Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 160


__ADS_3

"Kamu harus bekerja setiap hari nya, aku tidak mau kamu kelelahan hanya di perjalanan saja." ucap Tiara.


Mile memeluk Tiara dari depan.


"Saya sama sekali tidak keberatan, kalau ini yang kamu mau." ucap Mile. Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak ingin kok, tinggal dengan kamu jauh lebih menyenangkan, dan calon anak kita akan nyaman juga." ucap Tiara


Mile tersenyum. "Kalau kamu menginginkan sesuatu, kamu bisa mengatakan nya dengan jujur." ucap Mile. Tiara menganguk.


"Humm apa aku boleh meminta Sepatu?" tanya Tiara. Mile menghela nafas panjang.


"Setelah kamu melahirkan kamu baru bisa membeli sepatu apa saja yang kamu mau, untuk saat ini kamu tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi." ucap Mile.


Tiara tersenyum. "Baiklah aku mengerti." ucap Tiara.


"Non Tiara! Den Rafi dan calon istri nya sudah datang." ucap Bibik. Tiara menganguk.


"Apa kabar Tante?" ucap Enjel langsung memeluk Calon mertua nya itu. Tiara dan suami nya datang.


"Kamu semakin cantik saja Tiara." ucap Enjel pada Tiara.


Tiara hanya bisa tersenyum sambil mengucap kan terima kasih.


Tiara memerhatikan Rafi yang hanya diam Saja.


Mereka sibuk membicarakan tanggal pertunangan namun Rafi memilih untuk diam menunduk kan kepala nya.


Tiara diam-diam mengambil video. Kalau pertunangan. Rafi dua Minggu lagi dan mengirim kan nya pada Alisa.


Alisa yang sedang di kantor melihat ponsel nya. Karena penasaran dia langsung memeriksa nya.


Mendengar pembicaraan mereka. Alisa terdiam sejenak.


"Lebih baik kalau aku tidak perlu mengganggu nya lagi, mungkin itu adalah jalan terbaik untuk Pak Rafi." ucap Alisa.


Dia mematikan ponsel nya. Dia berusaha untuk fokus pada pekerjaan nya namun dia tidak bisa fokus karena kefikiran tentang video itu.


Di malam hari nya Alisa baru saja selesai Makan malam bersama orang tua nya.


"Bagaimana keputusan kamu sudah bulat ingin kembali ikut dengan papah dan mamah kan?" tanya pak Sean. Alisa menatap wajah orang tua nya.

__ADS_1


"Rencananya besok aku akan memberikan surat pengunduran diri Pah." ucap Alisa. "Oohh begitu. Kamu jangan terburu-buru. Pikir kan dengan matang terlebih dahulu." ucap Pak Sean.


Alisa menganguk. "Papah istirahat duluan yah. Selamat malam sayang." ucap Pak Sean mencium kepala Alisa dan pergi meninggalkan ruang tamu.


Mamah nya memerhatikan Alisa. Dia duduk di samping Alisa.


"Kalau kamu ada masalah coba cerita sama mamah. Siapa tau Mamah bisa bantu." ucap mamah nya.


"Enggak kok mah, aku hanya sedih meninggalkan kantor dan juga teman-teman ku." ucap Alisa.


"Mamah yakin bukan masalah itu, tidak biasa nya kamu seperti ini. Kamu akhir-akhir ini banyak diam, termenung dan wajah kamu selalu Saja sedih seperti ini."


"Kalau kamu memiliki masalah cerita sama Mamah, jangan takut."


Alisa menatap wajah Mamah nya. "Apa kamu sedang memikirkan seseorang?" tanya Mamah nya.


"Apa itu adalah Rafi? Pria yang ikut dengan kamu ke rumah kemarin?" tanya Mamah nya.


Alisa menggeleng kan kepala nya.


"Kamu jangan berbohong nak, Mamah tau seperti apa anak Mamah."


Alisa Menghela nafas panjang. "Sebenarnya aku sedang bingung dengan perasaanku sendiri Mah." ucap Alisa.


"Sebenarnya waktu dia ikut kamu ke rumah dia mengatakan kalau dia sangat mencintai kamu. Namun dia tidak bisa melakukan apapun karena keinginan orang tua nya." ucap Mamah nya.


Alisa Menghela nafas panjang. Dia memegang kening nya karena malu.


"Kenapa Rafi harus ngomong itu sih sama Mamah." ucap Alisa. Mamah nya tersenyum.


"Mamah tau juga sebenarnya kamu mencintai dia kan? Tapi kamu memikir kan dia yang sudah mempunyai pasangan sehingga kamu menyiksa perasaan kamu dengan perasaan Rafi."


"Orang tua nya tidak suka pada ku mah, apalagi calon nya sangat membenci aku dekat dengan Rafi." ucap Alisa.


"Mamah paham kok posisi kamu, tapi kamu tidak boleh membohongi perasaan kamu sendiri."


"Maksud Mamah?" tanya Alisa.


"Kalau kamu mencintai Rafi Kenapa tidak mencoba untuk menyatukan nya?"


"Bukan hal yang mudah mah, aku juga Masih bingung dengan perasaanku padanya." ucap Alisa. Mamah nya membawa Alisa ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Kalau Kalian berdua tidak saling berbicara dengan baik tidak akan ada jalan keluar nya. Namun kamu juga harus tau kalau cinta tidak bisa di paksain."


Alisa tiba-tiba melepaskan pelukannya.


"Aku ijin Keluar sebentar yah Mah." ucap Alisa. "Mau kemana lagi? Ini sudah malam." ucap Mamahnya.


Alisa ke kamar nya mencari sesuatu dan tidak beberapa lama keluar. Mamah nya hanya bisa diam saja.


"Aku ada urusan mah." Alisa langsung keluar. Dia langsung menuju ke apartemen Rafi.


Sampai di sana dia menekan bel beberapa kali namun tidak ada jawaban dia akhirnya bernekat masuk mengunakan kunci yang dia punya.


"Kemana Dia?" tanya Alisa melihat apartemen sangat sepi.


Dia memeriksa ke kamar namun tidak ada orang.


"Seperti nya dia belum pulang, dia masih sibuk dengan calon keluar nya." ucap Alisa. dia merapikan kamar yang begitu berantakan.


"Dia selalu menghabiskan waktu nya dengan mabuk, sungguh tidak ada gunanya." ucap Alisa. Setelah selesai membersihkan kamar dia melanjutkan membersihkan di luar.


Dia melihat Kamar sebelah yang tidak pernah di pakai namun terbuka pintu nya. Dia melihat ternyata isinya barang-barang Enjel semua.


"Dia sudah mau membawa wanita lain ke sini, itu artinya aku sudah di lupakan oleh nya, untuk apa lagi aku datang ke sini." ucap Alisa.


Dia sudah selesai membersihkan semua nya dia mengambil Tas nya dan keluar namun dia kaget melihat pintu terbuka.


Rafi melihat Alisa di Balik pintu seketika wajah nya yang tadi sangat lesu, cemberut dan menunduk sekarang kembali segar, menatap Alisa.


"Hari ini sangat melelahkan sekali, aku ingin mandi duluan yah." ucap Enjel. Alisa melihat Enjel. Enjel melihat Alisa.


"Kamu kenapa bisa di sini? Kamu mau mencuri yah?" ucap Enjel.


"Sa-saya minta maaf, saya ijin keluar dulu." ucap Alisa. Dia langsung keluar begitu saja. "Kenapa kamu hanya diam saja? kenapa dia bisa di sini? dia pasti mau mencuri barang-barang, secara kan sekarang dia sudah tidak mempunyai pekerjaan. Wanita penggoda seperti itu tidak akan di terima kerja di mana pun." ucap Enjel.


"Kamu kumpul kan terlebih dahulu barang-barang kamu, aku keluar sebentar dulu setelah itu aku akan mengantarkan kamu pulang." ucap Rafi.


Rafi langsung keluar.


"Alisa! Alisa! Berhenti Alisa." ucap Rafi menahan Alisa. Namun Alisa tidak berhenti. Rafi menarik tangan Alisa.


"Lepaskan aku, aku mau pulang, lebih baik bapak masuk menemani calon tunangan bapak." ucap Alisa.

__ADS_1


Mampir ke cerita baru author yok. Yang berjudul "Janda Muda dan Brondong Kaya.


__ADS_2