Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 145


__ADS_3

"Oohh baiklah, terimakasih saya hanya ingin menanyakan itu, jangan sampai biarkan Roy kembali ke rumah sebelum istri saya kembali dari sana." ucap Mile.


"Baik Tuan." ucap Dito. Panggilan pun mati.


"Aku tidak akan membiarkan wanita itu dan juga Roy menghancurkan hidup ku lagi, mereka tidak bisa di percaya begitu saja." ucap Mile.


"Non Tiara akhirnya datang. Nyonya dan Tuan sudah menunggu dari tadi, ayo silahkan duduk." ucap Bibik yang menyambut Tiara.


"Terimakasih Bik." ucap Tiara sedikit sungkan, ini adalah pertama kalinya dia datang sendiri hanya dia karena biasanya pasti ada suami dan juga Keponakan Suami nya sekarang hanya dia.


"Nyonya dan Tuan Masih ada kerjaan di atas sebentar Non. Non Tiara mau minum apa?" tanya Bibik dengan sangat ramah.


"Tidak perlu Bik, saya tidak berselera untuk minum." ucap Tiara. Bibik itu tersenyum. Dia menuangkan air putih untuk Tiara.


"Bik kalau boleh tau ada acara apa yah tidak biasa nya mengundang ku datang sendiri ke sini." ucap Tiara.


"Tidak ada acara apa-apa kok Non. Mungkin Nyonya dan Tuan hanya ingin melihat keadaan Non Tiara saja." ucap Bibik.


"Tiara..." ucap Bu Vina. Tiara melihat mertua nya turun dari lantai atas dia langsung berdiri menyambut mereka.


"Apa kabar kamu nak?" tanya Pak Daniel.


"Alhamdulillah baik Pah." ucap Tiara dia menyalim Tangan mertua nya.


"Mamah sama Papah bagaimana kabar nya?" tanya Tiara.


"Baik-baik saja, ayo silahkan duduk." ucap Bu Vina.


"Kandungan kamu sehat-sehat saja kan?" tanya pak Daniel. Tiara menganguk sambil tersenyum.


"Apa bulan ini kamu sudah USG? Kamu harus rajin memeriksakan kesehatan ke dokter." ucap Pak Daniel.


Tiara menoleh ke arah wajah Mamah mertua nya.


"Kemarin aku sudah mau periksa Pah, namun Kebetulan dokter nya sedang libur." ucap Tiara.


"Papah sudah ada dokter yang akan khusus menjadi dokter kandungan untuk kamu. Papah tidak ingin terjadi apa-apa pada kandungan kamu." ucap Pak Daniel.

__ADS_1


"Mile sudah mendapatkan dokter kandungan yang pas untuk ku Pah." ucap Tiara. "Dokter seperti itu tidak bisa di percaya. Dia Sama sekali tidak perduli." ucap Pak Daniel.


Tiara diam. Tidak beberapa lama akhirnya dokter kandungan untuk Tiara datang.


Mereka cukup banyak berbincang-bincang mengenai kandungan Tiara. Bahkan setelah di periksa banyak larangan yang harus di ikuti oleh Tiara sehingga Tiara yang mendengar nya pun sangat pusing.


Tidak terasa sudah sore hari.


"Mah, Pah ini sudah sore, aku harus pulang." ucap Tiara.


"Kamu tidak menginap di sini? Menginap saja di sini." ucap Bu Vina.


"Terimakasih mah, tapi aku harus pulang." ucap Tiara.


"Oohh ya udah gak apa-apa. Kamu hati-hati di jalan yah." ucap Bu Vina.


Tiara Pamitan dia langsung meninggalkan rumah itu dengan Cepat.


"Ya Allah kenapa berbicara dengan papah seperti di sidang yah, jantung ku tidak berhenti berdetak." ucap Tiara langsung masuk ke dalam mobil. Dia menghela nafas panjang beberapa kali.


"Ayo buruan pak. langsung berangkat." ucap Tiara. Dia meninggal kan rumah itu langsung merasa sangat lega sekali.


"Baik Tuan, saya akan melakukan yang terbaik." ucap dokter kandungan itu. "Baik lah kalau begitu dokter bisa keluar." ucap Pak Daniel.


"Mamah jangan lupa untuk terus melihat keadaan Tiara Selama Mile ada di luar negeri." ucap Pak Daniel.


"Jangan ijinkan dia sering-sering keluar." ucap pak Daniel. Setelah itu pak Daniel langsung pergi meninggalkan istri nya.


"Lagi membicarakan apa sih mah? kenapa kelihatan nya sangat serius? Itu dokter untuk apa datang ke sini?" tanya Roy.


"Oohh dokter itu untuk Tiara, tadi Tiara baru saja dari sini." ucap Bu Vina. "Tiara dari sini? Kenapa Mamah gak bilang sama Aku sih?" tanya Roy.


"Lagian untuk apa Kamu tau nak? nanti kalau papah tau kamu suka sama Tiara dia pasti marah besar." ucap Bu Vina.


"Aku sudah lama tidak bertemu dengan nya Mah, aku sangat merindukan dia, akhir-akhir ini sulit untuk bertemu dengan dia, bahkan seperti nya nomor ku sudah di blokir oleh kak Mile." ucap Roy.


"Sudah lah nak Masih banyak wanita lain di luar saja, tidak perlu mengganggu Tiara. Ayo istirahat ke kamar." ucap Bu Vina. Roy menghela nafas panjang.

__ADS_1


Mamah nya meninggal kan Roy di ruang tamu. "Besok kak Mile sudah kembali ke Indonesia, tidak ada kesempatan untuk aku ke rumah itu lagi." ucap Roy.


Tiara tidak langsung pulang ke rumah nya. Namun dia singgah di toko pakaian wanita, dia ingin membeli beberapa lembar pakaian khusus untuk di pakai di rumah.


Namun tidak sengaja dia juga melihat mobil Ayah nya di depan sebuah gedung besar.


"Loh itu mobil Ayah. Kenapa ayah sangat jauh ke sini." ucap Tiara. sia memutuskan untuk memastikan itu adalah Ayah nya atau tidak.


Dia melihat ke dalam dan benar saja ayah nya ada di dalam ada ibu dan kak Rafi nya juga ada di sana.


"Huff aku pikir Ibu dengan Ayah akan perduli pada ku setelah aku menikah, namun tetap saja mereka sibuk dengan pekerjaan nya sendiri." batin Tiara.


Dia berdiri di sebelah ruangan itu.


"sekarang mereka menjadikan aku untuk bisa mengembangkan perusahaan mereka. Dia bisa bekerjasama dengan perusahaan Mile dan juga papah nya." batin Tiara.


Dia meninggal kan tempat itu.


"Mereka tidak mengerti aku satu pun. Sekarang aku sangat sulit mengambil keputusan hidup ku sendiri. Aku sudah sangat terjebak." batin Tiara.


Dia duduk di kursi taman samping gedung itu.


"Aku lega karena aku tidak di tuntut oleh Ayah dan ibu, namun aku sangat di hantui dengan rasa bersalah ini. Aku melakukan kesalahan yang sangat tidak bisa di maafkan." batin Tiara.


Perlahan air mata nya keluar.


"Melihat Papah dan mamah sangat percaya kalau ini adalah anak Mile." batin Tiara.


"Apa yang harus aku lakukan? Cepat atau lambat ini pasti ketahuan. Aku tidak bisa menyembunyikan nya." batin Tiara.


"Aku tidak memiliki siapapun untuk bercerita, tidak ada orang yang bisa membantu ku, aku hanya memendam semua ini sendirian." ucap nya langsung menangis.


"Ini semua salah kamu Bilmar, kamu menghancurkan hidup ku, aku sangat hancur karena kamu." ucap nya.


"Permisi Non Tiara. Regi dan Megi si bodyguard kembar datang.


Tiara langsung menghapus air mata nya.

__ADS_1


"Tuan Mile ingin berbicara dengan Non Tiara." ucap Regi. Dia memberikan ponsel nya pada Tiara.


__ADS_2