
Mile mengabaikan semua perkataan Pria itu dan pergi, namun dia di jegat sampai menimbulkan pertengkaran dan juga beberapa anggota Mile terluka.
Di rumah Tiara merasa badan nya sangat pegal-pegal. Dia ingin melakukan spa di luar agar dia lebih Rileks.
"Bik, hari ini Bibik harus temanin aku spa di luar, badan ku sakit semua." ucap Tiara.
"Non Tiara belum boleh keluar, nanti den Mile marah." ucap Bibik Ja. Tiara Menghela nafas panjang.
"Ini demi kebaikan anak nya juga." ucap Tiara. "Kalau non Tiara mau spa, saya Akan mengantarkan non Tiara ke spa yang di sediakan di rumah ini." ucap Bibik.
"Emangnya ada?" tanya Tiara, Bibik mengangguk. "Ada non, mari ikut dengan saya." ucap Bibik.
Setelah sudah sampai Tiara baru tau kalau ada spa di sana, tempat nya sangat nyaman dan juga lebih bagus pelayanannya dari pada di tempat Spa langganan nya.
Dia di pijit oleh wanita yang bekerja di sana, tidak beberapa lama dia ketiduran karena sangat enak.
Di rumah Buk Rosa dan pak Yuda.
"Ayah aku sangat rindu sama putri kita, kenapa mereka tidak datang?" tanya buk Rosa membawa minuman untuk Suaminya yang duduk di ruang tamu.
"Kamu tau sendiri buk kalau Mile sangat Sibuk." ucap pak Yuda. "Yang aku khawatir kan sekarang adalah Pak Daniel mengabari Ayah tadi kalau Tiara Hamil." ucap Pak Yuda.
"Oh iya ayah jangan salah paham dulu, Tiara Sudah lama memberitahu ibu Kalau Janin nya sudah di nyatakan meninggal dan juga sudah di keluar kan oleh dokter. Aku belum sempat kasih tau Ayah Waktu itu." ucap buk Rosa.
"Bagus lah kalau seperti itu, kita tidak perlu khawatir lagi." ucap Pak Yuda.
"Berarti yang sekarang adalah anak Mile?" ucap pak Yuda, buk Rosa mengangguk sambil tersenyum. Pak Yuda juga sangat senang.
"Ibu harus lihat kita mendapatkan peningkatan yang tinggi setelah bekerja sama dengan keluarga Minor, bahkan Sekarang kita Akan lebih di hargai lagi." ucap pak Yuda, buk Rosa juga senang.
"Ada apa ini? Kelihatan nya seru banget." Rafi baru saja pulang. "Ayah sama Ibu lagi membahas perusahaan kita." ucap Pak Yuda.
"Bagaimana menurut Ayah sama ibu hasil kerja aku?" tanya Rafi karena dia lah pemimpin semua perusahaan Ayah nya.
__ADS_1
"Ayah sama ibu sangat bangga, kamu harus lebih bekerja keras lagi." ucap Pak Yuda.
"Pokoknya Ayah belum mau kamu menikah. Jangan seperti Tiara yang tidak bisa melakukan apapun hanya membuat beban dan aib pada orang tua!" ucap Pak Yuda.
"Kalau tidak di nikah kan dia Akan lebih bebas, lihat saja dia hamil di luar nikah, ayah sangat membenci hal itu." ucap Pak Yuda.
Rafi dan buk Rosa terdiam.
"Tapi ngomong-ngomong bagaimana kabar nya di sana yah Buk? Dia sama sekali tidak membalas pesan ku." ucap Rafi.
"Dia pasti baik-baik saja, Mile adalah orang yang baik dan juga perduli." ucap pak Yuda.
Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana.
Tidak terasa hari semakin sore Tiara melihat mobil Mile baru Saja memasuki pekarangan rumah. Tiara Menghela nafas panjang. "Huff dia sudah pulang saja! Aku sangat malas melihat wajah nya." ucap Tiara kesal.
"Permisi Non, den Mile sudah pulang." ucap Bibik. "Saya melihat nya bik, biar kan saja." ucap Tiara.
Tiara akhirnya turun. Dia melihat Mile yang baru saja keluar dari mobil. Mile melihat Tiara sudah menunggu nya di dekat pintu masuk.
"Kenapa kamu memasang wajah seperti itu menyambut saya pulang bekerja? Lebih baik kamu tidak perlu Berdiri di sini kalau memasang wajah seperti itu!" ucap Mile..
Tiara menatap Mile..
"Ribet banget sih, kamu sudah seperti raja yang harus di sambut, dan juga di sambut dengan senyuman!" ucap Tiara..
"Kalau kamu tidak tersenyum dan tidak memasang wajah ramah, kamu tidak Akan mendapatkan ini, Bibik Ja akan memiliki nya." ucap Mile sambil mengangkat Mangga yang di bawa nya.
Tiara membulat mata nya melihat itu, sudah lama dia ingin mangga muda namun dia sangat takut meminta atau membeli nya.
"Baik aku akan tersenyum." ucap Tiara dia langsung tersenyum. "Terimakasih banyak yah Mile. Sini aku bantu bawain tas nya, kalau mau mandi aku akan menyiapkan Air mandi nya." ucap Tiara dengan sangat manis.
Bibik melihat tingkah Sophia membuat nya tersenyum.
__ADS_1
"Tidak perlu! Saya Akan menyiapkan air sendiri, kamu lebih baik menghabis mangga itu, agar air liur kamu berhenti keluar." ucap Mile.
Tiara langsung berlari ke dapur mengambil pisau dan mengupas nya. "Hati-hati Non, nanti tangan non bisa terluka." ucap Bibik.
"Tidak apa-apa bik, aku bisa sendiri kok." ucap Tiara.
"Baiklah lah non, kalau begitu Bibik mengangkat pakaian dulu yah." ucap Bibik, Tiara tidak menjawab nya dia fokus pada mangga yang di kupas nya.
"Aaaaa!!"' Tiara berteriak. Mile yang mendengar itu tidak jadi ke atas dia berlari ke dapur dan melihat jari istri nya sudah berdarah. Mile langsung menghisap nya.
Tiara sangat terkejut dia menatap wajah Mile.
"Sakit." ucap Tiara. Mile merasa darah nya sudah berhenti dia mengeluarkan dari Mulut nya dan membasuh mulut nya dari darah dan juga tangan Tiara.
Dia mengambil Penutup luka.
"Apa sih pekerjaan yang bisa kamu kerjakan Tiara? Semua nya tidak ada yang becus satu pun!" ucap Mile melihat pisau besar khusus untuk daging di pakai untuk buah membuat Mile tidak habis pikir.
"Ingat yah Tiara di sini bukan rumah orang tua kamu, di sini kamu harus mengerjakan semua nya sendiri dan harus bisa. Jangan jadi wanita yang sangat manja!" ucap Mile.
"Aku minta maaf, aku.."' Tiara tidak bisa menjelaskan apa-apa. Mile menghela nafas panjang dia melanjutkan mengupas kulit mangga itu, setelah selesai dia memberi kan nya pada Tiara.
"Makan lah! kenapa belum memakan nya juga?" tanya Melihat melihat Tiara hanya memandangi nya.
"Aku tidak bisa melakukan apapun! Aku hanya bisa menyusahkan orang lain, bahkan untuk diri sendiri saja aku tidak bisa." ucap Tiara. Mile duduk di samping Tiara dia mengambil garpu dan juga menyuapi Tiara dengan buah itu.
Tiara menatap Mile.
"Kamu jangan memasukkan ke hati kata-kata saya tadi, justru kamu harus menjadi kan ini pelajaran. Tidak selamanya kamu selalu ada uang dan juga ada asisten kamu harus bisa melakukan semua nya sendiri." ucap Mile.
Tiara memakan buah yang di Sendok Mile. Dia hanya diam saja, Mile menyuapi nya lagi.
"Di tambah lagi kamu sedang hamil tidak boleh bermalas-malasan untuk minum vitamin, dan juga makan sayur serta olahraga." ucap Mile.
__ADS_1