Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 67


__ADS_3

Mile melihat bunga yang di maksud oleh Tiara.


"Apa lebih penting Bunga itu dari pada Suami kamu?" tanya Mile. Tiara menghela nafas panjang.


"Humm buat sekarang bunga-bunga itu yang bisa menghibur ku." ucap Tiara. Mile seketika memasang wajah datar.


"Huff nanti lanjut kan, sekarang cuci tangan dan masuk." ucap Mile.


Tiara mencuci tangan nya dan mengikuti langkah Mile untuk meninggalkan taman itu.


"Tante sudah Sarapan? Ayo sarapan." ajak Lena.


"udah kok tadi, Kalian lanjut kah sarapan." ucap Tiara.


"Tante mau Kemana Kemana lagi? Temanin kita sarapan." ucap Vandi pada Tiara yang masu masuk ke dalam dapur membuat kopi. Tidak beberapa lama datang membawa kopi


Tiara langsung duduk di tengah-tengah antara Vandi dan juga Tita. Mile yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang saja.


Tidak beberapa lama Sarapan selesai mereka berangkat ke kantor. "Hari ini kami tidak akan pulang ke rumah Tante kami akan ke rumah kakek." ucap Riska.


"Baiklah." ucap Tiara.


"Kamu tidak mau ikut?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Kamu sudah bertemu kemarin." ucap Tiara menjawab Mile.


"Oohh, kalau begitu ayo berangkat." ucap Mile meninggalkan istri nya.


Di dalam mobil Mile menoleh ke arah istri nya yang melambai tangan nya. "Satu Minggu lebih tidak bertemu namun kenapa saat sudah pertemuan Malah seperti ini." batin Mile.


Tiada hari kalau mereka tidak berantem dan salah paham.


Di kantor Mile datang semua orang menyambut nya dengan sopan.


Dia melihat Roy dengan bodyguard nya duduk di Loby menunggu nya. "Apa kabar kak?" tanya Roy saat Mile sudah duduk di sofa nya.


"Langsung saja apa yang anda mau datang ke sini? Saya tidak perlu basa-basi dari anda." ucap Mile dengan sangat datar.


"Kedatangan ku ke sini ingin membicarakan soal pekerjaan kemarin." ucap Roy. "Apa yang perlu di bahas, saya sudah menang, saya bisa menghabisi keluarga mereka dan semua anggota mereka." ucap Mile memaksudkan musuh-musuh yang selama ini mengincar mereka.


"Ijinkan aku manjadi sekretaris kakak. Aku juga ingin belajar lebih dari kakak." ucap Roy.mile merasa lucu dengan permintaan adik nya.

__ADS_1


"Roy.. Roy.. Roy! saya tau kalau kamu tidak sebodoh yang itu, saya juga orang bodoh yang bisa kamu tipu." ucap Mile.


Roy diam.


"Kita adalah saingan, anda jangan berharap bisa mengambil posisi saya." ucap Mile. Tiba-tiba Roy berdiri.


"Kalau tidak ada hal yang penting silahkan pergi sekarang juga." ucap Mile. Roy sudah sangat kesal dia pun berputar badan.


"Ehh tunggu dulu." ucap Mile. Roy berbalik.


"Bawa kembali barang itu." ucap Mile mengembalikan Paper bag yang di berikan pada tiara Waktu itu.


"Anda mencoba melukai istri saya dengan cara memberikan sepatu yang tinggi seperti ini kan? pemikiran Anda dengan ibu Anda sungguh sangat lah licik." ucap Mile.


Roy langsung mengambil nya dan pergi dengan jalan yang sangat cemberut.


Di tempat lain Tiara mau membersihkan sepatu nya namun sudah tidak ada lagi di tempat dia letakan semalam, dia bertanya pada Bibik namun Bibik juga tidak tau.


Dia langsung menelpon Mile.


Mile yang kebetulan baru keluar dari ruangan nya melihat ponsel berdering dari istri nya dia langsung menjawab.


"Di mana sepatu ku? di Mana? Kamu pasti membuangnya kan?" ucap Tiara marah. Mile Menghela nafas panjang.


"Jangan keras kepala Tiara. Saya lagi bekerja, kamu Bisa membeli yang sangat nyaman." ucap Mile.


Tiara diam. Mile langsung mematikan sambungan telepon nya. Tiara duduk di pinggir kasur. "Aaarggghh sangat menyebalkan sekali kamu Mile." ucap Tiara kesal.


Di sore hari nya Tiara sedang duduk di depan rumah sambil memainkan ponselnya berbalas pesan dengan teman-teman nya.


Mile datang Namun tidak di hiraukan oleh Tiara.


"Ekhem-Ekhem," Tiara menoleh ke arah Mile yang berdehem.


"Ada apa? kamu berdiri di situ seperti sebuah patung." ucap Tiara.


"Ayo ikut saya membeli sepatu baru yang kamu mau," ucap Mile. Tiara menoleh ke arah ke arah Mile.


"Kamu serius mau beliin aku sepatu? sedangkan beli makanan saja kamu protes."' ucap Tiara.


"Saya protes kamu yang kamu beli tidak sehat untuk badan kamu." ucap Mile. Tiara diam.

__ADS_1


"Mau ikut atau tidak? Kalau tidak saya akan berubah fikiran dan memilih untuk istirahat." ucap Mile.


Namun dengan cepat Tiara langsung masuk ke dalam menukar pakaian memasang riasan sedikit dan membawa tas nya.


"Aku sudah siap, ayo berangkat." ajak Tiara menarik tangan Mile.


Di dalam mobil Tiara terlihat sangat senang sekali. Mile menoleh ke arah Tiara.


" Oh iya kamu kenapa tidak jadi menginap di rumah papah?" tanya Tiara. "Saya sudah bilang kalau saya akan membeli sepatu yang baru untuk kamu, namun saya tidak tau ukuran, selera kamu." ucap Mile.


"Humm percuma saja Kita sudah lama satu rumah, kamu tidak tau tentang aku apapun. Sementara Roy dia tau semua kesukaan, hobi dan juga ukuran sepatu Serta warna yang aku suka." ucap Tiara.


"Kalau tau begitu aku akan bilang sama papah aku mau menikah dengan Roy saja." ucap Tiara. Tiba Mile rem mendadak.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara kesal.


"Sorry-sorry saya tidak melihat." ucap Mile melanjutkan kembali perjalanan mereka.


Sepanjang perjalanan Mile hanya diam saja.


Tidak beberapa lama Sampai di Toko yang di mau oleh Tiara.


"Selamat malam Pak Buk, selamat datang di toko kami silahkan berbelanja." ucap karyawan yang menyambut mereka.


"Ya ampun semua nya bagus banget." ucap Tiara. "Aku boleh melihat yang di atas dulu gak?" tanya Tiara. Namun tidak ada yang merespon dia melihat kebelakang nya sudah tidak ada Mile. Ternyata Mile sedang menunggu di ruang tunggu.


"Kenapa kamu di sini sih? Aku butuh pendapat kamu untuk sepatu nya." ucap Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya.


"Saya menunggu di sini saja, kamu masuk lah dan pilih dengan cepat." ucap Mile.


Tiara lagi-lagi harus Menghela nafas panjang.


"Ini keinginan yang di dalam perut aku belanja di temanin kamu." ucap Tiara.


Mile terpaksa berdiri, tangan nya Terus di tarik oleh Tiara Ke atas tampa melepas kan nya.


"Wahh Bagus banget, bagaimana menurut kamu?" tanya Tiara pada Mile.


Mile melihat. "Ini terlalu tinggi." ucap Mile.


"Bagaimana dengan yang ini?" tanya Tiara.

__ADS_1


"Senyaman nya kamu saja, coba saja dulu. Saya tidak paham hal seperti ini." ucap Mile. Tiara mau mencoba nya namun tiba-tiba dia melihat dari tadi wanita-wanita yang belanja melihat ke arah suami nya.


"Wahh pak Mile romantis banget sih, nemenin pacar nya belanja." ucap wanita yang memerhatikan Mile


__ADS_2