
"Anak papah di Sana cepat sehat yah nak. Jangan selalu membuat Papah khawatir nak. Papah tidak bisa memikirkan hidup papah kalau kehilangan kamu." ucap Mile.
Dia pun menggenggam tangan istri nya begitu erat. Setelah itu dia tertidur sambil duduk. Dia juga sudah lelah di sana, dia menghilang rasa penat pikiran nya dengan cara tidur.
Dokter masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa keadaan Tiara yang sudah beberapa jam di Sana, bahkan tiga botol masuk Infus ke badan Tiara.
Mile mempersilahkan mereka untuk memeriksa keadaan Tiara. Setelah selesai di periksa ternyata Tiara sudah boleh pulang. Namun harus istirahat penuh.
Di malam hari nya akhirnya mereka pulang ke penginapan. Mile mengabari papah nya dan juga Mertua nya keadaan istri nya.
Mereka juga sangat khawatir. Mile di minta untuk menjaga Tiara dengan sangat ketat. Mile siap melaksanakan perintah mereka semua.
Setelah selesai berbicara dia meminta Tiara untuk tidur saja. Tiara naik ke kasur sambil memegang perut nya.
"Apa Masih sakit sekali?" tanya Mile. Tiara mengangguk.
"Kalau begitu saya akan memasak sayur yang di bilang dokter tadi siapa tau memakan itu kamu enakan." ucap Mile. Tiara mengangguk.
Mile Keluar dari kamar itu langsung Menuju ke dapur. Dia memasak sayur yang tadi nya sudah di beli oleh nya di perjalanan pulang.
Dia tidak Lupa memasak ikan setelah masak dia membawa nya ke kamar.
Mungkin karena sudah jam sebelas malam Tiara tidur, namun Mile membangun kan nya agar Makan dulu sebelum tidur.
Tiara terlihat sudah sangat mengantuk dia makan di suapin oleh Mile namun sambil memejamkan mata nya.
Dia terus mengunyah makanan namun menutup mata nya.
Mile melihat tingkah istri nya membuat nya tersenyum tipis.
"Rasa nya tidak enak sekali. Ini membuat perut ku semakin mual." ucap Tiara sambil mengambil air minum.
"Justru ini yang banyak vitamin nya."' ucap Mile. Tiara membuka mata nya ternyata sayur tu adalah sayur yang tidak dia suka sama sekali.
Namun dia tidak mungkin menolaknya dia sudah janji harus cepat sehat akhirnya dia menahan rasa mual nya dia menghabiskan makanan itu semua nya sampai Habis walaupun rasanya ingin mengeluarkan semua dari dalam perut nya dia meminum air sangat banyak agar tidak keluar.
Setelah selesai makan Mile merasa lega karena Tiara menghabis kan makanan nya tampa banyak drama seperti biasa. Seperti nya Tiara benar-benar sudah kapok.
"Kamu tidak makan?" tanya Tiara melihat Mile kembali ke dalam kamar setelah menyimpan piring kotor.
__ADS_1
"Sudah. Saya Makan sebelum kamu makan tadi." ucap Mile.
Tiara pun diam. "Ya sudah kamu istirahat saja agar cepat sehat." ucap Mile. Tiara mengangguk. Mile pun ikut istirahat tidur di kasur.
Di tempat lain tepat nya tempat Rafi di rawat. Dia melihat ke arah pintu Terus menerus menunggu Alisa datang namun tidak ada tanda-tanda kalau Alisa akan datang.
"Kemana dia? Kenapa dia belum datang?" tanya Rafi dalam hati. Tiba-tiba pintu terbuka. Rafi berfikir itu adalah Alisa namun ternyata bukan itu adalah Enjel Kekasih nya.
Seketika Rafi Menghela nafas panjang.
"Maaf yah sayang aku datang terlalu malam, aku tidak bisa cepat-cepat datang karena kerjaan ku banyak banget." ucap Enjel sambil mendekati Rafi mau mencium Rafi namun Rafi menghindari nya.
Enjel menghela nafas panjang.
"Kamu masih mengingat wanita itu? Kamu menunggu nya? Dia tidak Akan datang lagi ke sini." ucap Enjel.
Rafi menatap wajah pacar nya itu dengan tatapan tajam.
"Itu semua karena kamu. Kenapa kamu harus datang dan mengusir nya seperti itu." ucap Rafi.
"Yah iyalah aku ngusir dia, tidak ada gunanya dia di sini." ucap Enjel. "Kamu sangat egois. Aku tidak suka kamu seperti ini." ucap Rafi.
"Terserah, pokoknya aku gak Suka dia ada di sini!" ucap Enjel..
"Apa sih yang kamu bicarakan? Aku sudah menyempatkan diri untuk melihat kamu ke sini, namun tiba-tiba kamu berkata seakan tidak menghargai aku." ucap Enjel.
Rafi diam.
"Oke baik lah aku minta yah sayang, aku yang salah tidak seharusnya aku seperti itu, aku minta maaf." ucap Enjel. Rafi diam.
Di Kamar Alisa. Dia sedang memeluk boneka nya sambil termenung.
"Bagaimana yah keadaan Pak Rafi? apa dia sudah bisa pulang besok?" batin Alisa.
"Ah sudahlah tidak ada guna nya aku memikirkan nya, sudah ada mbak Enjel di sana." ucap Alisa menepis pikiran nya.
"Royy kamu baru pulang?" tanya Bu Vina melihat Roy yang baru saja masuk.
"Eh Mamah. Iyah mah aku baru pulang. Mamah kok belum tidur?" tanya Roy. "Mamah gak bisa tidur." ucap Bu Vina.
__ADS_1
"Papah mana mah? Kenapa aku tidak melihat mobil nya di luar?" tanya Roy
"Oohh papah kamu ada kerjaan yang tidak bisa di tinggal kan tadi Nya. Dia ijin hari ini untuk tidur di rumah Mile." ucap Bu Vina.
"Oohh gitu yah mah. Ya udah deh kalau begitu aku ke kamar Dulu yah." ucap Roy. Bu Vina mengangguk.
"Ehh kamu sudah mendengar kabar Tiara belum?" tanya Bu Vina sebelum Roy masuk ke kamar nya.
"Belum mah, emangnya ada apa?" tanya Roy.
"Katanya dia masuk rumah sakit karena kandungan nya lemah." ucap Bu Vina.
"Humm Wajar saja mah, karena Kak Mile tidak akan perduli pada istri nya sendiri." ucap Roy. Setelah banyak berbicara dia pun langsung masuk ke dalam kamarnya.
Di pagi hari nya..
"Selamat pagi mah. Pah." sapa Roy baru saja keluar dari kamar. Dia kaget melihat keponakan nya sudah ada di sana semua.
"Kalian semua di sini?" ucap Roy.
"Iyah Om. Karena hari libur di rumah sangat bosan, sekalian saja ikut Kakek ke sini." ucap Lena.
Roy duduk di Samping Lena.
"Kamu punya kenalan perempuan gak Len? Om mau satu dong yang cantik dan juga pintar." ucap Roy.
"Humm di kantor Kakek sangat banyak perempuan yang cantik dan juga pintar. Bahkan sekretaris Om sendiri adalah wanita cantik." ucap Lena.
"Humm om mau yang muda saja, pasti kenalan kamu masih muda-muda." ucap Roy.
"Sangat banyak sih, tapi mana mungkin mereka mau sama om." ucap Lena.
Mereka tertawa. "Om adalah buaya. Mempunyai pacar di Mana pun berada namun tidak pernah di nikahin sama sekali." ucap Lena.
"Belum ketemu yang cocok saja. Mungkin om harus menunggu niat baik kakek kamu untuk menjodohkan Om dengan wanita yang seperti Tante Tiara kalian." ucap Roy.
"Humm yang seperti Tante Tiara hanya satu dan itu hanya milik om Mile." ucap Lena.
.
__ADS_1
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author.