Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 39


__ADS_3

Setelah Mile berbicara seperti itu dia pun langsung diam. Dia langsung tidur. Tiara menoleh ke arah Mile.


Dia lama memerhatikan wajah Mile yang sudah tidur.


Keesokan harinya Mile baru saja bangun. Dia langsung duduk setelah memeriksa ponsel nya. Dia terdiam sambil mengumpulkan nyawa nya.


"Aaarggghh," dia meregangkan otot-otot nya.


Dia baru sadar kalau Tiara tidak ada di tempat tidur.


"Kemana dia? Kenapa dia tidak ada di sini?" tanya Mile sambil melihat ke arah Kamar mandi karena biasanya selalu di sana.


Namun tidak ada suara Air di kamar mandi.


"Selamat pagi Den." sapa Bibik Ja, karena Mile baru saja keluar dari kamar dengan pakaian rapi nya.


"Pagi juga Bik." sapa Mile balik.


"Tiara kemana bik? Kenapa tidak kelihatan?" tanya Mile sambil melihat ke setiap sudut lantai satu.


"Oohh Non Tiara sedang keluar, dia baru saja pergi karena menunggu den Mile tak kunjung turun, dia ada urusan sebentar." ucap Bibik.


"Loh kenapa di ijinkan bik?" tanya Mile langsung khawatir.


"Den Mile tenang saja, kali ini non Tiara mau di anterin sama supir dan juga Di kawal sama pengawal kok den." ucap Bibik.


Mile merasa lega.


"Bik tolong ajarin Tiara mencuci pakaian dengan benar, semua pakaian bagus saya rusak." ucap Mile.


"Itu bukan pekerjaan Non Tiara Den, saya saja yang mengerjakan nya." ucap Bibik.


"Itu tugas dia bik. Dia juga harus tau apa saja pekerjaan tanggung jawab nya." ucap Mile. Bibik Ja tidak berani untuk menjawab Mile.


"Baik Lah den, kalau begitu saya akan menyiapkan sarapan untuk den Mile." ucap Bibik, karena Tiara tidak ada.


"Saya sarapan di Kantin saja Bik. Saya berangkat sekarang." ucap Mile.


Di sebuah butik yang besar Tiara sangat sibuk memilih jas dan juga pakaian yang lain khusus untuk laki-laki.

__ADS_1


Dia memilih yang benar-benar bagus.


"Aku tau dia pasti sangat sedih karena pakaian nya semua rusak, aku harus bertanggung jawab." ucap Tiara.


Dia diam-diam mengukur badan Mile agar cocok nanti kalau dia membeli nya.


Yang dia pilih adalah mod oleh yang sangat terbaru dan dia menyukai semua yang di pilih oleh nya, dia mau membayar nya namun ternyata yang ada di dompet nya hanya kartu kredit Mile.


"Lohh kartu ku di mana? Apa jangan-jangan ketinggalan di dalam tas ku yang satu lagi." batin Tiara.


"Buk Tiara segera lakukan pembayaran nya, masih banyak yang ngantri dibelakang." ucap Kasir.


Tiara langsung membayar nya setelah selesai di bayar Tiara ingin bertemu dengan teman nya yang sudah menunggu nya dari tadi.


"Alisa! Maaf yah sudah membuat kamu lama menunggu." ucap Tiara. Wanita cantik berpakaian putih, rambut yang di urai membuat nya semakin cantik dengan kulit putih.


Dia lebih tua dua tahun dari Tiara, namun mereka sangat akrab. Alisa Bekerja di salah satu perusahaan sebagai karyawan biasa.


"Gak apa-apa kok Tiara." ucap Alisa.


"Sebenarnya kamu kenapa? Kenapa tiba-tiba ngajak ketemu, emang kamu tidak bekerja?" tanya Tiara. Alisa menggeleng kan kepala nya.


"Aku di keluarkan dari Perusahaan karena membuat kesalahan." ucap Alisa. "Loh bagaimana bisa?" tanya Tiara. Alisa menggeleng kan kepala nya.


"Ya udah kalau begitu, kamu pasti sudah Bosan di sini, bagaimana kalau kamu ikut saja ke rumah ku, kamu juga bisa menenangkan diri kamu." ucap Tiara.


Alisa mengangguk. mereka pun pulang ke rumah Mile.


"Loh Tiara kamu beli rumah di sekitar sini?" tanya Alisa.


"Iyah!" jawab Tiara. Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.


"Non Tiara akhirnya pulang juga, ini sudah Siang membuat Bibik khawatir saja." ucap Bibik Ja.


"Aku baik-baik saja Bik. Oh iya kenalin ini Alisa dia adalah Teman dekat ku Bik." ucap Tiara.


"Wahh teman-teman Non Tiara cantik-cantik semua yah. Sama seperti non Tiara cantik banget." ucap Bibik.


"Bibik bisa saja." ucap Tiara.

__ADS_1


"Hari Ini Bibik mau keluar kan? aku gak apa-apa kok di rumah bik, Lagian ada Alisa, Bibik boleh keluar." ucap Tiara. Bibik Ja mengucapkan terimakasih dia pun segera siap-siap, namun sebelum keluar dia mau Ijin Dulu sama Bos nya.


Setelah mendapat kan Ijin dia baru berani keluar.


"Wahh rumah baru kamu Bagus banget yah Tiara." ucap Alisa. Tiara tersenyum.


"Ngomong-ngomong orang tua kamu kemana?" tanya Alisa.


"Aku tidak tinggal dengan mereka lagi." ucap Tiara.


"Loh bagaimana bisa?" tanya Alisa kaget.


"Kamu belum baikan yah sama orang tua kamu? Itu semua karena kamu Tiara, kamu selalu mengabaikan mereka dan memilih bebas." ucap Alisa.


Tiara hanya diam saja.


"Ya udah kalau begitu sekarang kamu ceritakan deh apa sebenarnya yang terjadi, dan sekarang tujuan kamu apa?" tanya Tiara.


"Aku juga tidak tau, aku tidak ingin ikut dengan orang tua ku ke Prancis. Aku juga tidak ingin mereka tau aku di keluar kan dari perusahaan tempat ku bekerja." ucap Alisa.


"Huff aku bingung mau bantuin kamu bagaimana sekarang." ucap Tiara. "Aku bukan berniat mau minta tolong cariin pekerjaan, aku hanya ingin ada teman curhat saja." ucap Alisa.


"Emang kamu membuat kesalahan apa?" tanya Tiara.


"Aku tidak sengaja bermasalah dengan gebetan Bos ku, aku tidak suka pada nya karena semena-mena saja pada karyawan di sana. Waktu itu aku sedang sibuk namun dia datang meminta kopi." ucap Alisa.


"Terus." Ucap Tiara.


"Namun aku tidak mau, karena dia bukan bekerja di sana ataupun dia bukan atasan ku, tiba-tiba dia marah aku membalas marah tiba-tiba menampar ku karena aku menyebut nya wanita matre dan tiba-tiba bos ku selesai meeting tidak sengaja aku memukul Lengan Perempuan itu." ucap Alisa.


Tiara Menghela nafas panjang. "Aku mau membela kaku namun kamu salah juga, kamu seharusnya mengabaikan dia kalau kamu tidak mau tidak perlu mengatai nya." ucap Tiara.


"Aku sudah lama jengkel pada nya Tiara." ucap Alisa.


"Sudah lah tidak perlu di ambil hati, Kalau kamu masih mau di Jakarta ini, aku akan membantu mencari pekerjaan." ucap Tiara. Alisa tersenyum.


"Aku mau ngajakin kamu nonton film Korea agar stress kamu berkurang." ucap Tiara.


"Wahh seru juga tuh, aku mau dong." ucap Alisa. Mereka sama-sama menyukai Drakor.

__ADS_1


Mereka berdua sama-sama tegang melihat film di laptop itu, namun tiba-tiba ponsel Tiara berdering.


"Siapa Sih yang nelpon?" ucap Tiara kesal. Dia melihat yang nelpon ada Mile dia pun mengabaikan nya.


__ADS_2