
"Tidak perlu khawatir kalau kamu merindukan aku, karena aku akan sering berkunjung ke rumah kamu." ucap Rafi.
"Kenapa kamu tumben-tumbenan mau ke rumah aku? Biasanya juga kamu tidak mau." ucap Alisa.
"Untuk sementara ini kita harus menjaga jarak sayang, jangan sampai orang tua ku melihat kita bersama." ucap Rafi. Alisa menatap Rafi dengan tatapan aneh, entah apa yang dia pikirkan. Namun dia berusaha untuk tersenyum.
"Kamu sedang memikirkan apa? Jangan membuat aku kefikiran seperti ini." ucap Alisa.
"Aku hanya tidak ingin ibu dan Ayah melihat kita satu tempat tinggal seperti ini." ucap Rafi.
"Oohh baiklah kalau itu yang kamu mau, aku gak masalah kok." ucap Alisa berbaring membelakangi Rafi.
Rafi melihat Alisa menjauh dari nya membuat dia menghela nafas panjang.
Dia melihat Handphone nya beberapa pesan dari Ibu nya.
Ibu nya meminta dia datang ke rumah karena hari Minggu. Sementara sebelum nya dia sudah berjanji untuk mengajak Alisa ke taman wisata yang baru di buka.
Dia menginyakan saja karena untuk saat ini dia harus pandai mengambil hati kedua orang tua nya.
Keesokan harinya...
"Mile.... Tolong Aku...." ucap Tiara yang keluar dari kamar mandi. Mile yang masih tidur terbangun karena suara Tiara, dia kaget melihat Tiara yang berdiri di pintu kamar mandi.
"Apa yang terjadi?" tanya Rafi. "Badan ku tiba-tiba Lemas dan pusing, aku tidak sengaja keinjak lantai yang licin dan langsung terpeleset." ucap Tiara.
Mile sangat panik sekali.
"apa yang sakit? Apa pinggang kamu terbentur?" tanya Tiara. "Kaki ku saja, aku mengusahakan badan ku tidak jatuh ke lantai walaupun kaki dan tangan ku sangat sakit sekali." ucap Tiara.
Mile terlihat sangat khawatir sekali dia langsung menggendong istri nya ke kasur.
Dia melihat pergelangan kaki istri nya yang terlihat memar merah.
"Saya akan mengobatinya, ini cukup perih kamu tahan yah." ucap Mile. Tiara menganguk. "Aarrh!!! Auhhhh!! Sakit sekali." ucap Tiara sambil menggenggam pundak suami nya sangat kuat.
__ADS_1
Mile juga merasakan sakit karena pundak nya di remas namun dia berusaha untuk menahan nya.
"Sudah selesai! Kamu bereaksi terlalu berlebihan!" ucap Mile.
"Ini sungguh sakit, kamu sebagai suami kasar banget!" ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.
"Kamar mandi itu sudah sangat kotor sekali. Kenapa tidak ada satu pun yang membersihkan itu!" ucap Mile.
"Tunggu dulu kamu mau kemana?" tanya Tiara.
"Memperingati Bibik Ja," ucap Mile.
"Untuk apa? Kamar ini sama sekali tidak ada tanggung jawab orang lain selain aku. Aku tidak sanggup menggosok Kamar mandi dan juga tidak tahan bau pembersih lantai." ucap Tiara.
Mile baru sadar ternyata istri nya yang selama ini membersihkan kamar dan semua ruangan yang ada di kamar itu.
"Aku juga memiliki pakaian kotor yang sangat banyak sekali, aku tidak sanggup membersihkan nya sendiri. Pinggang ku akhir-akhir ini sangat sering sakit." ucap Tiara.
"Kalau begitu kamu lanjut istirahat saja, ini masih j lima pagi." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Kamu minum air hangat dan istirahat dulu, saya akan membersihkan kamar mandi terlebih dahulu dan setelah itu saya akan membantu kamu membawa pakaian itu ke mesin cuci." ucap Mile.
Tiara mau berbicara lagi namun langsung di cium oleh Mile. "Tidak ada protes! Kamu harus mendengarkan perintah saya!" ucap Mile.
"Tapi aku..." "Sststt... jangan banyak protes yah Tiara." ucap Mile. Tatapan Mile berhasil membuat Tiara terdiam. "Humm baiklah kalau begitu, aku akan melipat pakaian." ucap Tiara.
Mile Menggeleng kepalanya.
"Semua pakaian yang itu saya akan mengantarkan nya ke Loudry karena Bibik Ja Masih kurang enak badan." ucap Mile.
Setelah selesai berbicara dengan istri nya dia pun langsung ke ke kamar mandi. Dia mulai membersihkan semua nya.
Tiara melihat ke arah kamar mandi dia senyum.
"Ternyata benar yah kata orang, kita hanya butuh waktu untuk menunggu orang itu berubah. Aku masih mengingat di mana Mile meminta ku untuk selalu bisa mandiri." batin Tiara.
__ADS_1
"Tapi sekarang dia sangat perduli, perhatian pada ku. Walaupun sebagian besar yang dia lakukan ini untuk bayi yang di dalam perut ku." ucap Tiara.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai di kamar mandi. Mile melarang Tiara ketika mau mengangkat pakaian kotor ke mesin Cuci.
Dia mengikuti Tiara yang berjalan lebih depan membawa sabun sementara dia membawa Pakaian kotor.
Keponakan yang melihat itu mereka senyum-senyum.
"Ya ampun ternyata om Mile sosweett juga yah." ucap Riska.
"Pengen deh.." ucap Lena.
"Kamu Masih anak kecil! Ayo lanjut bersih-bersih." ucap Rika. Lena langsung cemberut.
Mile memilih pakaian untuk di masukkan ke dalam mesin Cuci. "Ini seharusnya pekerjaan ku, kamu sudah lelah setiap hari bekerja namun kamu juga yang harus melakukan pekerjaan seperti ini. Maafin aku." ucap Tiara.
Mile Menghela nafas panjang. "Ya kamu lakukan sudah cukup banyak kepada saya." ucap Mile. "Apa yang aku lakukan Sama kamu? Tidak ada sama sekali. Yang ada aku selalu menyusahkan kamu." ucap Tiara.
Mile Menggeleng kan kepalanya. Dia menarik pinggang Tiara agar duduk di pangkuan nya. "Kamu tau? dulu sebelum saya menikah saya merasa tidak memiliki tujuan hidup, dunia saya sangat gelap sekali. Namun setelah menikah saya selalu di sambut dengan senyuman cerah kamu. Wajah cantik kamu membuat saya menemukan tujuan saya." ucap Mile.
"Huff kamu bisa saja." ucap Tiara.
"Hanya kamu yang bisa menyiapkan pakaian saya setiap pagi, mengurus semua perlengkapan saya, merapikan pakaian saya kalau kurang rapi, menata rambut saya. Menyiapkan sarapan saya." ucap Mile.
"Tidak ada orang lain yang melakukan itu kepada saya." ucap Mile. Tiara memeluk leher suami nya.
"Aku jauh lebih beruntung mendapatkan pria yang begitu tampan, dan juga sangat dewasa sehingga bisa mengajar kan aku banyak hal." ucap Tiara.
Mile tersenyum. "Hanya pujian sedikit saja kamu sudah tersanjung? Huff dasar pria Bucin." ucap Tiara.
Mile tidak bisa menahan rasa bahagia nya. "Saya sangat mencintai kamu, berjanji lah untuk selalu di samping ku, kita akan selalu bersama ketika ada masalah kita akan mencari jalan keluar nya tampa harus berpisah." ucap Mile.
Tiara terdiam sejenak. "Saya ingin menghabiskan mas Tua saya dengan kamu bersama anak-anak kita nanti." ucap Mile mengelus perut Tiara.
"Kamu mau kan?" ucap Mile. Tiara tersenyum sambil mengangguk. "Kamu juga janji gak meninggalkan aku kan?" ucap Tiara. "Janji!" ucap Mile.
__ADS_1