
"Kebetulan papah ku mengenal baik Pak Daniel, aku tau banyak tentang itu dari Papah ku juga." ucap Alisa. "Oohh." ucap Tiara. Namun tiba-tiba bel berbunyi.
"Biar saya saja Non." ucap Bibik dia langsung berjalan ke arah pintu dan melihat siapa yang datang.
"Siapa yang datang bik?" tanya Tiara.
Tiara dan Alisa menoleh ke arah Tamu yang datang.
"Kak Rafi." ucap Tiara. Alisa langsung berdiri.
Rafi melihat Alisa dia juga jadi diam.
"Kakak kenapa? tumben banget pagi-pagi ke sini, ada apa?" tanya Tiara mendekati Kakak nya itu.
Rafi tiba-tiba memeluk Tiara. Tiara kebingungan.
"Ada apa dengan kakak?" tanya Tiara. Tiara membawa Rafi Duduk di ruang tamu. "Aku rasa aku harus pulang Tiara, aku permisi yah." ucap Alisa.
Tiara mengangguk, Alisa pun meninggalkan rumah Tiara.
"Ada apa kak?" tanya Tiara. Dia melihat pipi Rafi yang sedikit memar.
Seketika Tiara langsung paham. "Kakak ribut dengan Ayah dan Ibu?" tanya Tiara. Rafi menganguk.
Alisa menoleh ke arah belakang dia melihat Rafi yang menangis, namun dia tidak bisa lama-lama di sana itu juga bukan urusan nya namun dia merasa sangat khawatir karena Rafi.
"Ada apa yah dengan dia? Kenapa dia kelihatan nya sangat sedih?" ucap Alisa. Setelah itu dia pun meninggalkan rumah itu.
Tiara mengelus punggung Rafi memeluk nya.
"Kakak jangan terlalu memikirkan nya, kakak akan pusing sendiri." ucap Tiara.
"Bagaimana kakak tidak memikirkan nya Tiara? Ibu dan ayah sekarang sudah sangat marah pada kakak." ucap Rafi.
Tiara mencoba menenangkan kakak nya.
"Yang sabar yah kak." ucap Tiara. Dia tidak bisa mengatakan apapun selain menenangkan kakak nya.
Rafi menangis di pelukan Tiara. Dia minum agar lebih tenang terlebih dahulu.
Tidak beberapa lama dia sudah lebih tenang. Tiara memegang tangan Rafi. "Kalau kakak ingin istirahat, istirahat saja di sini." ucap Tiara.
"Ayah dan Ibu ingin kakak dengan Enjel bertunangan dengan cepat." ucap Rafi. "Kapan?" tanya Tiara. "Secepatnya." ucap Rafi.
__ADS_1
"Bukan kah sebelum nya kakak tidak protes kapan kakak akan bertunangan atau menikah dengan Enjel?" ucap Tiara.
Rafi terdiam. "Apa kakak tidak bisa melupakan Alisa?" tanya Tiara.
Rafi menundukkan kepalanya.
"Baiklah aku paham." ucap Tiara.
"Tapi kakak sudah memutuskan untuk meninggalkan dia, melupakan perasaan kakak pada nya." ucap Rafi. Tiara tidak tau jelas seperti apa, namun dia tidak mau banyak tanya.
Namun tiba-tiba Mile datang bersama bodyguard nya. Mile melihat Tiara mau mendekati nya namun Tiara menggeleng kan kepala nya.
Mile melihat Rafi dia langsung paham. Tiara meminta nya untuk masuk terlebih dahulu. "Kalau begitu kakak istirahat dulu yah. Lihat lah kakak sangat pucat sekali." ucap Tiara.
Rafi menganguk. Rafi berbaring di sofa untuk mengistirahatkan tubuh nya.
"Kakak aku ke kamar dulu yah." ucap Tiara. Rafi menganguk.
Setelah itu dia pun langsung pergi ke kamar.
Dia membuka pintu kamar melihat Mile yang duduk di pinggir kasur.
"Aku menunggu kamu dari kemarin, namun kamu sama sekali tidak memperdulikan aku, dan sekarang kamu tiba-tiba pulang Tampa berkabar." ucap Tiara.
"Saya tidak sempat memegang Ponsel saya, saya minta maaf." ucap Mile. Dia mendekati Tiara yang memasang wajah cemberut.
"Berhenti lah memasang wajah cemberut, saya sangat merindukan kamu." ucap Mile. Tiara menatap mata suami nya.
"Aku juga sangat merindukan kamu." ucap Tiara langsung memeluk Mile. Mile juga langsung memeluk Tiara.
"Saya tidak bisa melupakan kamu sedetik pun, saya sangat merindukan kamu." ucap Mile.
"Humm terlalu berlebihan sekali." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang karena di ledek istri nya.
"Apa kamu membawa oleh-oleh untuk ku? aku menunggu oleh-oleh dari kamu." ucap Tiara.
Mile menunjukkan tas belanja yang ada di atas kasur.
"Wahh banyak banget, ini semua untuk aku?" tanya Tiara, Mile menganguk.
"Terimakasih yah." ucap Tiara. Mile menganguk.
Tiara langsung memeriksa nya.
__ADS_1
"Kak Rafi kenapa bisa di sini?" tanya Mile. Tiara menghentikan membuka oleh-oleh nya dia duduk di pinggir kasur sambil memasang wajah murung campur sedih.
"Apa dia ada masalah? Tidak biasa nya saya melihat dia menangis datang ke sini." ucap Mile. "Ibu dan ayah sudah menjodohkan kak Rafi satu tahun yang lalu. Dan sekarang ibu dan ayah meminta mereka untuk bertunangan." ucap Tiara.
"Di jodohkan? Bagaimana bisa?" tanya Mile.
"Sebelum aku di jodohkan sama kamu, kakak ku sudah di jodohkan terlebih dahulu, namun karena Enjel dengan kak Rafi masih ingin melanjutkan karier mereka dan ingin saling mengenal kak Rafi meminta waktu satu tahun." ucap Tiara.
Mile terdiam. "Dan pada nyatanya Kak Rafi tidak bisa mencintai Enjel karena dia memiliki wanita yang dia cintai sampai sekarang, dia terlebih dahulu kenal pada wanita itu dari pada Enjel." ucap Tiara.
"Alisa bukan?" ucap Mile. Tiara menatap suaminya.
"Bagaimana Kamu bisa tahu?" tanya Tiara kaget.
"Beberapa Minggu yang lalu saya sering melihat mereka bersama, bahkan Alisa ke apartemen kakak kamu." ucap Mile.
"Saya memiliki pekerjaan di dekat sana Beberapa Minggu lalu." ucap Mile lagi. "Huff ternyata aku sudah di bohongi oleh mereka." ucap Tiara.
"Mereka bukan berniat untuk membohongi kamu, hanya saja tidak ingin membuat kamu kefikiran karena kelihatan nya Alisa tidak terlalu suka pada kak Raffi." ucap Mile.
"Aku sudah tau kalau Alisa tidak bisa membuka hati nya pada pria lain. Dia wanita yang cukup sulit untuk jatuh cinta." ucap Tiara.
"Jadi keputusan kakak kamu bagaimana sekarang?" tanya Mile. "aku tidak tau, aku juga tidak mau ikut campur, berurusan dengan ibu, ayah membuat diri kita dalam masalah, aku hanya bisa jadi pendengar untuk kak Rafi." ucap Tiara.
Mile terdiam sejenak.
"Kamu dengan saudara mu sendiri sangat Akrab yah, saling ada dan saling mengerti." ucap Mile.
"Bukan kah pada umumnya harus seperti itu?" ucap Tiara.
Mile tersenyum.
"Saya rasa itu tidak berlaku pada keluarga saya." ucap Mile.
Tiara bingung. "Saya tidak ingin membahas itu lagi." ucap Mile langsung. Tiara menatap nya dengan kebingungan.
Tiara mengelus perut Tiara.
"Sayang.. Apa kamu Merindukan papah? Papah sangat merindukan kamu nak,." ucap Mile mencium perut Tiara.
"Oh iya Aku mau bilang kalau papah menukar dokter kandungan ku." ucap Tiara. "Dia sudah bilang." ucap Mile..
"Lalu bagaimana? Apa kamu setuju? Aku tidak suka pada dokter baru itu karena sangat kasar dan hanya baik di depan papah mertua saja." ucap Tiara.
__ADS_1