Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 249


__ADS_3

Dia melihat pesan dari Tiara membuat nya terdiam sejenak. "Huff aku juga harus tau Mile serius atau tidak dengan Tiara, kalau tidak sebaik nya bicarakan baik-baik." batin Kin.


"Sebaiknya kamu ikut dengan saya." ucap Kin kepada Sisi.


"Mau kemana?" tanya Sisi. "Udah ikut saja." ucap Kin sambil memasang baju nya.


Setelah rapi mereka keluar dari sana tepat jam tujuh malam. Kin bingung harus mencari kemana Mile, namun dia bisa bertanya kepada orang-orang yang biasa bersama Kin.


Akhirnya dia mendapatkan di mana Mile sekarang. Dia melihat Mile di sebuah restoran seperti menunggu seseorang.


"Itu Bukan nya suami nya mbak Tiara?" tanya Sisi yang ikut dengan Kin memata-matai Mile.


"Iyahh." ucap Kin. Tidak beberapa lama Mina datang.


"Loh wanita itu siapa?" tanya Sisi lagi.


"Kenapa kamu ngajak aku ketemu di sini? Biasa nya kamu langsung ke apartemen aku." ucap Mina. "Saya mau berbicara serius dengan kamu." ucap Mile.


"Aku tidak mau membahas soal istri kamu yang baru saja pulang itu. Aku tidak mau putus dengan kamu karena aku sudah sangat mencintai kamu. Aku rela melakukan apapun demi kamu." ucap Mina.


"Tapi situasinya tidak begitu baik Mina, aku sudah memiliki anak mana mungkin aku berpacaran dengan kamu sementara istri dan anak ku masih hidup." ucap Mile.


"Terus mau mau meninggalkan aku begitu saja? Apa kamu tidak mencintai aku?" tanya Mina. Mile menghela nafas panjang.


"Maafin aku Mina, aku lebih mencintai istri dan juga Anak ku." ucap Mile. "Kamu sangat jahat sekali. Kamu sangat jahat." ucap Mina marah.


"Aku mohon mengerti di posisi aku menyanyangi kamu, tapi seperti nya berpisah adalah jalan terbaik untuk kita." ucap Mile.


"Kenapa harus berpisah? Aku mau menjadi Istri kedua kamu." ucap Mina.


"Tidak mungkin Mina, jangan konyol." ucap Mile. "Aku sangat tulus kepada kamu, kamu begitu jahat." ucap Mina.


"Mina kalau kamu mencintai aku, kamu harus ikhlas. Aku bahagia dengan Istri ku, aku tidak ingin kehilangan dia dan anak ku untuk kedua kali nya." ucap Mile.


"Apa kamu tega meninggalkan Aku?" tanya Mina. Mile terdiam dia melihat Mina sudah menangis.

__ADS_1


"Aku tidak tega Mina, namun aku memikirkan perasaan kamu nanti, kedepannya bagaimana karena kamu akan sakit melihat ku bersama orang lain." ucap Mile.


"Aku tidak mempermasalahkan masalah itu, aku akan terus bersama kamu." ucap Mina. "Ini demi kebaikan kamu dan juga semua orang yang di sekitar ku." ucap Mile.


"Kamu adalah laki-laki yang tidak memiliki perasaan. "Kau membutuhkan ku di saat kamu sedih, namun setelah beban Kamu hilang dan istri kamu kembali kamu mau meninggalkan ku, kamu sungguh jahat." ucap Mina.


"Maafin aku Mina, namun kamu pasti menemukan Pria yang lebih baik." ucap Mile.


"Aku tidak mau, kalau kamu nekat untuk meninggalkan aku, aku akan bunuh diri." ucap Mina. Sambil mengarahkan Sendok garpu ke urat nadinya.


"Jangan Mina.. Jangan!" ucap Mile. "Lebih baik aku mati saja dari pada harus putus dengan kamu." ucap Mina.


Sisi ketakutan dia bersembunyi di badan Kin. Kin yang melihat Sisi jadi gemas dia tersenyum.


"Sini.." Kin membawa Sisi bersembunyi di dada nya.


"Huff kakak jangan modus." ucap Sisi memukul Dada Kin. Kin tertawa.


"Bagaimana Itu kak?" tanya Sisi.


"Kita lihat saja bagaimana Mile menangani wanita itu.. Namun seperti nya dia benar-benar ingin memperjuangkan Hubungan nya dengan Tiara." ucap Kin.


"Apa kamu juga mencintai saya?" tanya Kin. Sisi memukul tangan Kin yang menyentuh wajah nya.


"Jangan aneh-aneh yah kak " ucap Sisi. Kin tersenyum.


"Kamu lucu sekali." ucap Kin. Dia kembali fokus pada Mile dan juga Mina.


"Ini adalah hal gila Mina, kita harus segera putus." ucap Mile.


"Mile.. Mile..." Mina mengejar Mile keluar namun Dia tidak perduli dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Maafin aku Mina. Tapi aku tau kalau aku bukan lah Pria yang baik untuk kamu." ucap Mile. Dia meninggalkan restoran itu.


Mina menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


"Ayo mbak saya bantu." sisi membantu Mina berdiri karena tidak satupun yang datang membantu nya.


Sisi membawa nya duduk di tangga.


"Mbak jangan menangisi Pria yang tidak menginginkan mbak, tidak ada gunanya." ucap Sisi.


"Mbak cantik, mbak juga bisa mendapatkan pria yang lebih baik." ucap Sisi. Kin yang melihat Sisi dewasa kali ini membuat nya semakin kagum.


"Pria di dunia ini sangat lah berengsek Mbak, tidak perlu menangisi pria." ucap Sisi sambil melirik ke arah Kin, Kin hanya bisa menghela nafas panjang.


"Ya sudah kalau begitu sebaiknya mbak pulang," ucap Sisi. Mereka mengantar kan Mina ke dalam mobil nya.


"Apa kalian mengenal Saya?" tanya Mina. "Kami tidak mengenal Mbak, namun kami mengenal Mile." ucap Kin.


Wanita itu baru sadar ternyata yang di depan nya adalah Kin. Keluarga terkaya di kota itu.


"Saya meminta kepada kamu untuk mengiklas kan Mile. Dia memilih bersama kamu karena dia kesepian pada masa itu. Dan sekarang istri nya sudah pulang, kamu harus memikirkan perasaan istri nya. Kamu juga seorang wanita suatu saat nanti akan menjadi Ibu." ucap Kin.


"Tapi saya sudah sangat mencintai Mile." ucap Mina.


"Apa Kamu bisa bertahan lama mencintai Pria yang sudah menjadi ayah dan suami orang lain?" ucap Kin. Mina merasa tertampar sekali.


"Sudah.. Lebih baik mbak pulang dan menenangkan diri terlebih dahulu." ucap Sisi. Mina pun pergi.


Sisi tiba-tiba menatap Kin dengan tatapan tajam.


"Berbicara dengan wanita tidak bisa seperti kak, dia sedang sedih." ucap Sisi. "Apa kamu tidak melihat dia adalah wanita yang tidak mempunyai hati." ucap Kin.


"Kenapa Kakak berbicara seperti itu? Dia adalah wanita yang baik. Dia hanya sangat mencintai pak Mile maka terlihat jadi wanita yang sangat bodoh." ucap Sisi...


"Ada apa maksud kamu mengatakan kalau Pria di dunia ini berengsek semua?" ucap Kin. "Loh bukannya itu benar? Termasuk kakak juga." ucap Sisi.


Kin menghela nafas panjang. "Saya sudah menjadi kekasih kamu namun kamu masih sangat jahat kepada saya." ucap Kin.


"Aku minta maaf, Tapi sebaiknya kita pulang saja kak. Ini sudah malam." ucap Sisi.

__ADS_1


"Malam ini kita tidak akan pulang ke rumah melainkan kembali ke Vila." ucap Kin. "Tapi kalau Ibu dan semua orang mencari bagaimana kak?" tanya Sisi.


"Kamu ijin kalau ada tugas sehingga tidak pulang. mereka tidak tau kalau kamu sama saya." ucap Kin.


__ADS_2