
Tiara dan Semua orang menunggu Mile di Meja Makan. Namun sudah lama tak kunjung turun.
"Om Mile lama banget sih, aku sudah sangat lapar." ucap Vandi.
"Ya udah kalian Makan saja dulu an yah, Tante lihat on Mile dulu." ucap Tiara.
"Mana mungkin kami Makan duluan sementara om Mile belum makan." ucap Vandi.
"Kalau sudah di suruh Makan yah Makan Vandi." ucap Riska, akhirnya mereka Makan sementara Tiara ke kamar.
"Mile! Kenapa kamu gak turun? keponakan kamu sudah menunggu di bawah." ucap Tiara. Namun dia terdiam melihat Mile Malah berbaring di kasur belum menukar pakaian nya sama sekali.
"Kamu belum jadi mandi?" tanya Tiara. Mile menoleh ke arah Tiara.
"Apa menurut kamu saya sudah selesai mandi?" tanya Mile. Tiara Terdiam.
"Kata kamu mau mandi, lantas kenapa belum mandi sampai sekarang?" tanya Tiara lagi. Mile hanya diam saja. Tiara baru sadar kalau Mile belum bisa mandi dan membuka baju sendiri.
"Ya ampun aku lupa kalau harus membantu bayi besar mandi, ya udah sini aku bantuin." ucap Tiara menarik tangan Mile agar berdiri karena dia sudah duduk di pinggir kasur.
Mile menatap Tiara dengan tatapan tajam karena di bilang bayi besar.
"Aduh aku minta maaf yah, aku benar-benar lupa." ucap Tiara sambil menahan ketawa nya.
"Berhenti meledek saya, kalau saya sudah sembuh awas saja kamu." ucap Mile.
"Dihh terimakasih yang harus kamu Bilang sama aku, bukan balas dendam." ucap Tiara.
"Lagian Siapa sih yang mau mengurus orang kerja nya marah-marah mulu." ucap Tiara.
"Saya tidak marah." ucap Mile.
"Lalu yang tadi apa? Kamu bilang aku tidak tau apa-apa dan juga meminta aku mengurus diri sendiri, ya udah aku ngurus diri sendiri." ucap Tiara.
Mile menghela nafas panjang.
"Kamu tidak seharusnya memanjakan mereka, biar Saya yang mengurus mereka itu yang saya maksud." ucap Mile.
"Ahh terserah saja, tetap saja kamu kerja nya marah terus, nyuruh-nyuruh, dan tidak akan pernah baik walaupun sudah hampir meninggal." ucap Tiara.
Mile sudah membuka bajunya.
__ADS_1
"Aku juga sangat penasaran seperti orang yang sangat Sabar merawat kamu waktu luka ini, tembakan yang ini, yang ini." ucap Tiara menunjuk semua tembakan yang ada di tubuh suaminya.
Mile menatap wajah Tiara. Dia mengingat beberapa bulan yang lalu atau beberapa tahun yang lalu dia ikut papah nya ke rumah Utama, musuh datang dan melepaskan senjata mengenai lengan nya.
Dan ada di bagian Dada dan di dekat tempat operasi nya baru ini. Dia hanya di antar ke rumah sakit dan dokter yang mengurus nya. Setelah pulang dari rumah sakit dia mengurus diri sendiri di rumah.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu? Mau memakan ku?" tanya Tiara. Mile langsung mengalihkan pandangannya.
"Aku akan lap tubuh kamu, ini sudah malam tidak mungkin untuk mandi." ucap Tiara.
Tiara mengambil Air dalam mangkuk dan kain basah.
"Lihat lah luka ini? Kamu seharusnya harus banyak bersyukur karena sudah di berikan keselamatan." ucap Tiara.
"Kamu masih Kesal sama saya?" tanya Mile.
Tiara mengangguk.
"Orang-orang pasti sangat banyak yang Kesal pada kamu sehingga mereka ingin membunuh kamu." ucap Tiara.
"Saya tidak takut dengan mereka. Saya hanya takut mereka membunuh orang yang saya sayangi." ucap Mile. Tiara menatap Mile.
"Pasti Papah kan? Ibu kamu, keluarga kamu." ucap Tiara. Mile diam sambil menatap Tiara.
Tiara membantu memasang kan baju setelah itu mereka keluar. Meja makan sudah kosong. Tiara mau menyendok kan Nasi namun ternyata lauk nya sudah habis.
"Mungkin mereka pada kelaparan nungguin kamu, sampai Habis deh." ucap Tiara. Mile mau marah namun langsung di tahan oleh Tiara.
"Tidak perlu marah, aku bisa memasak telur untuk kamu. telur cukup bagus untuk tubuh kamu." ucap Tiara.
Mile tau kalau Tiara gak mau dia marah akhirnya dia hanya bisa diam sambil menunggu waktu Besok menghukum Keponakan nya.
Mile duduk di kursi meja makan sambil memerhatikan Tiara yang terlihat tidak pandai di dapur. Mile langsung ke dapur.
"Aaaa!!" Tiara berteriak karena minyak nya melompat keluar.
Mile langsung mengambil alih sendok goreng Tiara.
Tiara bersembunyi di badan suami nya.
Setelah sudah selesai, Mile melihat tangan Tiara yang merah karena minyak, dia membawa nya ke wastafel agar dingin.
__ADS_1
"Ternyata masak tidak mudah yah." ucap Tiara. "Pasti ekspresi ku sangat jelek tadi, aku berteriak itu sangat memalukan." ucap Tiara.
Mile tersenyum tipis mendengar Tiara Masih memikirkan malu sementara tangan nya sudah merah.
"Kamu Makan saja duluan, aku bisa mengatasi nya." ucap Tiara. Mile pun kembali ke meja Makan.
Tiara langsung kembali ke Meja makan setelah sudah baikan.
"Gak enak yah?" tanya Tiara karena Mile tak kunjung Makan.
"Kamu juga Makan lah," ucap Mile. Tiara mencoba nya, Mile pun langsung makan.
Melihat Mile Makan dia tersenyum merasa bangga pada diri nya sendiri.
Setelah selesai makan Mile minum obat, sementara Tiara seperti biasa mengoleskan minyak kayu putih ke perut.
"Tidur lah di kasur, saya sudah bisa tidur di lantai." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Aku akan Tidur di sini." ucap Tiara.
"Kalau kamu tidak tidur di kasur saya akan tidur di lantai." ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang.
"Baik-baiklah, kita berdua tidur di ranjang sama-sama. Tapi harus pakai pembatas." ucap Tiara.
Mile menghela nafas panjang. Mereka pun naik ke kasur.
"Seperti nya perut ku mengerti kalau situasi nya sedang tidak meyakinkan untuk meminta yang aneh-aneh dan sakit nya juga Hilang." ucap Tiara.
Mile tersenyum tipis. "Kamu tidak tau kalau sekarang saya yang ingin memakan yang aneh-aneh." batin Mile.
"Saya ingin minum." ucap Mile, namun tidak ada jawaban dari Tiara. Dia melihat Tiara ternyata sudah tidur.
Terpaksa dia mengambil sendiri di atas meja walaupun sangat sulit untuk bergerak dia harus melakukan nya. Dia kembali ke kasur. Dia melihat Tiara tidur dengan sangat nyenyak.
Dia mau memegang perut Tiara namun dia takut Tiara terbangun dia pun menurunkan tangannya lagi.
"Terimakasih." ucap Mile. Namun tiba-tiba Tiara bergeliat dia langsung kembali ke posisi tidur nya dan pura-pura tidur, sementara Tiara membelakangi dia dan tersenyum.
Akhirnya mereka berdua tertidur dengan begitu nyenyak Tampa mengkhawatirkan Siapa yang tidur di lantai.
Keesokan harinya Mile bangun lebih awal karena dia yang mual tiba-tiba. Dia perlahan turun dari kasur dan berlari ke kamar mandi.
__ADS_1
Sampai di kamar mandi dia memuntahkan isi perutnya. Tiara bingung dia pun mengikuti Mile ke kamar mandi.