Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 183


__ADS_3

"Bukan mau mau membicarakan itu. Aku mau membicarakan tentang hubungan kita." ucap Rafi.


Di tempat yang tidak jauh dari mereka ada Alisa yang tidak sengaja baru keluar dari Cafe Dekat sana, dia tidak sengaja melihat mobil Rafi.


"Lohh ini mobil Rafi kan?" ucap Alisa. Dia melihat ke sekeliling tidak ada Rafi, dia penasaran kemana Rafi dia melihat tidak jauh seperti Rafi dan setelah mendekati nya itu benar adalah Rafi.


"Kamu mau membicarakan soal hubungan kita? Ada apa dengan hubungan kita? Semua nya baik-baik saja." ucap Enjel.


"Aku mau jujur sama kamu." ucap Rafi. Enjel tersenyum. "Aku jadi sangat gugup nih karena kamu. Ada apa sih?" tanya Enjel.


"Kamu tau sendiri kan kalau kita ini di jodohkan. Kamu tau juga kalau sudah satu tahun lebih kita saling kenal namun aku tak kunjung bisa dekat dengan kamu." ucap Rafi.


"Ma-maksud kamu apa?" tanya Enjel. "Aku tidak bisa bertunangan dengan kamu, aku tidak bisa mencintai kamu. Aku sudah mencoba nya namun aku tetap tidak bisa." ucap Rafi.


Enjel terdiam air mata nya secara tiba-tiba langsung keluar begitu saja. "Aku mencintai Alisa, kamu sudah tau lama kalau aku mencintai Alisa." ucap Rafi.


"Aku sangat mencintai kamu Rafi, aku bahkan rela menolak semua pria yang mendekati ku hanya karena kamu, aku mencintai kamu tulus dari hati paling dalam." ucap Enjel.


"Maafin aku." ucap Rafi. Dia memegang tangan Enjel.


"Rafi!" ucap Alisa. Dia sangat terkejut melihat Alisa yang sudah berdiri di depan nya.


"Alisa bagaimana bisa kamu di sini?" tanya Rafi.


"Ternyata kamu seperti ini di belakang ku, kamu mengatakan kamu tidak mencintai dia, namun kenapa kamu bisa di sini bersama dia?" ucap Alisa.


"Jangan salah paham dulu Alisa, aku bisa menjelaskan nya." ucap Rafi. Namun Alisa langsung pergi begitu saja.


"Alisa.. Alisa.." panggil Rafi mau mengejar namun tangan nya tiba-tiba di tahan Oleh Enjel.


"Kamu mau kemana? Kita belum selesai, aku tidak menerima pengakuan kamu." ucap Enjel. "Maafin aku Enjel, aku benar-benar tidak bisa mencintai kamu." ucap Rafi.


"Aku sangat mencintai kamu Rafi, aku tidak rela kamu meninggalkan aku begitu saja." ucap Enjel. "Aku harus mengejar Alisa, maafin aku." ucap Rafi melepaskan tangan Enjel dari tangan nya.


Dia pun meninggalkan Enjel begitu Saja.

__ADS_1


"Alisa kamu jangan salah paham dulu." ucap Rafi menahan tangan Alisa yang hendak masuk ke dalam mobil.


"Aku mohon dengerin aku dulu." ucap Rafi. "Aku mendengar semua nya kok." ucap Alisa.


"Maksud kamu?" tanya Rafi. "Aku mendengar pembicaraan kamu dengan Enjel." ucap Alisa. "Kamu jangan salah paham." ucap Rafi.


"Aku hanya berfikir tidak ada gunanya kamu jujur pada Enjel seperti tadi." ucap Alisa. "Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud." ucap Rafi. "Kalau mbak Enjel sudah tau hubungan kita. dia pasti sangat keberatan sekali." ucap Alisa.


"Setidaknya Aku sudah mencoba jujur dengan dia Alisa, aku tidak ingin bertunangan dengan dia." ucap Rafi.


"Aku hanya mencintai kamu." ucap Rafi menggenggam tangan Alisa begitu erat.


Tiba-tiba Enjel datang dan melepas kan tangan Rafi dari Alisa. ""Apa-apaan ini!" ucap Enjel sangat marah dan mendorong Alisa hingga terjatuh ke lantai.


"Enjel! Apa yang kamu lakukan?" ucap Rafi. "Justru aku yang harus bertanya pada kamu, apa yang telah kamu lakukan? Kita sudah mau tunangan." ucap Enjel.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak mencintai kamu, aku hanya mencintai Alisa, jauh sebelum aku kenal dengan kamu. Aku sudah mencintai Alisa." ucap Rafi.


"Aku tidak akan membiarkan ini terjadi, kita harus bertunangan." ucap Enjel. "Maafin aku Enjel." ucap Rafi menolong tangan Alisa.


"Plakk!!!" Dia menampar wajah Alisa sangat kuat sekali.


Namun Yang di kenai oleh nya bukan Pipi Alisa melain kan wajah Rafi. Enjel sangat terkejut karena dia melakukan nya sangat kuat ****.


"Rafi..." ucap Alisa. "Lepaskan tangan kamu, ini semua karena kamu." ucap Enjel menepis tangan Alisa dari badan Rafi.


"Maafin aku Rafi, aku tidak sengaja." ucap Enjel. "Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Alisa, termasuk kamu." ucap Rafi.


Dia langsung menarik tangan Alisa ke arah mobil nya. Dia meminta Alisa masuk. Enjel tidak berhenti mengejar nya namun Rafi sudah kehilangan kesabaran dia meninggal Kan taman itu.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat yang sudah sangat sepi. Rafi menghentikan mobilnya.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Alisa memegang pipi Rafi yang sudah memerah dan ada bekas jari Enjel di sana.


"Aku tidak kenapa-napa, justru kamu yang harus aku lindungi." ucap Rafi. Alisa tersenyum dia memeluk Rafi. "Terimakasih yah." ucap Alisa.

__ADS_1


Rafi menganguk dia memeluk Alisa begitu erat juga.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di apartemen nya.


Sementara Enjel langsung berangkat meninggalkan taman dengan perasaan hancur, emosi dan juga sangat sedih.


Di kediaman Mile..


"Bibik kami pulang." ucap Vandi menyapa Bibik Ja yang sedang menyiram bunga di depan.


"Selamat sore Non ,den." ucap Bibik Ja.


"Tante Tiara mana Bik? Tante belum sembuh juga?" tanya Lena. "Baru saja masuk ke kamar mau mandi Non." ucap Bibik Ja.


Tidak beberapa lama Mile dan Bili baru pulang. "Om Juga baru pulang?" ucap Lena. Mile menganguk.


"Om bawa apa itu?" tanya Lena lagi.


"Ini pesanan Tiara." ucap Mile. "Tante Tiara ngidam lagi yah?" tanya Lena. "Kamu Kepo banget sih Len, lebih baik kamu kepoin tentang kakak saja." goda Bili.


Lena langsung memasang wajah Judes. "Boleh gak Lena aja yang bawa ke kamar Tante Tiara?" tanya Lena pada Mile.


"Biar om Saja, Kalian semua istirahat lah." ucap Mile. "Baik Om." ucap Lena dengan wajah lemas sekali.


Mile masuk ke dalam kamar. Dia meletakkan makanan di atas nakas dan melonggarkan dasinya. Membuka jas setelah itu membuka kancing kemeja di bagian pergelangan tangan.


"Huff kemana dia?" ucap Mile melihat ruangan kosong. Dia juga tidak mendengar suara Air di kamar mandi.


"Tiara.." panggil Mile membuka pintu kamar mandi yang tidak di kunci.


"Aaa!!" Tiara berteriak dia menyiram Suami nya. "Tiara stop! ini saya!" ucap Mile.


"Kamu kenapa masuk begitu saja, aku sedang mandi." ucap Tiara.


"Kamu tidak mengunci pintu, saya pikir kamu tidak ada di dalam." ucap Mile. "Setidaknya ketuk pintu dulu Mile, kamu membuat ku hampir terkena Serangan jantung." ucap Tiara.

__ADS_1


__ADS_2