Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 223


__ADS_3

"Kamu tidak percaya sama aku? kenapa kamu mengatakan seperti itu?" tanya Tiara.


"Istri yang harus di percaya itu adalah istri yang bisa menjaga kepercayaan Suami nya." ucap Mile.


"Aku tidak membohongi kamu. Aku di paksa oleh Kin." ucap Tiara. "Apa dia memaksa kamu untuk tidur dengan nya lagi?" ucap Mile. Tiara yang mendengar itu sangat sedih.


"Aku tidak meminta akan terjadi seperti ini, aku sama sekali tidak menginginkan ini." ucap Tiara.


"Kamu tau Tiara? Kamu sangat jahat kepada saya. Saya ingin kamu pergi dari rumah saya!" ucap Mile.


"Mile aku mohon jangan usir aku. Aku mohon." Tiara memohon namun Mile tidak perduli.


"Ada apa ini?" tanya Pak Daniel yang tiba-tiba Datang.


Mile dan Tiara sangat kaget. "Apa yang terjadi Tiara? Mile?" tanya Bu Vina. "Sudah saatnya Papah tau kalau anak yang di kandungan Tiara bukan lah darah daging ku. Melainkan pria lain yang sudah meniduri dia terlebih dahulu sebelum menikah dengan ku." ucap Mile.


Pak Daniel dan Bu Vina mendengar itu sangat kaget.


"Dari mana kamu tau?" tanya pak Daniel. "Papah bisa tanyakan sendiri pada Tiara." ucap Mile.


Tiara sangat kecewa pada suami nya. Dia berfikir kalau Suami nya akan melindungi dia, tapi nyatanya tidak.


"Apa itu benar Tiara?" tanya Pak Daniel.


"Maafin aku Pah." ucap Tiara sudah menangis. Pak Daniel langsung Menghela nafas panjang, badan nya bergemetar.


"Siapa ayah kandung nya?" tanya Pak Daniel. Tiara menggeleng kan kepala nya. "Aku pada saat itu mabuk Pah, aku tidak tau." ucap Tiara.


"Apa orang tua mu tau tentang ini?" tanya Pak Daniel lagi. Tiara tidak ingin orang tua nya terkena masalah akhirnya dia berbohong.


"Tidak Pak. Ayah Sama ibu tidak tau akan kehamilan ku." ucap Tiara. Pak Daniel menarik nafas dan membuang nya dengan kasar.


"Kamu tau kan kesalahan yang kamu lakukan ini adalah kesalahan yang sangat fatal?" ucap pak Daniel berusaha untuk tenang.


"Maafin aku Pah." ucap Tiara.


"Tidak cukup dengan kata maaf, saya sangat kecewa sama kamu." ucap Pak Daniel. "Dan kamu sudah membuat nama baik keluarga Minor yang selama ini saya jaga sudah hancur karena kamu. Kamu menantu membawa kesialan di keluarga saya!" ucap Pak Daniel.


"Sudah Pah, sudah." ucap Bu Vina. "Saya tidak ingin melihat wajah kamu lagi! Dan jangan sampai orang-orang melihat wanita yang sangat kotor seperti kamu." ucap Pak Daniel.


"Pah aku mohon jangan lakukan itu, aku minta maaf. Kemana aku harus pergi? Aku sangat mencintai Mile, tidak mungkin kami berpisah." ucap Tiara.

__ADS_1


"Mungkin!" ucap Pak Daniel dengan suara yang begitu keras sehingga membuat Tiara langsung diam.


"Mile Tolong katakan kalau kamu tidak ingin bercerai dari aku. Aku mohon." ucap Tiara. Mile melepaskan tangan istrinya.


"Saya tidak bisa." ucap Mile. Tiara menangis ketika Mile langsung pergi. "Besok kamu harus mengemasi semua pakaian kamu dan pergi dari sini." ucap Pak Daniel dan langsung pergi begitu saja.


Tiara begitu kecewa sekali. Dia sangat menangis di lantai tampa satu pun yang mau menguatkan nya.


Bibik Ja hanya bisa diam karena Pak Daniel meminta Bibik Ja berhenti untuk membujuk Tiara.


Di tempat lain Rafi sama sekali tidak bisa tidur..


"Sayang kenapa kamu belum tidur?" tanya Alisa.


Rafi menoleh ke arah Alisa.


"Aku berfirasat tidak baik tentang Tiara." ucap Rafi. "Aku juga dari tadi kefikiran Tiara." ucap Alisa.


Mereka menelpon nomor Tiara namun di tolak oleh Tiara tidak beberapa lama ada pesan masuk.


"Aku sedang bersama suami ku kak jangan menelpon dulu.' isi pesan dari Tiara.


"Syukur deh kalau Tiara lagi sama suami nya, ayo tidur tidak ada yang perlu di khawatir kan." ucap Rafi. Alisa menganguk.


Tiba-tiba Orang tua Rafi menelpon nya di pagi hari.


"Sayang ibu kamu nelpon." ucap Alisa memberikan Handphone pada suami nya.


"Iyah halo Bu." ucap Rafi.


"Kamu harus segera pulang. Ternyata anak yang di kandungan Adek kamu bukan anak nya Mile melainkan anak dari pria yang sudah menghamili dia sebelumnya." ucap Bu Rosa.


"Apa!" Rafi langsung duduk kaget.


Alisa juga jadi ikut kaget.


"Sebaiknya kamu pulang dulu nak, sekarang Tiara sudah tidak di rumah suaminya." ucap Bu Rosa.


"Bagaimana bisa Bu? Semalam Tiara bilang kalau dia lagi sama suami nya." ucap Rafi.


"Tadi malam Mertua Tiara Mengabari masalah itu, dan pagi-pagi sekali ibu dan Ayah datang ke rumah Mile ternyata adik kamu sudah tidak di sini lagi." ucap Bu Rosa.

__ADS_1


"Baik mah aku akan ke rumah Mile." ucap Rafi.


"Sayang ada apa?" tanya Alisa. "Tiara kabur dari rumah suaminya." ucap Rafi.


Alisa kaget. Dia mengikuti kekasih nya berganti pakaian dan setelah itu pergi dengan tergesa-gesa.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Mile.


"Coba lihat CCTV." ucap Pak Yuda pada para pengawal.


"CCTV tidak bisa di lihat Tampa persetujuan Den Mile Pak." ucap pengawal.


Pak Yuda tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya bisa menghela nafas panjang.


"Tiara kemana kamu?" batin Pak Yuda.


"Bu, ayah bagaimana?" tanya Rafi yang baru saja datang.


"Belum ada petunjuk. Bahkan Tiara tidak membawa pakaian apapun." ucap Bu Rosa. "Sekarang Mile kemana?" tanya Rafi. "Ibu dan Ayah juga tidak tau, Ayah sudah mencoba menghubungi dia namun tidak bisa." ucap pak Yuda.


"Di mana Mile bik?" tanya Rafi. "Saya tidak tau den." jawab Bibik Ja.


"Tidak perlu menutupi nya Bik, ini masalah yang sangat serius! Adik saya hilang namun dia tidak ada di sini untuk mencari nya." ucap Rafi.


"Beri tau saja Bik, bagaimana kalau Tiara dalam bahaya atau ingin membunuh diri." ucap Alisa.


"Ada di rumah utama Den, tapi den Mile tidak bisa di ganggu untuk sekarang ini." ucap Bibik Ja.


Tanpa pikir panjang Rafi masuk ke dalam mobil. Bu Rosa meminta Alisa untuk mengikuti nya. Alisa pun ikut dengan Rafi.


"Kamu jangan terlalu emosi sayang." ucap Alisa menenangkan Rafi setelah sampai di depan rumah utama..


"Mile!!! Keluar kamu!" ucap Rafi. pengawal langsung menahan Rafi.


"Di mana bos kalian?" tanya Rafi.


"Bos sedang tidak ingin di ganggu." ucap bodyguard.


"Suruh dia keluar, saya ingin berbicara dengan nya!" ucap Rafi.


"Maaf pak, sebaiknya bapak pergi!" ucap bodyguard.

__ADS_1


Rafi menghajar mereka semua. Alisa sangat panik namun sepertinya Rafi sudah sangat emosi dia menendang pintu dan melihat ke arah mana kamar utama di rumah itu.


Setelah menemukan nya dan mendorong pintu sehingga Mile sedang berbaring tiba-tiba menodong kan pistol ke arah pintu.


__ADS_2