Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 53


__ADS_3

Tiara merasa kesal karena dia baru saja mandi dan harus mandi lagi karena muntahan Mile.


"Aaarggghh!!" Mile mengerang kesakitan. "Tolong hilang kan pusing kepala saya." ucap Mile memegang tangan Tiara namun Tiara menepis tangan nya.


"Aku tidak mau!" ucap Tiara meninggalkan Mile dan masuk ke dalam kamar mandi. Di mandi lagi dan menukar pakaian namun setelah keluar dari kamar mandi dia kaget melihat Mile duduk di lantai sambil meletakkan kepalanya di atas kasur.


Dia menghela nafas panjang.


"Apa Sih yang terjadi pada nya?" tanya Tiara, namun ponsel Mile tiba-tiba berbunyi.


"Halo! Mile kamu di man? Kenapa kamu tidak mengerjakan tugas kamu hari? Bagaimana bisa kamu menjadi pemimpin kalau meninggalkan pekerjaan kamu begitu saja!" ucap Pak Daniel marah. Tiara terdiam dia langsung menoleh ke arah Mile.


"Halo! Halo! Papah gak mau tau kamu harus ke kantor sekarang." ucap Pak Daniel dan mematikan handphone nya.


"Kenapa Pak Daniel pemarah dan seperti nya mengekang Mile yah? Padahal Mile belum sembuh total." batin Tiara.


Tiba-tiba ponsel Mile berdering lagi panggilan dari Vandi.


"Halo Vandi, ada apa?" tanya Tiara.


"Loh kok Tante yang jawab? Om Mile nya Mana?" tanya Vandi.


"Tiba-tiba Mile pulang dengan sangat pucat, seperti nya demam, tolong kamu atur di kantor seperti apa, dan juga tolong berbicara dengan Papah kalau Mile tidak bisa ke kantor." ucap Tiara.


"Tapi.. Tapi aku tidak berani berbicara pada Kakek, dia akan Marah besar Jika meninggalkan pekerjaan begitu saja." ucap Vandi.


"Baiklah kalau begitu urus saja pekerjaan kamu, biar Tante yang berbicara pada Papah." ucap Tiara.


Tiara menelpon papah mertua nya.


"Halo Tiara, ada apa nak?" tanya Pak Daniel.


"Humm aku mau menyampaikan kalau Mile pulang ke rumah dengan keadaan lemas, sekarang dia demam jadi dia tidak bisa kembali ke Kantor.' ucap Tiara.


"Loh bagaimana bisa? Apa luka nya infeksi? Tadi sehat-sehat saja." ucap Pak Daniel.


"Aku juga kurang tau Pah, sekarang dia sedang istirahat." ucap Tiara. "Baiklah kalau begitu tolong urus yah nak, papah gak bisa kesana sekarang." ucap pak Daniel.


Tiara menginyakan dan langsung mematikan sambungan telepon.

__ADS_1


"Huff Untung saja Papah mengerti dan membiarkan Mile istirahat." ucap Tiara. "Dari semenjak Keluar dari rumah sakit dia sama sekali tidak istirahat. Bahkan di rumah saja tetap harus bekerja." ucap Tiara.


Dia membangun kan Mile agar tidur di kasur. "Suhu badan nya tidak panas kenapa Bisa seperti ini?" batin Tiara karena luka nya baik-baik saja.


Mile menahan tangan Tiara.


"Jangan pergi. Temani saya tidur." ucap Mile. Tiara melepas kan tangan nya dari Mile.


"Kamu tidur lah dengan tenang, aku masih ada kerjaan yang harus di selesaikan." ucap Tiara. Namun tiba-tiba Mile menarik tangan Tiara dan tidur di kasur.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara. namun Mile tidak menjawab dia Tidur sambil memegang tangan Tiara.


Karena menemani Mile yang tidur dia juga mengantuk, akhirnya dia langsung tertidur meletakkan kepalanya di atas kepala Mile.


Mile membuka mata nya dia melihat Tiara sudah tidur. Dia membenarkan tidur Tiara.


"Kenapa aku tiba-tiba ingin di peluk oleh nya?" batin Mile. Dia mendekat kan badan nya pada Tiara. Dia memandangi perut Tiara.


Mile memberanikan diri untuk mengelus perut Tiara dan benar Saja setelah mengelus perut Tiara dia bisa tenang.


Seketika sakit di kepala nya hilang namun tetap saja badan nya sangat lemas, dia memutuskan untuk berbaring di lengan Tiara.


"Halo kak ada apa?" tanya Tiara.


"Alisa sama kamu gak? Sekarang Kakak ada di depan rumah nya tapi dia tidak ada, security bilang dia tidak pulang tadi malam." ucap Rafi.


"Oohh Alisa bilang kalau Dia ingin ke rumah saudara nya karena hari Senin sudah harus bekerja." ucap Alisa.


"Kapan dia akan pulang ke sini?" tanya Rafi.


"Humm aku juga tidak tau." ucap Tiara.


"Oohh baiklah kalau begitu." ucap Rafi. dia langsung mematikan sambungan telepon.


"Huff dasar! Bisa-bisa nya dia menelpon ku hanya menanyakan keberadaan orang lain bukan bertanya tentang Adik nya sendiri." ucap nya kesal.


Dia melirik ke arah Mile. Dia mengawas kan tangan nya karena sudah keram.


"Huff di mana-mana perempuan yang manja, lah ini suami yang malah tidur di lengan mungil ku." ucap nya. Tiara menarik tangan nya Mile langsung bangun.

__ADS_1


"Maaf aku membangun kamu, tapi tangan ku sudah keram." ucap Mile. Mile hanya diam saja dan kembali menutup mata nya.


Tiara turun dari kasur. "Kamu mau makan di sini atau makan di bawah?" tanya Tiara. Mile tidak menjawab.


"Apa kamu tidak mendengar ku?" tanya Tiara. Dia menggoyangkan badan Mile. Mile menoleh ke arah nya.


"Aku ingin Makan daging sapi." ucap Mile. Tiara menatap heran pada suami nya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa suami nya jadi aneh, bahkan meminta yang tidak masuk akal.


"Kita tidak ada persediaan daging sapi." ucap Tiara. "pesan Saja." ucap Mile.


"Baiklah kalau begitu, tunggu sebentar." ucap Tiara.


Dia pun memesan kan daging sapi. Tidak beberapa lama datang, Tiara terlebih dahulu memberikan Mile Makan walaupun perut nya sudah berisik sekali.


Tiara menunggu Mile Makan namun lagi-lagi Mile mual dan berlari ke kamar mandi.


"Kenapa kamu jadi seperti orang hamil sih? Seperti nya ngidam aku pindah ke Kamu deh, bukti nya sekarang aku biasa-biasa saja." ucap Tiara.


"Humm kata dokter juga begitu." ucap Mile..


"Loh kok bisa pindah ke Kamu, kan gak ada ikatan.." tiba-tiba Tiara berhenti berbicara.


"Ayah sudah lah lupakan saja, ayo lanjut Makan." ajak Tiara.


"Hati-hati! Saya tidak bisa berjalan dengan cepat karena kepala saya pusing lagi." ucap Mile.


Tiara diam-diam tersenyum.


"Huff sekarang kamu harus merasakan apa yang aku rasakan selama aku hamil Muda. Bahkan Seperti nya lebih parah sama kamu." gumam Tiara.


"Kamu membicarakan apa? Saya tidak bisa mendengar nya, badan saya sangat lemas sekarang, tolong hilang kan penyakit ini." ucap Mile..


"Akan tambah sakit kalau kamu mengeluh terus, abaikan saja jangan terlalu di rasakan." ucap Tiara.


"Jangan bercanda Tiara, saya lagi serius." ucap Mile.. Tiara Menghela nafas panjang.


"Percuma saja kamu makan, tetap saja mual, aku ada obat coba di minum dulu setelah itu istirahat, aku yakin rasa sakit, pusing lemas pasti hilang." ucap Tiara. Mile duduk sambil menunggu Tiara memberikan obat yang dia katakan.

__ADS_1


__ADS_2