
Buku ini adalah Buatan saya sendiri hasil penelitian saya sendiri, jadi buku ini sangat berarti untuk saya." ucap Mile.
Tiara tersenyum. "Aku janji tidak akan merusak nya." ucap Tiara. Mile pun memberikan nya pada Tiara.
"Sebenarnya saya sudah curiga dari awal karena kamu memasak yang biasa saya masak juga." ucap Mile. Tiara tersenyum dia memeluk suaminya dengan manja.
"Terimakasih." ucap Tiara.
"Humm apa kamu mau sekalian belajar dengan saya?" tanya Mile. "Kamu serius mau ngajarin aku?" tanya Tiara.
"Apa saya terlihat bercanda?" tanya Mile. "Bukan gitu. Hanya saja setiap kali aku mau belajar kamu tidak sabar mengajari aku, dan kamu selalu marah-marah." ucap Tiara.
"Saya minta maaf soal itu, kali ini kamu harus belajar dengan baik." ucap Mile. Tiara tersenyum sambil mengangguk.
"Ya udah Kalau begitu ayo belanja hari ini." ucap Mile.
"Ayo, buruan.." ucap Tiara menarik tangan suaminya. Namun Mile menahan nya. "Ini masih jam tujuh pagi. Saya juga baru bangun dan juga saya belum menukar pakaian. Tidak mungkin saya Keluar dengan pakaian tidur seperti ini." ucap Mile.
Tiara tertawa kecil. "Kita Hanya belanja, apa salah nya?" tanya Tiara. "Huff jangan aneh-aneh deh Tiara, ini Di luar negeri, sangat malu Jika kebiasaan di Indonesia di bawa di sini. Saya bisa jadi tontonan di supermarket nanti." ucap Mile.
"Tapi jujur saja, kamu tampan kalau seperti ini. rambut acak-acakan, wajah yang pucat, mata yang sayu dan juga Baju yang berantakan seperti ini." ucap Tiara.
Mile mencubit hidung Tiara. "Kamu sengaja membuat saya jelek di depan orang-orang." ucap Mile.
"Ya udah deh, kalau gitu kamu minum dulu, aku menyiapkan pakaian untuk kamu." ucap Tiara. Mile mengangguk.
Setelah selesai siap-siap mereka pun berangkat.
"Oh iya nih untuk kamu." ucap Tiara memberikan uang koin pada Tiara. Mile kebingungan.
"Untuk apa itu?" tanya Mile sambil menyetir.
"Aku suka ketika kamu tersenyum seperti tadi. Aku ingin membeli senyuman kamu." ucap Tiara.
Mile menghela nafas panjang. Tiara memasukan koin ke kantong suami nya. Mile senyum-senyum sendiri.
"Aku sangat jarang melihat kamu tersenyum. Kamu terlihat galak di waktu memasang wajah datar seperti biasa nya. Namun Ketika kamu tersenyum aku hampir pingsang." ucap Tiara.
__ADS_1
Mile jadi tertawa karena istri nya.
"Kamu bisa saja." ucap Mile. Tiara tersenyum dia mengarah ke Depan karena sama-sama salting.
Mile menggenggam tangan Tiara. Tiara kaget dia menoleh ke arah suami nya. Mile tersenyum dengan sangat lebar.
"Kalau kamu suka saya tersenyum, saya suka kamu ketika kamu tidak canggung kepada saya seperti saat ini. Saya merasa terhibur saat di dekat kamu." ucap Mile.
Tiara menyembunyikan wajah malu nya, dia yang menggoda suami nya pertama namun setelah Mile berbicara dia jadi malu sendiri. Mile melihat itu jadi senang.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Tiara berjalan terlebih dahulu. Sementara Mile mendorong keranjang belanja di belakang istri nya.
Sebenarnya Tiara Masih kurang paham belanja seperti itu. Mile melihat istrinya yang bengong.
"Ada Apa?" tanya Mile.
"Aku bingung mau beli apa saja," ucap Tiara. dia menatap wajah suaminya.
"Bagaimana kalau kamu saja yang memilih nya." ucap Tiara.
Cukup sudah semua yang mereka perlukan. Mile mengangkat belanjaan di dalam mobil. "sudah selesai ayo pulang." ucap Mile. Namun dia tidak melihat istrinya di dekat nya dia mencari nya.
"Aku di sini, ayo buruan pulang." ucap Tiara. Ternyata dia sudah di dalam mobil. Mile yang sudah khawatir Seketika bernafas lega melihat istrinya di dalam mobil.
"Lain kali kalau kamu masu masuk duluan Ijin! Jangan membuat saya khawatir." ucap Mile. "Kamu takut istri kamu yang cantik ini hilang?" ucap Tiara.
"Say tidak bercanda Tiara. Kita sedang di negeri orang." ucap Mile. "Humm baiklah. Aku minta maaf." ucap Tiara.
Mile menatap wajah Tiara. Tiba-tiba dia mencium Dahi Tiara.
"Sebenarnya saya sudah khawatir dari tadi, karena belanja kamu selalu jauh-jauh dari saya." ucap Mile.
"Aku sengaja melakukan itu, karena aku tau kamu tidak akan nyaman kalau dekat dengan ku di luar apalagi di tempat ramai." ucap Tiara.
Mile terdiam sejenak dia langsung mengambil Air minum Tiara meminum nya sampai habis.
"Aku minta maaf sudah membuat kamu khawatir." ucap Tiara. "Sudah lupakan saja." ucap Mile.
__ADS_1
Tiara menghela nafas panjang. Akhirnya mereka pun pulang. Setelah sampai di rumah. Sebelum belajar masak Tiara membaca kembali buku nya.
Mile melihat dari Meja makan diam-diam mengambil foto istri nya. Karena terlihat sangat manis ketika memakai Apron dan juga Topi untuk menghalangi rambut jatuh ke makanan.
"Hayo lagi lihatin apa? Kok senyum-senyum gitu?" tanya Tiara mendekati suami nya. Namun Mile langsung menutup Ponselnya.
"Ayo langsung Masak saja." ucap Mile mengalihkan pembahasan nya. Tiara mengangguk namun dia mengintip kembali ponsel Mile yang di atas meja. Mile menarik tangan Tiara.
"Mau belajar gak?" tanya Mile.
"Mau." ucap Tiara.
Tiara membeli bawang yang sudah di kupas karena dia. tidak kuat untuk mencium Aroma bawang sangat lama. Dia mau mencuci sayur.
"Tiara bantu saya untuk memasang kan ini." ucap Mile pada Tiara. Sambil memberikan Celemek pada Tiara.
Tiara pun memasang nya, seperti biasa Mile harus menunduk karena istri nya pendek. Mile menatap wajah Istri nya yang senyum-senyum sendiri.
Tiara tidak kuat di tatap oleh suami nya seperti itu, dia langsung mencuci sayur untuk menyembunyikan rasa Malu nya.
Mereka berdua menghabis kan waktu di dapur untuk belajar masak. Mile sangat salut pada istri nya yang mudah paham ketika di ajarkan cara memasak oleh Mile.
Setelah masak karena banyak. mereka membagikan pada pengawal, supir dan juga yang lain nya.
"Ini untuk kamu." ucap Mile memberikan satu porsi ikan panggang pada istri nya.
"Loh kapan kamu memasak nya?" tanya Tiara.
"Tadi waktu kamu di luar membagikan makanan. Coba lah." ucap Mile. "Sangat jarang kamu memasak ikan panggang seperti ini, aku harus mencoba nya." ucap Tiara. Setelah di coba ternyata Tiara sangat suka.
"Humm tidak sia-sia aku memiliki suami yang pandai Masak. Semua makanan yang kamu masak seperti masakan di restoran termahal saja." ucap Tiara.
"Kamu terlalu berlebihan." ucap Mile.
"aku Curiga deh. Atau jangan-jangan sebelum nya kamu pernah bekerja di restoran sebagai Chef?" tanya Tiara.
"Saya tidak memiliki waktu untuk bekerja menjadi Chef." ucap Mile.
__ADS_1