
Setelah itu tiba-tiba Suara barang pecah terdengar lagi. Tiara mematikan ponsel nya dia langsung berbaring meringkuk memeluk bantal guling nya.
Dia sangat takut melihat Mile sangat marah seperti itu. Namun dia takut juga kalau Mile melukai diri nya sendiri.
Dia mengelus perut nya yang terasa sakit karena lemparan tadi, Jantung nya tidak berhenti berdetak cepat sekali karena suami nya Itu.
Tengah malam tiba-tiba Mile kebangun karena dia ketiduran di sofa Ruang tamu. Dia memijit-mijit kepala nya yang terasa sangat pusing.
Dia baru sadar ternyata lengan dan telapak tangan nya terluka. Dia berusaha untuk bangun dan melihat sudah jam satu malam.
Mile Menghela nafas panjang melihat kekacauan yang di buat oleh nya.
Dia tidak melihat ponsel nya. Dia tidak mengingat kalau di a sudah memecah kan nya. Setelah melihat ponsel itu pecah di lantai tiba-tiba dia mengingat istri nya.
"Tiara!" ucap Mile. Dengan tergesa-gesa dia langsung berlari ke arah pintu kamar. Dia membuka pintu namun ternyata di kunci. Dia mengetuk namun tidak ada Jawaban dari dalam.
"Tiara.. Ini saya buka pintu nya." ucap Mile.
Tiara perlahan membuka mata nya. Dia mendengar pintu yang di gedor-gedor. Namun dia tidak berani membuka nya.
"Tiara buka pintu nya." ucap Mile.
Wajah Mile sangat merasa menyesal sudah berbuat kasar pada istri nya. Dia mengingat semua yang di lakukan pada Tiara.
"Kenapa aku seperti ini? seharusnya aku tidak perlu marah pada nya. dia tidak salah." ucap Mile.
Dia melihat ruangan itu sangat berserak dia pun kembali tidur di sofa.
Keesokan harinya dia terbangun. Dia melihat Tiara sudah bersih-bersih di ruangan itu. Semua nya hampir selesai baru dia bangun.
Tiara melihat Mile bangun dia menunduk kan kepala nya setelah itu dia ke dapur. Mile melihat selimut yang di tubuh nya.
"Tiara." ucap Mile. "Ini Kopi untuk kamu. Minum lah." ucap Tiara langsung. Mile diam.
"Saya Minta ma../ Kalau Masih ingin istirahat masuk lah ke kamar. Kamu pasti kurang tidur." ucap Tiara langsung.
Mile lagi-lagi terdiam.
Tiara tiba-tiba mual-mual. Dia berlari ke kamar mandi. Mile mengikuti nya namun Tiara langsung menutup pintu.
Tidak beberapa lama Tiara Keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja?" tanya Mile. Tiara mengangguk.
"Biar saya saja yang masak. Kamu duduk lah." ucap Mile.
Dia langsung mengambil pisau. Namun tiba-tiba merasa sakit. Tiara melihat tangan Mile yang terluka.
"Aku sudah menduganya." batin Tiara. Dia menarik Mile ke meja makan dia mengobati luka suami nya.
"Tiara, sa-saya.." ucap Mile.
Dia terdiam karena tiba-tiba Tiara menatap mata nya.
"Jangan berbicara terlebih dahulu sebelum kamu tenang." ucap Tiara.
"Saya minta maaf soal tadi malam, bukan saya marah sama kamu, hanya saja saya tidak bisa menahan emosi saya ketika sedang marah. Kamu tidak terluka kan? Kalau kamu terluka saya tidak bisa memaafkan diri saya sendiri." ucap Mile.
"Tidak ada yang terluka. Khawatir kan diri kamu sendiri." ucap Tiara. "Kenapa kamu tiba-tiba dingin seperti ini? Apa kamu tidak bisa memaafkan saya? Saya benar-benar tidak sadar." ucap Mile.
"Humm aku paham kok." ucap Tiara. Mile tau Istri nya marah. Dan dia harus mengerti perasaan istri nya itu.
Dia pun memilih untuk diam saja. Tiara masak apa yang simpel saja setelah itu mereka sarapan sama-sama. Mile harus segera mandi dan siap-siap karena ada kerjaan dengan opah nya. Tiara seperti biasa menyiapkan pakaian suaminya.
Sudah mau pergi saja Tiara tidak mau menatap wajah suaminya seperti biasa. "Kamu jangan kemana-mana, setelah saya selesai saya langsung pulang." ucap Mile.
Mile meninggalkan apartemen itu dengan rasa bersalah.
"Huff akhirnya pergi juga, aku bisa bernafas lega." ucap Tiara.
Dia duduk di ruang tamu. "Membayar ganti rugi adalah dia sendiri, dia pasti terkena banyak." ucap Tiara.
Tiara menghubungi Keponakan Suami nya itu. Setelah menelpon mereka Tiara ke kamar dia harus mandi agar tidak lengket.
Setelah selesai mandi dia pun langsung berbaring di kasur. Entah mengapa badan nya tiba-tiba sangat lemas tidak seperti biasanya.
Di kantor Vandi mendengar Kakek nya datang dia langsung mengabari Tiga saudara nya dan menyusul Kakek nya di ruangan tunggu.
"Kenapa tidak satu pun di antara kalian datang untuk menggantikan Mile tadi malam? Kalian Akan tau bukan akibatnya apa?" ucap Kakek.
"Kami minta maaf kakek, semalam kerjaan kami sangat banyak. Kami tidak bisa meninggal kan nya." ucap Vandi.
"Saya tidak perduli dengan pekerjaan kalian. Saya tidak akan membela satu pun di antara Kalian kalau Mile marah. Lain kali kalau ada perintah dari orang tua untuk datang. Dengar dan datang lah!" ucap Pak Daniel dia langsung pergi.
__ADS_1
Mereka berempat langsung duduk bersama di sofa.
"Apa yang harus Kita lakukan sekarang? Kedua nya marah pada kita. tidak ada lagi yang akan menyelamatkan kita dari masalah ini." ucap Riska.
Mereka kembali bekerja. Di tempat bekerja Opa baru menyadari kalau tangan Mile sakit setelah selesai bertemu dengan rekan mereka dan juga menandatangani beberapa berkas-berkas.
"Loh tangan kamu kenapa?" tanya Opa.
"Hanya terluka sedikit Opah, jangan terlalu khawatir." ucap Mile.
"Kelihatan nya sangat parah. Apa kamu bertengkar?" tanya Opah.
"Tidak Opah. Ini juga sudah di obati sama istri Saya." ucap Mile.
"Dan kenapa dari tadi kamu kelihatan nya sangat murung, apa yang terjadi?" tanya Opah.
Mile Menggeleng kepalanya.
"Jangan berbohong. Kamu pasti marah karena melihat postingan terbaru keluarga kamu kan?" tanya Opah.
Mile kaget kenapa Opah nya bisa tau.
"Iyah Opah. Tapi Opah jangan beritahu Kepada Mami dan Papi." ucap Mile.
"Kamu jangan khawatir. Opah tidak akan memberi tahu mereka." ucap Opah.
Mile pun tersenyum.
"Sudah kamu jangan terlalu memikirkan itu. Mungkin papah kamu berfikir tidak pantas kursi itu kosong, untuk waktu itu dia meminta Adik kamu yang menduduki nya." ucap Opah.
"Jangan menyalah kan siapa pun. Dan sampai kamu melukai diri sendiri seperti ini." ucap Opah. Mile hanya diam aja.
Sudah sore Mile memilih untuk pulang. dia pamit dan langsung pulang mengendarai mobil nya sendiri.
Sebelum sampai di rumah dia melihat ke arah Cafe tempat favorit Tiara. Dia membeli makanan dari sana.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di rumah.
Dia menekan Bel. Tiara Membuka nya.
"Sudah pulang." ucap Tiara.
__ADS_1
"Nih Ambil lah, saya membeli dari Cafe kesukaan kamu." ucap Mile.
"Tapi aku sudah masak." ucap Tiara. Mile seketika terdiam.