
"Mau kemana bik? Tolong buatin saya Sarapan dulu!" ucap Tiara pada Bibik Ja.
"Saya mau mengantar kan handuk untuk den Mile dulu Non." ucap Bibik.
"Saya lapar Bik, saya dulu, salah dia kenapa tidak membawa handuk." ucap Tiara. "Baik non." ucap Bibik membawa sarapan untuk Tiara.
"Bibik kenapa belum datang yah?" tanya Mile yang menunggu Bibik di pinggir kolam. Karena tidak sabar menunggu dia pun masuk ke dalam rumah.
Tadi Mile mau protes namun dia melihat Tiara yang menyuruh-nyuruh Bibik Tampa henti.
"Den ini handuk nya Maaf sudah membuat den Mile menunggu dan masuk basah-basah seperti ini." ucap Bibik.
Mile Menatap Tiara.
"Kenapa kamu Menatap ku seperti itu?" tanya Tiara.
"Lain kali kalau kamu mau makan jangan menyuruh-nyuruh Bibik Ja! Kamu punya tangan dan kaki ambil sendiri." ucap Mile.
"Itu adalah tugas Bibik Ja, lalu untuk apa dia di bayar mahal-mahal Kalau tidak melayani majikan nya." ucap Tiara.
"Saya yang membayar Bibik Ja, saya juga yang bisa memerintahkan dia untuk melakukan sesuatu, kamu tidak bisa sesuka hati." ucap Mile.
"Oh iya bik mulai dari sekarang jangan mau di suruh apa saja sama dia, dan semua urusan ku biar dia yang ngurusin karena itu adalah tugas nya." ucap Mile.
"Maksud kamu apa? Urusan kamu?" tanya Tiara.
"Pakaian saya, semua keperluan saya kamu yang harus mengurus nya dan juga makan saya. Dan jangan lupa tiap pagi saya harus berangkat ke kantor saya mau sarapan sudah siap dan juga pakaian saya." ucap Mile.
"Apa-apaan maksud kamu? Aku di sini sebagai istri kamu bukan pembantu kamu, aku tidak mau melakukan itu." ucap Tiara.
"Tidak ada penolakan, kamu harus melakukan itu." ucap Mile. "Tidak mau!" ucap Tiara. Mile membuka ponsel nya dia menunjukkan nomor Ayah Tiara.
"Kamu mau atau saya Akan menelpon Ayah kamu? Seperti nya kamu akan lebih menurut jika Ayah kamu turun tangan." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang.
"Baiklah-baiklah!" ucap Tiara dengan sangat terpaksa.
"Oke mulai dari sekarang siap kan pakaian ganti saya." ucap Mile langsung pergi begitu saja.
__ADS_1
Tiara menghela nafas panjang, tadi nya lapar sekarang tidak lagi. Dia masuk ke kamar dan membuka lemari Mile.
"Baju mana yang Akan dia pakai?" tanya Tiara.
Tidak beberapa lama Mile Keluar dari kamar mandi dia melihat baju nya sudah ada di atas kasur. Dia melihat baju yang di pilih Tiara.
Satu celana untuk ke kantor sementara atasan nya baju biasa. Mile menghela nafas kasar.
"Tiara! Tiara!!" panggil Mile. Namun tidak ada jawaban dia bertanya pada Bibik di mana Tiara. Bibik menunjuk ke arah balkon.
Mile datang ke sana dan melihat Tiara yang bersantai sambil memakan buah Mile mencabut handset dari telinga Tiara.
"Kamu apa-apaan sih?" ucap Tiara kesal.
"Kamu kenapa bersantai di sini? apa pekerjaan kamu sudah selesai?" tanya Mile.
"Pekerjaan apa lagi? Aku sudah memilih pakaian yang Akan kamu pakai, apa lagi?" tanya Tiara.
"Ikut Saya!" ucap Mile menarik tangan Mile ke kamar.
"Lihat tempat tidur kamu!" ucap Mile. Tiara melihat tempat tidur nya berantakan sementara punya Mile sangat rapi.
"Bibik Ja hanya khusus membersihkan ruangan yang di luar tidak dengan kamar ini, kamu harus membersihkan nya mulai dari sekarang." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang.
"Humm baiklah." ucap Tiara. Dia pun melipat selimut dan membersihkan kamar itu di pantau langsung oleh Mile.
"Dua hari menikah dengan kamu aku sudah seperti pembantu, kalau Ayah ku tau aku jadi pembantu di sini, dia pasti meminta kita berpisah." ucap Tiara.
Dia duduk di sofa sambil memegang pinggang nya yang sangat sakit. "Justru kamu yang harus sadar kalau sebenarnya ini adalah tugas seorang istri dan tugas wanita. Saya rasa orang tua kamu sangat sial mempunyai putri yang sangat manja, tidak sopan dan pemalas." ucap Mile.
"Jaga yah mulut kamu! Aku tidak seperti itu, aku adalah anak yang berbakti pada orang tua, demi kelancaran bisnis keluarga kamu dengan keluarga ku aku rela menikah dengan kamu yang sudah Tua dan sama sekali tidak bisa bergaya." ucap Tiara.
"Saya tidak mau ribut dengan kamu, lebih baik kamu menyiapkan saya makanan." ucap Mile. Tiara dengan kesal melewati Mile begitu saja.
Dia memberikan Mile makan.
"Hari ini Bibik Ja masih masak, besok saya mau kamu yang masak." ucap Mile.
__ADS_1
"Aku masak? Gak mungkin, aku tidak mau yang ada kuku-kuku ku yang mahal ini bisa hancur dan lecet-lecet." ucap Tiara.
"Jangan protes, saya adalah pemilik rumah ini, saya adalah suami kamu jadi jangan coba-coba untuk menentang nya." ucap Mile.
"Aku tidak mau, aku tidak mau karena memasak tangan aku jadi gatal-gatal, dapur adalah musuh terbesar ku." ucap Tiara.
"Walaupun kamu secantik apapun, sekaya apa dan juga kutek dan juga kuku yang kamu pakai mahal, perawatan kamu mahal tetap saja kamu harus masak untuk saya. Saya menikah bukan hanya untuk menghabiskan uang begitu saja, kamu harus melakukan perintah saya!" ucap Mile.
"Aaarggghh, aku tidak mau Titik!" ucap Tiara pergi meninggalkan Mile.
Mile setelah selesai makan dia bekerja di ruangan nya. Sementara Tiara keluar memastikan Mile tidak ada di ruang tamu.
"Non Tiara mau kemana?" tanya Bibik. Tiara ketahuan deh.
"Humm saya mau keluar sebentar, Bibik jangan bilang-bilang pada Mile yah." ucap Tiara.
"Tapi non kalau den Mile nanti mencari bagaimana?" tanya Bibik Ja.
"Bilang saja mencari sesuatu keluar." ucap Tiara.
"Tapi non orang tua non Tiara juga bilang kalau non Tiara tidak boleh keluar sembarangan." ucap Bibik Ja.
"Bibik jangan khawatir yah, aku gak Lama kok." ucap Tiara.
"Aku pergi yah bik." ucap Tiara.
"Mau kemana kamu?" tanya Mile baru saja keluar dari ruangan kerja nya.
"Yah ketahuan deh, ini semua karena Bibik." ucap Tiara menyalah kan Bibik Ja.
"Aku ada urusan sebentar keluar," ucap Tiara..
"Tidak ada ijin dari saya, kamu tidak boleh keluar." ucap Mile.
"Aku tidak bisa di larang kalau keluar. Aku pergi dulu." ucap Tiara. "Oh iya pinjam mobil dulu yah." ucap Tiara langsung berlari pergi keluar.
"Bagaimana Den?" tanya Bibik Ja.
"Sudah biarkan saja bik." ucap Mile. Bibik memasang wajah khawatir. Mile kembali bekerja.
__ADS_1
"Aku harus chek kandungan ke dokter dulu, aku rasa sakit nya ini sudah berlebihan." ucap Tiara.