
"Kenapa aku harus mengenal orang seperti Dia? Apa salah ku? kenapa aku mengalami hal yang sangat mengerikan seperti ini?" ucap Alisa.
Dia berniat mau menelpon Tiara. namun dia juga tidak ingin menambah beban Tiara di tambah lagi Tiara sedang hamil, dia juga kurang baik dengan suami nya setau Alisa.
Akhirnya dia memilih untuk memendamnya sendiri.
Di malam hari nya..
"Sayang aku pulang." ucap Rafi baru pulang dari kantor.
Namun kali ini Alisa tidak menyambut nya di depan pintu.
"Di mana Alisa bik? Kenapa dia tidak menunggu saya di depan pintu?" tanya Rafi pada Bibik yang sedang bersih-bersih.
"Seperti nya di kamar Tuan." jawab Bibik. Rafi langsung ke kamar. Dia melihat Alisa sedang menulis di Meja.
"Sayang." ucap Rafi memeluk Alisa dari belakang namun Alisa terlihat sangat terkejut dia langsung berdiri.
Rafi yang melihat itu kebingungan.
"Kekasih kamu pulang kenapa kamu tidak menunggu nya?" tanya Rafi.
"Aku tidak tau kalau bapak Akan pulang jam segini." ucap Alisa. "Huff kamu selalu saja membuat alasan. Saya sudah bilang tugas kamu sebelum nya, apa saya perlu mengulangi nya lagi?" tanya Rafi.
"Kamu harus menyiapkan semua pakaian saya, menyambut saya pulang kerja Ketika kamu ada di rumah, dan menemani saya tidur." ucap Rafi.
"Aku minta maaf, aku sedang fokus menyalin file-file yang di berikan oleh Mbak Tita." ucap Alisa.
"Huff aku sudah bilang untuk kamu berhenti bekerja saja dari sana, saya akan memenuhi semua kebutuhan kamu." ucap Rafi.
"Terimakasih banyak pak, tapi aku Masih bisa mencari untuk ku sendiri." ucap Alisa. Rafi menghela nafas panjang.
"Ya sudah kalau begitu siap kan Air mandi untuk saya." ucap Rafi. Alisa langsung ke kamar mandi.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Saat dia mau keluar dia sangat terkejut karena Rafi sudah di kamar mandi.
"Kamu tidak mau mandi sekalian? Saya akan membantu menggosok punggung kamu." ucap Rafi sambil menutup pintu.
"Aku sudah mandi." Jawab Alisa. Rafi tersenyum. "Tapi saya ingin di bantu mandi oleh kamu." ucap Rafi.
__ADS_1
Alisa Menggeleng kan kepala nya. "Aku mohon lepaskan aku." ucap Alisa.
"Aku tidak Akan menyakiti kamu, kamu hanya perlu mengikuti perintah ku. Jangan membantah nya." ucap Rafi.
Alisa mau keluar namun tiba-tiba dia Rafi menahan tangan nya.
"Jangan aneh-aneh pak. aku tidak mau," ucap Alisa sambil mundur namun tiba-tiba dia jatuh masuk ke dalam bathtub itu, karena dia menarik tangan Rafi Akhirnya mereka masuk berdua ke dalam.
Sementara di tempat lain.
"Ini Susu hangat untuk kamu." ucap Tiara pada suami nya.
"Saya tidak minum susu." ucap Mile.
"Kamu berpikir ini racun yah? Aku tidak mungkin memberikan racun pada suami ku sendiri." ucap Tiara.
"Saya tidak mengatakan itu racun, saya hanya tidak suka saja. Sejak kapan kamu melihat saya minum susu?" tanya Mile.
"Coba saja dulu." ucap Tiara memaksa Suaminya untuk minum, akhirnya dia pun minum sampai habis.
"Bagaimana? enak kan?" ucap Tiara. Mile diam.
"Lagian tinggal minum aja susah banget. Susu baik untuk badan." ucap Tiara.
"Kamu baca buku novel yah? Kamu ternyata suka Novel juga?" ucap Tiara. Mile diam. Tiara berbaring di paha suami nya.
"Bacakan dengan kuat, aku ingin mendengar nya juga." ucap Tiara.
Mile tersenyum tipis dia pun membacanya dengan kuat. Dan tidak beberapa lama Istri nya tertidur. Mile mengelus rambut istri nya.
Setelah selesai membaca buku dia membenarkan tidur istri nya setelah itu mencium kening istrinya.
"Sangat indah di pandang." gumam Mile memandangi wajah Tiara. Dia mengelus perut Tiara.
"Kalau dia tidak melawan perkataan saya dia tidak Akan merasakan sakit seperti kemarin." ucap Mile.
"Namun saya sangat penasaran kenapa dia bisa masak? Padahal dia sama sekali tidak pernah Masak sebelum nya." ucap Mile.
"Ah sudahlah, lebih baik saya tidur. Justru dia bisa masak lebih baik." ucap Mile. Akhirnya dia pun tidur memeluk istrinya.
__ADS_1
Di pagi hari nya Mile bangun dia tidak melihat istrinya di samping nya. Dia turun dari kasur berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi dia keluar dari kamar mencari istri nya.
"Tidak ada di dapur, tidak ada di ruang tamu, kemana dia?" tanya Mile. Dia melihat pintu balkon terbuka dia berjalan untuk melihat nya dan ternyata istri nya ada di sana.
"Tiara!" ucap Mile.. Tiara kaget dia langsung berdiri dan menyembunyikan sesuatu di belakang nya.
"Eh kamus udah bangun?" ucap Tiara sambil tersenyum.
"Kenapa kamu sangat cepat bangun? Dan kamu sedang ngapain di sini?" tanya Mile. "Aku hanya menikmati suasana di pagi hari Saja. Mau aku buatin Kopi atau susu?" tanya Tiara.
"Saya akan membuat nya sendiri." ucap Mile.
"Aku adalah istri kamu, jadi itu sudah tugas aku. Tunggu sebentar aku akan membuat kan Kopi." ucap Tiara.
Mile melihat Tiara meletakkan Buku di atas meja baru pergi ke dapur. Mile penasaran dia akhirnya melihat buku itu. Dan ternyata itu buku resep-resep masakan.
Mile kaget melihat ada buku resep masakan nya di istri nya. "Loh bagaimana bisa dia mempunyai buku ini?" ucap Mile.
Tiara kembali dia melihat Mile sudah memegang buku itu.
"Aku bisa jelasin. Aku tidak mencuri buku itu, aku hanya tertarik saja, kamu jangan Salah paham dulu aku mohon." ucap Tiara khawatir.
"Dari mana kamu mendapatkan buku ini?" tanya Mile. "Dari bawah bantal kamu. Aku melihat kamu sering membaca nya jadi aku penasaran dan akhirnya aku mengambil dan juga mempelajari nya." ucap Tiara.
"Kamu belajar dari buku saya?" tanya Mile.
"Humm, aku belajar dari situ. Buku nya sangat mudah di pahami." ucap Tiara.
"Lalu kenapa kamu menyembunyikan nya dari saya tanya Mile.
"Aku malu, aku juga takut kalau kamu marah buku kamu aku ambil." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.
"Saya tidak Akan marah kalau kamu bilang baik-baik." ucap Mile.
"Humm sekarang apa aku sudah boleh membaca nya lagi? Aku baru belajar beberapa saja." ucap Tiara.
"Boleh. Tapi kamu tidak boleh merusak nya. Buku ini adalah Buatan saya sendiri hasil penelitian saya sendiri, jadi buku ini sangat berarti untuk saya." ucap Mile.
__ADS_1
Tiara tersenyum. "Aku janji tidak akan merusak nya." ucap Tiara. Mile pun memberikan nya pada Tiara.
"Sebenarnya saya sudah curiga dari awal karena kamu memasak yang biasa saya masak juga." ucap Mile. Tiara tersenyum dia memeluk suaminya dengan manja.