Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 92


__ADS_3

"Halo Tante Tiara, bagaimana kabar Tante di sana?" tanya Lena. Ternyata keempat Keponakan Suami nya penasaran dengan kabar di sana.Tiara tersenyum.


"Di sini sangat seru sekali." ucap Tiara.


"Humm jadi pengen kesana deh Tante." ucap Vandi.


"Kalian fokus saja kerja setelah itu kembali kuliah." ucap Mile tiba-tiba datang berbaring di samping Tiara. Mereka sangat dekat.


"Humm om Mile menyebalkan sekali. Om hanya membawa Tante Tiara tidak membawa kami juga." ucap Lena.


Tiara tersenyum.


"Kalian harus menikah dulu baru bisa merasakan liburan seperti ini." ucap Mile.


"Huff seperti nya tunggu aku tua dulu baru bisa merasakan liburan." ucap Lena. Tita dan juga Riska.


Tiara dan Mile tersenyum.


"Om dan Tante tadi Makan di Mana?" tanya Lena.


"Tadi Om Mile masak." ucap Tiara.


"Wahh om Mile mau Masak? Aku mau di Masakin yang enak juga dong Om, sudah lama aku tidak merasa kan Om Mile." ucap Lena.


"Kamu bisa masak sendiri. Kamu Bisa membeli makanan yang kamu mau." ucap Mile. Lena memasang wajah cemberut.


"Humm mentang-mentang sudah memiliki istri Om Mile sungguh tidak perduli pada Keponakan nya sendiri." ucap Lena.


Tiara hanya bisa tertawa melihat perdebatan mereka.


"Oh iya Tante, om Mile gak sering marah-marah kan?" tanya Lena. Tiara menoleh ke arah Mile terlebih dahulu dan menggeleng kan kepala nya.


"Enggak Kok, kamu jangan khawatir, karena om Mile sekarang sudah berubah dia menjadi baik setelah di sini." ucap Tiara. Lena tersenyum.


Mereka berbicara cukup lama. Sementara Mile fokus juga dengan ponsel nya.


"Ya udah kalau begitu kalian istirahat lah, Tiara juga mau istirahat." ucap Mile.


"Yah kan masih asyik ngobrol. Kenapa langsung di suruh matiin sih, hayo Om sama Tante Tiara?" tanya Lena.


"Ya udah Om. Selamat bersenang-senang, selamat malam." ucap Vandi langsung mematikan sambungan telepon nya.


"Ih kak Vandi kok di matikan sih? Aku Masih Rindu sama mereka." ucap Lena.

__ADS_1


"Mereka sedang berbulan madu, Apa kamu tidak paham sama sekali?" ucap Vandi.


"Huff lagian hanya satu malam doang." ucap Lena memasang cemberut.


"Kami buruan tidur." ucap Mile mengambil ponsel Tiara meletakkan nya di Meja.


"Aku belum ngantuk. Seharian tidur tidak membuat mata ku mengantuk sekarang." ucap Tiara.


"Tidak ada alasan kamu harus tidur. Kamu juga harus bangun pagi karena besok saya akan mengajak kamu olahraga." ucap Mile.


"Di mana? Apakah di tempat ramai? Aku tidak mau karena pasti nya kamu akan mengabaikan ku. Aku malu harus mengemis perhatian kamu di sana." ucap Tiara.


"Jangan banyak protes, saya akan membawa kamu ke tempat olahraga khusus untuk wanita hamil yang pasti banyak orang hamil juga di sana." ucap Mile.


"Kalau khusus seperti itu, pasti suami nya juga menemani mereka. Kamu juga bakalan di sana kan nemenin aku?" ucap Tiara.


"Baiklah, sekarang kamu lebih baik tidur." ucap Mile. Tiara tersenyum ketika Mile menginyakan. Dia justru tidak sabar menunggu hari esok.


Tiara sudah memaksa Mata untuk tidur namun tetap saja tidak ada gunanya akhirnya dia pun menyerah.


"Mile aku tidak bisa tidur." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang. Dia sudah mau tidur namun Tiara mengacaukan tidur nya..


Tiba-tiba Mile menahan Tiara, dia membawa kepelukan nya.


"Ayo buruan tidur." ucap Mile pada Tiara. Tiara tidak mau dia lebih memilih untuk menonton Drakor di laptop nya.


Mile Menghela nafas panjang.


"Huff semoga saja anak saya tidak keras kepala sama seperti kamu." ucap Mile.


"Aku tidak keras kepala, aku hanya tidak bisa tidur aku tidak mau di paksa tidur." ucap Tiara. Mile melihat Tiara kesusahan untuk mencari film di Laptop suami nya.


"bagaimana ini? Kenapa tidak bisa?" tanya Tiara dengan kesal pada Mile.


"Laptop kamu sendiri mana? Lagian ini laptop kerja saya tidak boleh sembarangan." ucap Mile.


"Laptop ku di bawah, aku males banget ke luar." ucap Tiara. Mile Mengambil Laptop itu dan mencari aplikasi agar istri nya bisa menonton.


Setelah dapat Tiara menonton dengan sangat fokus.


Mile jadi penasaran dengan film yang di tonton oleh istri nya karena Tiara membuat nya tidak bisa tidur karena berteriak Greget dengan film yang di Tonton oleh nya.

__ADS_1


Mile jadi ikut menonton dan tidak tidur sama sekali karena penasaran juga dengan ending film itu.


Tidak beberapa lama Film Selesai Tiara menoleh ke arah Mile.


"Loh kamu ikut Nonton juga?" tanya Tiara. Mile hanya diam dia diam seribu bahasa.


"Kenapa bodyguard nya meninggal?" tanya Mile. Tiara terdiam dengan pertanyaan suami nya.


"Yah ending nya seperti itu, mereka tidak akan bahagia kalau bodyguard nya tidak meninggal dunia.' ucap Tiara. Mile memasang wajah sedih.


"Aku belum ngantuk, aku mau Nonton yang lain lagi." ucap Tiara.


"Ini sudah malam Tiara." ucap Mile. Namun Tiara tidak perduli dia menonton film barat yang sangat keren.


Kisah sepasang kekasih yang terjebak di sebuah pulau dan bertemu beragam binatang buas yang sangat besar sekali.


Saat sedang fokus menonton ada momen romantis. Tiara tau Mile sedang menonton. Saat mereka sudah berciuman Tiara menoleh ke arah Mile. Tiba-tiba Mile mengalihkan pandangannya. Tiara tersenyum tipis.


"Ngapain pakai ngehindar Segala sih? Kan kamu juga sudah pernah melakukan itu." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang.


"Saya mau tidur." ucap Mile. Tiara tersenyum ketika melihat suaminya itu jadi malu karena rayuan nya.


Setelah selesai menonton Tiara mulai ngantuk dia pun langsung berbaring. Dia belum sadar kalau Mile belum tidur.


Mile membawa Tiara ke pelukan nya. Tiara Tampa sadar dia semakin mendekat ke pada dada Mile.


Mereka akhirnya tidur bersama.


Keesokan harinya Tiara bangun pagi sekali karena perut nya mual, sudah lama di kamar mandi dia tidak kunjung baikan.


"Apa yang terjadi?" tanya Mile yang berdiri di depan pintu kamar mandi yang membuat Tiara sangat terkejut.


"Perut ku tiba-tiba mual, aku tidak tau kenapa." ucap Tiara.


"Coba minum obat ini dulu." ucap nya sambil memberikan air dan obat. "Saya akan mengambil minyak kayu putih." ucap Mile.


Tiara meminum obat nya. Mile memberi kan minyak pada Tiara, dia juga memberanikan diri mengoles ke perut Tiara.


Tiara yang sudah pucat hanya bisa mengikuti perintah suami nya.


Mile membantu Tiara duduk di kasur. "Pinggang ku sangat sakit sekarang." ucap Tiara. Mile bingung dia memijat-mijat pinggang istri nya. Tiara bersender di baju Mile sambil menahan rasa mual nya.

__ADS_1


__ADS_2