Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 189


__ADS_3

"Aku ingin istirahat, lebih baik kamu keluar." ucap Enjel sambil memegang lengan nya yang terasa sangat sakit genggaman Rafi tadi.


Rafi mengacak-acak rambut nya karena merasa Kesal dan sangat pusing sekali.


"Ini tidak bisa di biar kan, aku harus membicarakan ini terlebih dahulu pada papah dan mamah." ucap Rafi. Dia sudah mau ke rumah orang tua nya namun dia mengingat lagi kalau orang tua nya tidak akan pernah memaafkan dia.


Rafi pun meninggalkan rumah Enjel. Sementara Enjel di kamar nya merasa sangat sedih sekali.


"Sungguh pria yang tidak mempunyai hati! Aku akan membalas semua perbuatan kamu pada ku!" ucap Enjel..


Di malam hari nya Mile mondar-mandir di depan pintu ruang tamu menunggu istri nya pulang.


"Om kok dari tadi mondar-mandir di sini sih? nungguin siapa??" tanya Vandi.


"Tiara! Dia belum pulang sampai sekarang." ucap Mile.


"Paling bertemu dengan teman-teman nya om, itu adalah hal biasa, biarkan saja om sekali-kali." ucap Vandi.


Mile diam. "Ya udah om aku pergi keluar sebentar yah." ucap Vandi. Mile menganguk saja.


"Apa ini sungguh om Mile? Biasanya aku ijin seperti ini pasti banyak pertanyaan dan juga banyak larangan. Sekarang dia hanya mengkhawatirkan istri nya." batin Vandi.


Dia langsung pergi cepat sebelum Om nya berubah pikiran.


Tidak beberapa Tiara akhirnya pulang. Tiara melihat Mile di ruang tamu membuat nya menghela nafas panjang.


"Dari mana saja kamu?" tanya Mile pada Tiara. Tiara Menatap Suami nya. "Aku bertemu dengan teman ku." ucap Tiara sambil mau menyalim tangan suami nya namun Mile mengabaikan sodoran tangan istrinya.


"Lihat ini sudah jam berapa? Kamu sudah keluar dari pagi." ucap Mile. "Aku lelah, aku mau istirahat." ucap Tiara mau melewat kan Mile namun di tahan oleh Mile.


"Kamu pasti bertemu dengan Roy kan?" ucap Mile. Tiara terdiam sejenak. "Kamu jangan menuduh ku yang tidak-tidak!" ucap Tiara.


"Ini apa?" ucap Mile menunjukkan foto yang ada di handphone nya. Tiara Menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Kamu mengikuti aku?" ucap Tiara. "Kamu tidak mendengar kan sama sekali perkataan saya!" ucap Mile marah.


"Aku tidak hanya dengan Roy di sana, ada Papah juga." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang. "Segala sesuatu yang bersangkutan dengan Roy saya tidak suka, dan saya pasti akan Marah." ucap Mile.


"Kamu aneh deh, aku tidak sengaja bertemu dengan mereka di sana." ucap Tiara. "Aku tidak perduli apa alasan kamu, namun tetap saja kamu tidak mau mendengar kan perkataan saya!" ucap Mile.


"Terserah kamu deh, aku mau istirahat." ucap Tiara. "Saya belum selesai berbicara!" ucap Mile lagi.


Tiba-tiba Papah nya menelpon.


"Halo Pah." jawab Mile.


"Apa istri kamu sudah sampai di rumah?" tanya Pak Daniel. Mile terdiam sejenak.


"Sudah Pah." jawab Mile. "Bagus deh, Papah tidak sengaja bertemu dengan dia bersama teman nya, papah juga membicarakan soal kandungan nya." ucap Pak Daniel.


"Oohh ya udah Pah kalau begitu aku mau menyusul Tiara ke atas dulu." ucap Mile. "Kamu besok harus datang bersama istri kamu ke rumah, Mamah pasti masak banyak." ucap Pak Daniel.


"Aku tidak bisa datang Pah." jawab Mile langsung.


Mile menghela nafas dia langsung naik ke atas. "Den Mile." panggil Bibik Ja sebelum Mile masuk ke kamar. "Iyah BI ada apa?" tanya Mile.


"Den Mile dengan non Tiara jangan sering bertengkar seperti ini." ucap Bibik Ja. "Bibik tau sendiri apapun yang menyangkut dengan Roy saya tidak suka, namun bisa-bisa dia bertemu dengan Roy di luar." ucap Mile.


"Non Tiara sudah bilang dia tidak sengaja Den. Non Tiara sedang hamil dia tidak boleh terlalu sering di marahin hanya karena hal biasa saja." ucap Bibik Ja.


Mile menghela nafas panjang. "Baiklah bik, saya mengerti." ucap Mile. Dia masuk ke dalam kamar.


Dia melihat Tiara tidak ada di ruangan itu. Dia melihat jendela balkon terbuka.


Mile melihat Tiara yang berbicara lewat telepon dengan seseorang.


"Ini sudah malam, bisa-bisa nya kamu Masih berbicara dengan orang lain." ucap Mile namun Tiara langsung menutup mulut Mile.

__ADS_1


Dia kembali serius mendengarkan orang yang berbicara di Balik telepon itu. Mile menepis tangan istrinya.


Karena melihat itu seperti nya sangat serius dia pun diam.


"Sekarang kakak sangat khawatir ibu Dan Ayah tau terlebih dahulu Tiara. Bagaimana ini?" ucap Rafi. "Kakak tenang dulu. Coba cari jalan keluar nya, kakak harus berdamai dengan Enjel kalau seperti ini." ucap Tiara.


"Enjel sudah sangat kesal kepada kakak, mana mungkin dia berdamai dengan kakak." ucap Rafi. "Bagaimana kalau kakak langsung berbicara pada ibu dengan Ayah?" ucap Tiara.


"Mana mungkin Tiara, Alisa belum siap, kamu tau sendiri ibu tidak suka pada Alisa." ucap Rafi. Tiara menghela nafas panjang.


"Untuk sekarang kakak bisa menenangkan fikiran dulu, Besok aku akan ke apartemen kakak." ucap Tiara.


"Baiklah kalau begitu." ucap Rafi. Panggilan telepon pun langsung terputus.


"Kamu habis berbicara dengan kak Raffi?" tanya Mile. Tiara terkejut karena Mile.


"Ya ampun, kamu buat aku terkejut saja!" ucap Tiara.


"Ada masalah apa?" tanya Mile.


"Kamu gak usah kepo, kamu hanya bisa marah ya udah marah saja terus." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang. "Lupakan Masalah kita, sekarang permasalahan kak Raffi apa? Kenapa kelihatan nya sangat serius, saya bisa membantu." ucap Mile.


"Kamu yakin bisa membantu?" tanya Tiara. Mile menganguk.


"Sebenarnya Kak Rafi tidak tertarik pada Enjel, dan dia memutuskan Enjel kemarin dan Enjel sudah tau kalau kak Rafi memiliki hubungan dengan Alisa." ucap Tiara.


"Jadi?" ucap Mile. "Sekarang permasalahan nya adalah kalau orang tua ku tau, mereka akan sangat marah sekali." ucap Tiara.


"Wajar saja mereka marah karena kak Rafi mempermainkan wanita dan juga nama baik keluarga kamu akan rusak, semua orang sudah tau kalau kak Rafi berpacaran dengan Enjel bahkan sudah ada isu mereka mau bertunangan." ucap Mile.


Tiara Menghela nafas panjang. "Kamu gak paham dari perkataan aku yah? Kak Rafi gak pernah suka sam Enjel, dia hanya suka sama Alisa." ucap Tiara.

__ADS_1


"Saya paham." ucap Mile. "Jadi menurut kamu bagaimana?" ucap Tiara. "Yahh sebaiknya kakak kamu yang terlebih dahulu membicarakan Soal ini kepada orang tua kamu dari pada Calon kak Rafi." ucap Mile.


__ADS_2