Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 102


__ADS_3

Dia sungguh sangat takut sekali.


Dia sudah sangat merinding berfikir kalau ada penculik yang datang.


Namun tiba-tiba Pintu kamar terbuka.


"Tolong!!!!!! Aku mohon jangan sakiti saya.." ucap Alisa takut menutup mata nya.


Dan ternyata itu adalah Rafi. "Kamu ternyata Takut juga sendirian di sini." ucap Rafi. Alisa membuka mata nya dia sangat lega melihat itu ternyata Rafi.


"Siapa yang di luar dari tadi sangat berisik?" tanya Alisa.. Tiba-tiba Anjing datang menggonggong. Ternyata yang dari tadi berisik adalah anjing peliharaan Rafi.


"Kamu takut sama anjing? Dia baik kok." ucap Rafi sambil memberikan makanan dan anjing itu pergi.


"Sampai kapan bapak Akan menyekap ku di sini? lepaskan Aku!" ucap Alisa. Rafi Menggelengkan kepala nya.


"Saya tidak Akan melepaskan kamu sebelum kamu mau menjadi kekasih saya." ucap Rafi. "Baiklah aku mau. Tapi lepas kan aku." ucap Alisa.


Rafi tersenyum manis. "Nah gitu Dong. Kamu tidak akan tersiksa lebih lama." ucap Rafi mendekati Alisa.


"Sebelum aku melepaskan kamu, kamu harus janji agar terus setia sama aku, menuruti semua keinginan ku. kalau tidak kamu akan tau akibat nya." ucap Rafi.


"Satu lagi. Tidak ada yang tau hubungan kita berdua." ucap Rafi. Alisa Menghela nafas panjang, tidak ada jawaban lain selain menginyakan semua kata-kata Rafi.


Rafi melepaskan ikatan tangan dan juga kaki Alisa. Semua bekas ikatan itu jadi Luka karena Rafi menjerat nya cukup lama.


"Eits kamu mau kemana?" Rafi menahan tangan Alisa dan duduk di pangkuan Rafi saat Alisa mau pergi.


"Aku mau pulang." ucap Alisa.


"Mulai dari sekarang sampai selamanya kamu harus tinggal bersama saya di sini. Dan selama dua hari kamu tidak boleh kemana pun kalau tidak bersama saya." ucap Rafi.


"Mana mungkin aku di sini? Aku tidak mau." ucap Alisa.


"Apa kamu mau aku Melakukan hal yang tidak kamu suka? Aku Akan Melakukan yang lebih Sadis."' ucap Rafi.


Alisa diam.


"Tidak ada pilihan lain, kamu harus tidur di sini." ucap Rafi. Dia mengendong Alisa Membaringkan nya di kasur. "Kamu harus menjadi kekasih yang baik." ucap Rafi mengelus rambut Alisa namun dia dengan cepat mengawas kan Tangan Rafi.

__ADS_1


Rafi tersenyum dia pun membuka baju nya dan berbaring di samping Alisa, dia membawa Alisa ke pelukan nya.


Sementara Di tempat Tiara dan Mile mereka baru saja pulang jalan-jalan di luar menikmati hiburan malam yang benar-benar sangat meriah sekali.


"Sini saya bantu." ucap Mile pada Tiara yang kesusahan membuka tali sepatu nya. "Gak apa-apa, aku bisa sendiri." ucap Tiara. Namun Mile langsung jongkok dan membuka sepatu istri nya.


"Terimakasih." ucap Tiara. Mile mengangguk dia membawa sepatu ke dalam sebelum masuk mencuci tangan terlebih dahulu.


"Kamu Masih mau makan? saya akan memasak untuk kamu." ucap Mile. Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau tidur saja aku sangat lelah." ucap Tiara. Dia pun meninggalkan Mile di ruang tamu.


Mile melihat istrinya masuk dia pun berjalan ke dapur. Dia ingin memasak sesuatu yang bisa di makan oleh nya, di luar dia sama sekali tidak bisa Makan.


Tiara di dalam kamar nya dia sedang berdiri di depan cermin lemari yang begitu besar.


"Apa yang harus aku lakukan? apa kah aku mempersiapkan diri untuk Mile malam ini? Tapi aku juga tidak mau di pikir wanita yang ganjen." ucap nya.


"Tapi sudah kewajiban seorang istri melayani suami nya, dan aku juga ingin melakukan nya dengan suami ku sendiri, walaupun sebelumnya sudah, tapi itu tidak ada cinta. sekarang ceriynya beda lagi." ucap Tiara.


Dia duduk di pinggir kasur. "Ah sudahlah, biar saja Mile yang minta duluan." ucap Tiara.


Tidak beberapa lama Mile masuk ke dalam kamar. "Humm Tiara apa kamu tidak ingin melakukan sesuatu?" tanya Mile.


Namun setelah di lihat ternyata Tiara sudah tidur. Mile yang dari tadi mengumpulkan Niat untuk bertanya itu namun sia-sia karena istri nya sudah tidur.


"Huff Tiara kenapa kamu sangat cepat tidur." batin Mile.


Mile mendekati istri nya. "Banyak orang bilang kalau lagi hamil muda itu tidak berselera untuk Berhubungan badan. Aku harus sabar menunggu beberapa Minggu lagi sampai Tiara benar-benar siap." ucap Mile dalam hati.


dia menyelimuti Tiara mencium kepala nya. Dia tidak akan Bisa tidur kalau di dekat Istri nya, dia pun tidur di sofa malam ini.


Namun sebelum tidur dia berbicara dengan beberapa Klien nya, partner kerja nya membahas beberapa pekerjaan. Karena tidak bisa bertemu langsung akhirnya mereka bisa berbicara di malam hari saja.


Tengah malam Tiara merabah kasur di sebelah nya kosong. Dia membuka mata nya.


"Loh Mile kemana?" tanya Tiara. Dia bangun. "Apa jangan-jangan dia masih di luar?" ucap Tiara.


Dia langsung keluar.

__ADS_1


"Mile kenapa kamu tidur di sini?" tanya Tiara. "Humm kenapa kenapa kamu bangun?" tanya Mile dengan suara serak nya.


"Aku tidak bisa tidur sendirian." ucap Tiara.


Dia malah naik ke atas sofa dan tidur di pelukan Mile.


Mile yang sangat ngantuk tidak lagi protes akhirnya mereka berdua tidur di sofa sama-sama.


Keesokan paginya.


Mile terbangun karena merasa ada yang menari-narik hidung nya.


Dia membuka mata nya namun lagi-lagi Tiara pura-pura tidur lagi.


Mile tersenyum tipis. dia mencium kening Tiara tampa ada rasa sungkan lagi.


"Kenapa saat saya bangun kamu tidak berani menatap saya?" tanya Mile.. Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak sengaja membangun kan kamu." ucap Tiara. Mile tersenyum dia mengelus perut Tiara.


"Kenapa tiba-tiba bangun sangat cepat? apa kamu tidak bisa tidur nyenyak?" tanya Mile.


"Aku sangat nyenyak." ucap Tiara. Mile menatap wajah istri nya.


Tiara mau beranjak mau pergi namun di tahan oleh Mile.


"Mau kemana?" tanya Mile. "Humm aku mau ke kamar mandi." ucap Tiara dengan gugup karena tidak kuat dengan tatapan suami nya.


"Berikan saya ciuman dulu, baru kamu bisa pergi." ucap Mile.


Tiara tersenyum malu. "Ternyata Pria kaku seperti kamu bisa meminta hal seperti ini juga yah." ucap Tiara langsung mencium bibir Mile.


Namun Mile menahan nya. Mereka berdua memperdalam ciuman nya sampai kedua nya juga sama-sama malu.


"I love you." ucap Mile Saat sudah melepas kan ciuman..


"I Love you to." ucap Tiara. Mile tersenyum dia pun membiarkan Tiara beranjak dari atas sofa.


"Kamu mau di Masakin apa?" tanya Mile.

__ADS_1


"Apa yang kamu Masak, aku akan memakannya sampai habis." ucap Tiara. Mile tersenyum lagi.


__ADS_2