
"Terimakasih yah Alisa. Kamu sudah mau menemani dan juga menghibur ku." ucap Alisa. Tiara menganguk sambil tersenyum.
"Ya udah kalau begitu aku keluar dulu yah, suami ku pasti sudah menunggu." ucap Tiara. Alisa menganguk. Namun sebelum keluar mereka berpelukan dulu.
Tiara tiba di kamar nya. Kebetulan juga Mile baru selesai mandi. "Apa kamu mau langsung mandi?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Aku belum ingin mandi." ucap Tiara. Mile tersenyum.
Tiara memilih kan pakaian untuk Suami nya.
"Aku besok ke rumah orang tua ku yah." ucap Tiara pada Mile.
Mile menoleh ke arah Tiara yang duduk di pinggir kasur.
"Aku juga ingin Mengabari mereka aku mengandung anak laki-laki, selain itu aku juga tiba-tiba pengen pulang." ucap Tiara.
"Saya yakin bukan karena orang tua kamu." ucap Mile. Dia tau hubungan istri dan mertua nya nya sangat tidak baik.
Tiara diam. "Baiklah kamu boleh pergi. mungkin bawaan bayi nya." ucap Mile. Tiara tersenyum.
Mile duduk di samping Tiara.
"Bagaimana bermain di pantai tadi?" tanya Mile.
"Sangat seru sekali. Lain kali kita harus pergi lagi ke pantai yang ada di Indonesia ini. Tidak harus keluar." ucap Tiara.
"Baiklah." jawab Mile. Mereka cukup banyak membicarakan tentang perjalanan dan semua apa yang akan di bahas mereka.
Waktu nya makan malam. Tiara meminta Mile memesan makanan dari luar saja. Tidak mungkin dia membiarkan suami nya masak karena Mile melarang nya untuk masak.
"Loh kenapa Alisa belum ikut bergabung?" tanya Tiara.
"Tadi aku sudah dari kamar nya Tante, tapi kaya nya dia sangat lelah dan memilih untuk Istirahat saja." ucap Lena.
"Yah kalau begini gak jadi deh jalan-jalan Sama dia malam ini." ucap Vandi. "Sssttt!! Berisik deh, lagian Siapa juga yang mau jalan sama pria gatal seperti kamu ini." ucap Lena.
Tiara tersenyum. "Lagian tidak ada yang salah kok, aku boleh mengajak Alisa kan Tante?" tanya Vandi.
"Tanya saja sendiri pada orang yang bersangkutan." jawab Tiara.
"sudah-sudah tidak perlu membahas sesuatu yang membuat kesal. Ayo makan. Alisa sudah memiliki pacar jangan pernah mencoba mengganggu hubungan orang lain!" ucap Mile.
"Hah? Om serius? Om tau dari mana?" tanya Vandi. "Kak Rafi adalah pacarnya." ucap Mile.
__ADS_1
"Apa?!" semua mereka terkejut.
"Tidak mungkin, ini pasti bohongan." ucap Vandi.
"Iyahh Vandi." ucap Tiara. "Patah hati ku." ucap Vandi berpura-pura menangis.
"Dunia begitu sempit, hanya berputar-putar di situ saja." ucap Riska.
"Tunggu dulu deh Tante, bukan nya om Rafi sebelumnya dengan Enjel? Lalu kenapa bisa bersama Alisa? Bahkan aku juga pernah mendengar isu kalau mereka Akan bertunangan dari orang tua Tante Tiara sendiri.." ucap Lena.
"Sudah Makan saja! Banyak tanya." ucap Mile. "Huff aku kan hanya penasaran Om." ucap Lena.
"Nanti juga kamu tau sendiri kok." ucap Tiara.
Mereka lanjut makan. "Selamat yah untuk Om dan juga Tante Tiara." ucap Rika sambil memberikan paper bag.
"Selamat untuk apa Rika?" tanya Tiara.
"Selamat untuk kandungan Tante adalah anak laki-laki, aku sangat menyukai anak laki-laki." ucap Rika.
"Kamu tau dari mana?" tanya Tiara.
"Loh Tante belum melihat sekarang pembasahan Tante mengandung anak laki-laki di semua media sosial." ucap Lena.
"Semoga saja Tante sehat selalu, begitu juga calon keponakan kami." ucap Rika.
"Om gak di doain?" tanya Mile. Rika menatap Om nya.
"Kamu sudah tau kalau Om tidak akan meninggal kalau bukan meriam yang membunuh." ucap Rika.
Semua nya langsung tertawa. Tiara membuka hadiah dari Rika. "Ini daster?" tanya Tiara. Rika mengangguk.
"Kata Mamah kalau kandungan sudah mulai besar tu lebih nyaman memakai pakaian yang longgar. Itu sebabnya aku membeli ini karena perut Tante sudah kelihatan." ucap Rika.
"Kamu baik banget sih Rika. Terimakasih yah, Tante ingin sekali mencari pakaian yang longgar namun tidak ada kesempatan. Om mu selalu bilang. kalau ingin pakaian longgar pakai saja baju saya." ucap Tiara mempraktekkan suami nya berbicara.
Lagi-lagi semua nya tertawa, Mile yang merasa di bicarakan hanya bisa diam saja. Sementara Alisa di kamar mendengar suara tertawa, kompak dan sangat bahagia membuat nya sangat cemburu.
Dia tidak pernah berbaur dengan saudara nya seakrab itu.
Setelah selesai makan mereka masuk ke kamar masing-masing, sementara Vandi Ijin keluar untuk bermain-main dengan teman nya.
Di rumah sakit dokter baru saja selesai memeriksa Enjel. Besok sudah bisa keluar dari rumah sakit.
__ADS_1
Enjel melihat Rafi yang hanya diam saja. "Kamu belum Makan yah? kenapa kelihatan nya kamu sangat lesu sekali?" tanya Enjel.
Rafi Menggelengkan kepala nya. "Enggak Kok. Kamu lanjut istirahat saja." ucap Rafi.
Enjel akhirnya tidur.
"Satu harian aku tidak memeriksa pekerjaan ku, apa benar ayah dan ibu sudah mengambil semua nya?" ucap nya.
Namun setelah di periksa ternyata tidak, semua nya masih bekerja seperti biasa.
"Kenapa ayah dan ibu tidak jadi mengambil nya? Apa karena mereka tau aku menjaga Enjel di sini?" batin Rafi.
Dia keluar dari ruangan Enjel.
Rafi naik ke atap. "Sebenarnya aku sangat pusing memikirkan aset ku yang di ambil Ayah. Aku sudah merintis semua nya dari nol, namun aku juga tidak mau kehilangan Alisa." ucap Rafi.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku pasti akan sangat stres kalau kata-kata papah terjadi." ucap Rafi. Dia mengacak-acak rambut nya karena sangat pusing.
Keesokan harinya...
"Hati-hati yah. Semangat juga kerja nya." ucap Tiara menyalim Tangan suami nya. Mile tersenyum dia mencium kening istrinya dan juga perut istri nya.
"Kabari saya kalau kamu sudah sampai di rumah orang tua kamu." ucap Mile. Tiara menganguk.
"Papah berangkat kerja dulu yah nak. Jaga Mamah baik-baik." ucap Mile.
Mile segera meninggalkan rumah itu.
Tiara yang baru saja selesai olahraga masuk ke dalam rumah.
"Alisa kamu baru bangun?" ucap Tiara. Alisa tersenyum.
"Hari ini aku akan ke rumah orang tua ku, apa kamu mau ikut?" tanya Tiara.
Alisa Menggeleng kan kepala nya. Tiara tersenyum.
"Aku sudah menduga nya." ucap Tiara.
"Aku mandi dulu yah, keringat sekali. Setelah itu aku mengantar kan kamu pulang ke rumah kamu." ucap Tiara. Alisa menganguk.
Tidak beberapa lama mereka Otw ke rumah Alisa. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana. "Loh ini kan mobil kak Rafi." ucap Tiara masuk ke halaman rumah Alisa.
Alisa dan Tania melihat Rafi yang duduk di teras rumah, melihat Alisa dan Tiara datang dia langsung berdiri. Sementara Alisa seperti mau menghindar.
__ADS_1