Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 225


__ADS_3

"Minggir! Saya harus membujuk pria ini! Pria yang begitu kotor dan sangat jahat, sangat tega mengambil kesucian seorang wanita." ucap Mile.


"Sadar Mile Mamah mohon, ini bukan saatnya untuk membahas itu. Ingat kalau Kin ini adalah sepupu mu." ucap Bu Vina.


"Dia adalah musuh ku, bukan sepupu ku!" ucap Mile.


"Terserah apa yang kau katakan. Tapi sekarang Tiara tidak bersama ku." ucap Kin. "Saya tidak percaya! Sebenarnya kau sudah lama ingin membunuh istri ku!" ucap Mile.


"Percaya atau tidak itu adalah urusan mu, sekarang Ijin kan aku melihat CCTV." ucap Kin.


"CCTV rumah ini sengaja di rusak entah siapa yang melakukan itu." ucap Mile.


"Berarti Tiara tidak melarikan diri dia pasti Di culik." ucap Kin. "Dan itu adalah kau!" ucap Mile mengarah kan senjata ke arah Kin.


"Turun kan itu Mile." ucap Bu Vina. Mile menatap wajah Bu Vina. "Aaargggh!!!"


"Tante saya akan mencari Tiara. Setelah saya mendapatkan informasi saya akan memberi tahu segera." ucap Kin.


Kin pun pergi. Mile semakin pusing.


"Kalau benar itu adalah anak Kin apa yang akan terjadi selanjutnya." batin Mile.


"Tiara kamu membuat semua nya berantakan, semua kacau." ucap Mile melukai diri nya. Bu Vina menahan nya.


"Sudah Mile sudah!! jangan menyakiti diri mu seperti ini, kita harus fokus mencari di mana istri mu. Tapi karena ini sudah malam sebaiknya kita istirahat. Serahkan semua nya pada Pengawal dan juga Kin sudah turun tangan." ucap Bu Vina.


"Aku tidak bisa membiarkan kin mencari Tiara." ucap Mile. "Jangan pergi dalam keadaan seperti ini, kamu tidak bisa berfikir dengan baik, bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan kamu." ucap Bu Vina.


Mile yang tidak kuat berdiri merasa kesal. Bukan hanya tubuh nya yang lelah, sekarang pikiran dan hati nya sangat lelah.


Semua orang membantu nya untuk istirahat di kamar. Bu Vina membantu membersihkan Tubuh Mile.


"Sebaiknya anda pergi!" ucap Mile.


"Mamah tidak akan kemana-mana! Mamah tidak bisa membiarkan kamu sendiri." ucap Bu Vina.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu khawatir papah dan juga Roy sedang berusaha mencari Tiara." ucap Bu Vina.


"Ini semua salah ku! Aku ada laki-laki yang bodoh." ucap Mile.


Di dalam mobil Kin. "Tiara kamu di mana? Jangan membuat saya sangat panik seperti ini." batin kin.


"Dia membawa mobil dengan kecepatan tinggi Menuju ke tempat yang bisa jadi Tiara di sana. Dia tidak berhenti menelpon orang nya bertanya informasi, namun tidak ada satu pun yang mendapatkan informasi.


"Orang yang menculik Tiara bukan orang sembarangan. Dia pasti sudah merencanakan ini begitu lama." batin Kin. Dia memilih untuk kembali ke rumah nya.


Di sana dia berfikir keras siapa kira-kira yang melakukan itu.


"Mile tidak memiliki masalah yang begitu serius dengan orang lain hanya masalah bisnis saja. Tidak mungkin juga mereka sangat nekat mencuri istri nya." batin Kin.


"Mile sungguh pria yang bodoh. Bagaimana bisa dia lalai memerintahkan orang yang menjaga rumah untuk waspada." batin Kin.


"Tuan.." Panggil Sisi. Kin yang tengah fokus menoleh ke arah Sisi.


"Apa Tuan sedang sibuk?" Tanya Sisi. "Tidak kok, kamu butuh apa?" tanya Kin.


"Acara pidato yang sebelumnya kamu bilang kepada saya?" tanya Kin. Sisi Menganguk.


"Besok yah?" tanya Kin lagi, sisi Menganguk.


Kin seperti nya berfikir panjang.


Dia beranjak dari tempat duduknya dan duduk di samping Sisi. "Bukan nya saya tidak mau namun sekarang memiliki situasi yang mendesak." ucap Kin.


"Kenapa Tuan? Apa Tuan mau bertemu dengan wanita pujaan tuan?" tanya Sisi. "Bukan itu, tapi sekarang di culik oleh orang yang belum tau siapa. Dia menghilang." ucap Kin


"Bagaimana bisa Tuan?" Tanya Sisi.


"Saya juga tidak tau, dia memiliki masalah dengan suami nya sehingga pengawasan nya kurang dan akhirnya ada orang yang berani menculik nya." ucap Kin.


"Ya Allah semoga saja cepat ketemu." ucap Sisi. Kin tersenyum.

__ADS_1


"Kamu gak apa-apa kan kalau saya tidak datang? Saya akan memberikan libur kepada Ibu kamu agar dia bisa datang mendampingi kamu." ucap Kin.


"Tapi saya ingin Tuan melihat nya sendiri. Kita membuat pidato sama-sama, Tuan harus melihat nya langsung." ucap Sisi.


"Sekarang posisi nya tidak menyakinkan kalau saya bis datang." ucap Kin. "Tuan memiliki banyak pengawal yang bisa mencari perempuan itu, dan juga suami nya ada Kenapa tuan yang harus pergi mencari nya." ucap Sisi.


"Karena semakin banyak yang mencari semakin cepat dapat nya." ucap Kin. "Apa saya tidak penting bagi Tuan? Saya ingin tuan datang sebagai penyemangat saya!" ucap Sisi.


"Kamu mengerti suasana yang sedang tegang tidak? Kamu jangan membuat saya marah!" ucap Kin dengan suara yang sedikit tinggi.


"Dia sang penting bagi saya, dan anak yang di kandung oleh nya adalah anak saya." ucap Kin langsung.


Sisi yang tidak pernah mendengar suara Kin Yang keras dan juga marah kepada nya membuat nya Terkejut dan langsung takut.


Dia menunduk kan kepala nya. "Sa-saya minta maaf tuan. Saya permisi." ucap Sisi. Dia pergi begitu saja.


Kin Menghela nafas panjang. Dia melihat Paper bag yang ada di atas sofa dan membuka nya.


Ternyata isi nya adalah foto nya dengan Sisi yang sudah selesai di bingkai oleh Sisi sendiri. "Semoga Tuan suka yah, selamat ulang tahun. Maaf aku telat mengucap kan nya karena tuan seharian tidak pulang ke rumah." isi surat.


Kin Menghela nafas panjang. Dia mengambil foto itu dan meletakkan nya di atas meja kerja nya.


Cukup lama dia di komputer sampai tidak terasa sudah jam sembilan malam dia gerah dan langsung mandi. Setelah selesai mandi dia keluar.


"Loh Bibik kok sendirian? Sisi mana?" tanya Kin pada Ibu nya Sisi.


"Sisi seperti nya lagi fokus belajar pidato yang akan di tampilkan Besok Tuan. Dia tidak ingin di ganggu dan mengunci pintu kamar nya." ucap Ibu nya Sisi.


Biasanya sisi selalu membantu ibu nya untuk menata makanan dan juga bersih-bersih.


"Oh iya Tuan ini Nasi kuning untuk Tuan." ucap Ibu sisi.


"Nasi kuning ini buatan Sisi, tapi mungkin dia lupa itu sebab nya saya saja yang memberikan nya pada Tuan. Selamat ulang tahun ya tuan." Kin tersenyum dia mengucapkan terimakasih.


Tidak beberapa lama setelah selesai makan Kin lewat dari depan kamar Sisi. Di mengetuk pintu.

__ADS_1


"Masuk saja Bu, Pintu nya tidak di kunci." ucap Sisi dari dalam.


__ADS_2