
Tiara langsung berdiri sangat mepet dengan Mile karena wanita-wanita itu tak kunjung memalingkan pandangan dari suami nya. Mile yang melihat itu hanya bisa terdiam sekaligus bingung.
"Halo Kak, saya boleh minta tanda tangan kakak nya?" tanya Wanita dengan berani pada Mile. Mile melihat Majalah nya yang di pegang wanita itu.
"Boleh." ucap Mile. Wanita itu sangat senang.
"Boleh minta tanda tangan di Kemeja saya?" tanya Wanita itu. Mile mengangguk sambil tersenyum.
"Humm boleh foto bareng kak?" tiba-tiba Teman nya datang dan mengajar foto bersama.
Mile dengan senang hati mengijinkan mereka berfoto. Tiara jadi tersingkir kan.
"Terimakasih yah semua nya. Sampai jumpa lagi." ucap Mile.
Mile melihat Tiara yang memasang wajah sangat jutek.
"Kamu sudah mendapatkan yang kamu mau?" tanya Mile.
"Aku tidak ingin beli sepatu lagi, aku lapar." ucap Tiara langsung berjalan duluan meninggalkan toko.
Mile Menghela nafas panjang dia pun mengikuti Tiara Keluar, mereka memasuki makanan ala Korea gitu.
"Kenapa kamu mengikuti ku? Lebih baik kamu menemui wanita-wanita yang kamu rangkul pinggang nya tadi." ucap Tiara. "Apa maksud kamu?" tanya Mile.
"Huff sudahlah kamu pasti sangat senang kan di kerumuni banyak-banyak Wanita, sebelum nya karena penampilan kamu norak jadi tidak ada yang mau mendekati." ucap Tiara.
Mile menatap Tiara.
"Kamu salah kalau mengatakan saya tidak pernah di kejar-kejar wanita." ucap Mile. "Sombong banget, siapa juga yang mau sama pria dingin, Wajah datar, pemarah dan pakai kaca mata Serta pakaian yang selalu formal tidak ada gaya Lain, sangat membosankan." ucap Tiara.
Dia duduk dan memesan makanan.
"Menurut kamu saja seperti itu. Selera kamu yang terlalu tinggi, banyak pria yang Wajah pas-pasan namun mempunyai kekasih yang sangat cantik." ucap Mile.
"Oh ya? Berarti mereka mempunyai selera yang sangat buruk." ucap Tiara. Mile diam, percuma saja jika dia menangapi istri nya.
"Kenapa kamu diam? Kamu sedang memikirkan wanita-wanita tadi kan?" tanya Tiara.
"Ingat yah kamu sudah mau punya anak, jangan berfikir untuk dekat dengan wanita manapun!" ucap Tiara.
"Baiklah-baiklah, saya minta maaf lebih baik kamu makan agar emosi kamu hilang." ucap Mile. Tiara masih memasang wajah cemberut.
__ADS_1
"Sampai jumpa lagi yah." ucap Tiara tiba-tiba. Mile hanya bisa menggelengkan kepalanya memikirkan istri nya. Namun di satu sisi dia sangat lucu melihat ekspresi Tiara yang sangat kesal melihat nya bersama wanita lain.
Setelah selesai makan Mile bertanya kemana istri nya mau pergi lagi, namun Tiara mau pulang saja dia tidak mood mau kemana-mana lagi.
Setelah sampai di rumah Bibik Ja Heran melihat Tiara langsung ke kamar Tampa menyapa nya karena biasanya Tiara selalu menyapa nya ketika berpapasan.
"Dia sedang tidak mood bik." ucap Mile.
"Den Mile marah marahin lagi yah? Non Tiara pasti sangat kesal itu sebabnya seperti itu " ucap Bibik.
"Hanya masalah penggemar menghampiri aku dan meminta foto bersama." ucap Mile. "Hanya karena itu Den?" tanya Bibik. Mile mengangguk.
"Huff seperti nya non Tiara belum terbiasa dengan penggemar yang tiba-tiba datang saat di luar." ucap Bibik.
"Ya udah bik, saya ke atas dulu, kamu sudah Makan Bibik jangan repot-repot menyiapkan makan malam." ucap Mile.
Tidak beberapa lama Mile masuk ke dalam kamar.
"Kenapa kamu tidak kembali lagi ke rumah papah? Bukan nya malam ini Kalian semua di suruh nginap di sana?" tanya Tiara dengan Judes pada Mile yang baru saja duduk di sofa.
"Saya mempunyai hak untuk memilih saya mau kemana dan tidur di mana, ini adalah rumah saya, jadi terserah saya." ucap Mile.
"Terserah kamu saja, aku mau tidur." ucap Tiara.
"Kenapa susu ini belum kamu habiskan?" tanya Mile.
"Aku tidak suka rasa nya. Bawaan nya mual." ucap Tiara.
"Tapi ini bagus untuk kandungan kamu, jangan mengabaikan susu ini." ucap Mile.
Tiara diam. Mile langsung membuat nya. "Nih segera minum sebelum dingin." ucap Mile.
"Aku tidak mau." ucap Tiara. "Bagaimana kalau Besok daya mencari rasa yang berbeda dari yang ini?" tanya Mile.
"Tidak perlu. Aku sudah makan vitamin." ucap Tiara.
Mile Menghela nafas panjang.
"Kenapa sih kamu sangat keras kepala? Habis kan ini besok saya Akan mencari rasa yang baru." ucap Mile.
Tiara tetap tidak mau.
__ADS_1
Mile menarik bahu Tiara yang miring membelakangi nya agar menghadap ke arah nya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara kaget.
"Minum ini kalau tidak saya yang akan menyuapi langsung ke Mulut kamu." ucap Mile dengan nada yang sangat serius.
Tiara langsung mendorong Mile dan Duduk. Dia langsung meminum Sampai habis.
"Kamu sangat pandai berbohong." ucap Mile. Tiara hanya diam.
Tiara pun langsung berbaring kembali. Mile melihat selera Tiara yang sangat susah membuat nya pusing. Papah dan keluarga nya akan menyalah kan kalau Tiara tidak terlihat sehat.
Dia menghela nafas panjang. Dia membuka kemeja nya dan berbaring di tempat tidur yang sudah di rapikan oleh nya.
Namun dia mencium aroma selimut dan juga bantal nya sangat wangi.
Dia baru sadar ternyata sudah di ganti, namun dia merasa tidak ada menukar nya. Dia menoleh ke arah Tiara. Seketika dia tersenyum.
Dia tertidur nyenyak. Keesokan harinya Mile bangun pagi. Dia melihat Tiara yang masih setia memeluk bantal guling nya. Mile melihat wajah Tasya yang sangat polos dan memanyunkan bibirnya sedikit ke depan.
Mile berjalan ke arah Jendela membuka nya dan cahaya matahari memasuki kamar itu.
"Sangat silau, jangan Membuka nya." ucap Tiara.
"Waktu nya bangun. Lihat bunga-bunga di bawah sana sudah kembang sangat cantik." ucap Mile.
"Bunga?" ucap Tiara langsung bangun. dia berjalan ke arah jendela berdiri di depan Mile melihat ke bawah.
"Wahhh Bagus banget." ucap Tiara. "Hummm fress banget." ucap Tiara sambil menghirup udara yang begitu segar.
"Kenapa kamu belum mandi? nanti kamu telat ke kantor." ucap Tiara.
"Hari ini Papah ngajak kita makan di luar. Kamu juga siap-siap lah." ucap Mile.
"Aku sedang malas banget ke luar." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.
"Ikuti saja permintaan papah, dia bisa marah Sama kamu karena tidak menuruti permintaan nya." ucap Mile.
Tiara Menghela nafas panjang, akhirnya dia mau dan segera siap-siap.
"Bik Tolong siramin Bunga-bunga ku yah." ucap Tiara, Bibik dengan senang hati menginyakan.
__ADS_1
"Pagi ini kami akan Makan bersama papah." ucap Mile pada Bibik Ja.
"Baiklah Den, hati-hati." ucap Bibik.