
Kin menghela nafas panjang. "Saya sudah menjadi kekasih kamu namun kamu masih sangat jahat kepada saya." ucap Kin.
"Aku minta maaf, Tapi sebaiknya kita pulang saja kak. Ini sudah malam." ucap Sisi.
"Malam ini kita tidak akan pulang ke rumah melainkan kembali ke Vila." ucap Kin. "Tapi kalau Ibu dan semua orang mencari bagaimana kak?" tanya Sisi.
"Kamu ijin kalau ada tugas sehingga tidak pulang. mereka tidak tau kalau kamu sama saya." ucap Kin.
Sisi sebenarnya juga ingin menghabiskan banyak waktu dengan Kin, akhirnya dia mau.
"Baiklah kalau begitu kak." ucap Sisi dia menelpon Orang tua nya mengatakan dia tidak akan pulang.
Sangat berdosa sih, namun kalau ketahuan dia memiliki hubungan dengan Bos nya sendiri jauh lebih rumit.
Orang tua nya tidak curiga. dia mengijinkannya Sisi.
"Bagaimana? Apa ibu mu marah?" tanya Kin.."Ibu tidak mengijinkan nya." ucap Sisi.
Kin terdiam sejenak. "Bagaimana bisa?" tanya Kin. Sisi menggeleng kan kepala nya.
Kin terlihat sangat cemberut ketika Sisi tidak mendapatkan ijin untuk menginap di luar.
"Jangan cemberut seperti itu kak, aku di ijinkan kok." ucap Sisi. Kin merasa kesal namun dia juga bahagia.
"Hanya saja aku merasa bersalah sudah berbohong seperti ini." ucap Sisi. "Ini demi kebaikan kamu dan juga saya." ucap Kin.
Sisi tersenyum sambil mengangguk. Mereka makan sebentar di restoran itu dan setelah itu kembali ke villa.
Sementara Mile kembali ke rumah. "Semoga saja Tiara tidak menunggu ku, semoga saja dia tidak berpikir yang aneh-aneh." ucap Mile.
"Den Mile baru saja sampai?" tanya Bibik Ja kaget melihat Mile melewati ruang tamu.
"Eh Bibik. Iyah nih bik." ucap Mile. "Dari tadi Non Tiara nyariin. Tian Juga nangis-nangis dari tadi. Saya gendong gak mau den, kasian non Tiara kecapean dari tadi." ucap Bibik Ja.
Mile bingung menjawab apa.
"Sebaiknya den Mile langsung ke atas saja." ucap Bibik Ja. Mile menganguk dia meninggalkan Bibik Ja dan masuk ke kamar.
Dia masuk dan melihat istrinya yang menggendong Tian. Tiara menoleh ke arah suami nya.
"Kamu sudah pulang? Kamu dari mana saja?" tanya Tiara. Mile melihat wajah Tiara yang sudah sangat ngantuk sangat merasa bersalah sekali karena membiarkan nya mengurus Tian sendirian.
__ADS_1
"Saya bertemu teman, saya pikir Ibu atau mamah masih disini." ucap Mike. "Mereka sudah pulang, aku juga tidak mau merepotkan mereka. Aku bisa sendiri kok." ucap Tiara.
Mile mengambil Tian dari Tiara.
"Maafin saya sudah pulang lama." ucap Mile. Tiara Hanya tersenyum tipis dan langsung berbaring di kasur.
Mile melihat Tiara tidur dia menyelimuti nya.
Wajar saja jika Tiara kelelahan karena seharian mengurus Tian. Walaupun banyak yang bantuin tapi tetap saja lelah.
"Anak Ayah kok belum tidur sih?" tanya Mile kepada Tian. Tian tersenyum. Dia mengajak Tian bermain agar tidak menangis. Karena kalau di gendong terus dia akan sangat lelah sekali.
"Akhirnya tidur juga." ucap Mile. Dia membaringkan Tian di samping Tiara. "Maafin aku yah Tiara. Aku sangat meminta maaf kepada kamu." batin Mile.
Dia membenarkan selimut istri nya dan ikut berbaring di samping istri nya.
Sudah berbaring namun dia tidak bisa tidur sama sekali.
"Hufffttt...Aku tidak berhenti memikirkan keadaan Mina sekarang, semoga saja dia tidak aneh-aneh." ucap Mile.
"Kamu kenapa belum tidur?" tanya Tiara kepada Mile. Mile menoleh ke arah Tiara.
"Gak apa-apa, hanya Belum ngantuk saja." ucap Mile. Tiara menatap Wajah Mile, dia duduk.
"Kamu pergi menemui wanita itu kan?" tanya Tiara.
"Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh dulu." ucap Mile.
"Bagian aku tidak berfikir aneh-aneh, kamu menemui dia di Malam hari." ucap Tiara.
"Tapi aku dengan dia tidak seperti apa yang kamu pikirkan, kami hanya membicarakan tentang hubungan kita." ucap Mile.
"Kamu ingin bersama dia dan menduakan aku kan?" ucap Tiara marah sampai Bastian terbangun.
Mile bingung harus menjelaskan nya bagaimana. Dia di karena Bastian.
"Aku sudah mencoba untuk menahan amarah ku namun semua nya tidak bisa aku tahan, aku ingin kamu meninggalkan wanita itu kalau kamu masih sayang sama aku." ucap Tiara.
"Aku akan meninggalkan Mina, aku masih sangat mencintai kamu, aku juga mencintai Bastian." ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang.
Dia kembali berbaring di kasur. Mile hanya bisa Sabar menghadapi istri nya untuk saat ini. Wajar saja jika Tiara sangat marah seperti itu.
__ADS_1
Mungkin Siapa pun yang di posisi Tiara Akan seperti itu.
Setelah Bastian kembali tidur Mile bisa berbaring di samping nya.
Keesokan harinya..
"Selamat pagi anak papah.." Kin datang langsung mengendong Tian yang baru saja selesai mandi.
"Kin, Sisi, kalian baru saja datang?" ucap Tiara yang baru datang karena Tian lagi sama Bibik Ja.
Sisi dan Kin tersenyum. "Iyah nih mbak." ucap Sisi. Tiara duduk bersama mereka.
Mile juga datang bersama dengan Tiara. "Apa kabar?" tanya Mile. Kin menyalim Tangan Mile.
"Alhamdulillah baik." ucap Kin.
"Ayo silahkan duduk." ucap Mile.
"Saya tidak bisa menemani lebih lama, saya harus pergi bekerja." ucap Mile. Kin menganguk.
Mile pamit pada istri nya dan segera pergi.
Kin menatap wajah Tiara terlihat seperti cemberut ketika suami nya pergi.
"Ada masalah lagi dengan suami mu?" tanya Kin. Tiara menghela nafas panjang.
"Aku kesal karena dia pasti bertemu dengan wanita itu lagi." ucap Tiara. "Kamu harus mencoba untuk percaya pada suami kamu." ucap Kin.
"Kamu sudah tau dia bertemu dengan Mina tadi malam, bagaimana bisa aku percaya lagi sama dia?" ucap Tiara.
"Kalau kamu ingin rumah tangga kamu baik-baik Saja kamu harus bisa percaya pada suami kamu, cintai dia, Buat dia semakin betah sama kamu dan buat dia semakin mencintai kamu." ucap Kin.
"Aku tidak bisa percaya begitu saja Kin, aku sudah sangat trauma percaya dengan Pria." ucap Tiara.
"Kamu tidak bisa menyamakan semua sifat Pria, setiap pria itu memiliki sifat yang berbeda-beda." ucap Kin.
"Mantan kamu dengan suami kamu jauh berbeda." ucap kin. Tiara menghela nafas panjang.
"Kamu berikan suami kamu kesempatan, beri dia kesempatan. Ingat Tian yang harus bahagia. Kalau kamu dengan suami kamu tidak bisa akur Tian akan saya ambil." ucap Kin.
"Jangan aku mohon." ucap Tiara Takut.
__ADS_1
"Saya tidak memiliki hak untuk mengambil anak ini, namun kalau kamu dengan Mile tidak akur bagaimana mencontohkan yang baik untuk Tian." ucap Kin.
Tiara menunduk kan kepala nya. "Baiklah." ucap Tiara.