik itu terlihat terkejut sehingga dia Terdiam sejenak
__ADS_1