
Tiara membantu kakak nya untuk menyelesaikan masalah namun Kakak nya Malah meminta untuk membantu diri nya dekat dengan Alisa agar tidak ketahuan sama orang tua mereka.
"Bantu kakak yah dek, sekarang kakak sangat khawatir kalau Alisa memutuskan untuk kembali ke tempat orang tua nya.' ucap Rafi. "Aku akan membantu kakak, tapi ini adalah masalah yang sangat sulit." ucap Tiara.
"Bantu kakak kali ini." ucap Rafi memohon.
"Baik-baiklah." ucap Tiara, karena sebelumnya kakak nya juga yang membantu dia Agar bisa pacaran diam-diam dengan Bilmar.
Keesokan harinya Tiara baru saja dari ruangan administrasi.
"Terimakasih yah Mbak, saya permisi." ucap Tiara dia baru saja membayar biaya Mile karena hanya dia yang bisa datang.
Dia kembali ke kamar rawat Mile.
Ternyata dokter juga di sana memeriksa keadaan Mile sebelum pulang.
"Permisi Dok." ucap Tiara.
"Hari ini Pak Mile sudah bisa pulang, keadaan nya sudah membaik tapi harus lebih banyak beristirahat." ucap dokter.
Setelah itu Tiara mengantarkan dokter keluar sambil membicarakan kesehatan Mile, setelah dokter pergi Tiara membantu Mile untuk bangun.
"Ayo aku bantu." ucap Tiara memegang tangan Mile dan duduk di kursi roda.
Mile mengikuti kata-kata Tiara. "Biar suster aja yang dorong." ucap Mile pada Tiara.
"Loh kenapa?" tanya Tiara Heran.
"Kamu sedang hamil muda tidak boleh bekerja yang berat-berat, saya sangat berat." ucap Mile.
Tiara melihat perut suster yang ada di sana juga besar.
"Lalu apa bedanya dengan suster ini? Dia juga hamil besar." ucap Tiara.
Mile Menghela nafas panjang.
"Itu bukan Hamil Tiara," ucap Mile. Suster itu tersenyum.
"Perut saya memang buncit Mbak, karena badan saya besar." ucap Suster. Tiara langsung meminta maaf karena tidak enak hati.
Akhirnya mereka pun turun ke bawah. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. "Kamu istirahat dulu, aku akan menyiapkan beberapa makanan yang kamu mau." ucap Tiara.
Namun tiba-tiba Mile menahan tangan Tiara.
"Kamu juga istirahat lah." ucap Mile. Tiara melihat pegangan Mile. Mile sadar dia langsung melepaskan nya.
__ADS_1
"Kamu juga istirahat, biar Bibik Ja yang melakukan itu." ucap Mile. "Ini sudah tugas ku seperti yang kamu bilang sebelumnya, hidup memang sebelumnya tidak bermanfaat tapi kali ini aku ingin bermanfaat bagi suami ku." ucap Tiara.
Mile terdiam dia menatap wajah Tiara yang terlihat sangat cerah.
"Kenapa kamu menatap saya seperti itu?" tanya Mile.
"Gak tau kenapa aku senang kamu sudah bisa pulang dan tidur di kamar ini lagi." ucap Tiara.
"Walaupun kamu di sini merepotkan aku, dan juga selalu menyalah kan aku, dan marah-marah tidak jelas, kamar ini gak ada aroma kamu kalau tidak ada." ucap Tiara.
Mile melihat minyak kayu putih Tiara ternyata sudah Habis.
"Pantesan saja dia bilang aroma badan ku hilang, ternyata minyak kayu putih nya sudah Habis." batin Mile karena tiap malam dia tidak lupa mengoles kan minyak kayu putih ke badan nya.
"Sekarang saya minta kamu untuk istirahat siang, ini adalah perintah dari saya!" ucap Mile. "Humm baiklah kalau begitu." ucap Tiara.
"Kamu mau tidur di Mana?" tanya Mile. Tiara menunjuk ke arah sofa.
Akhirnya Mile membiarkan nya untuk tidur di sana.
"Mile tidak berhenti memandangi Tiara yang tidur di sofa.
Di sore hari nya. Tiara menyiapkan Mandian untuk Mile. karena suruhan Mile. Badan nya sudah sangat lengket dan juga tidak enak lagi. Akhirnya dia berniat untuk mandi.
"Jangan khawatir saya bisa sendiri." ucap Mile menolak nya.
"Tapi luka kamu tidak bisa banyak gerak dulu, aku akan membantu." ucap Tiara.
"Tidak perlu, saya bisa sendiri." ucap Mile.
"Ayo aku bantu! Jangan ngeyel Mulu deh," ucap Tiara langsung mengangkat lengan Mile ke pundak nya.
Mereka berjalan ke kamar mandi. "Kamu duduk saja, aku yang akan membersihkan badan kamu." ucap Tiara..
"Enggak-enggak saya bisa sendiri, kamu bisa keluar." ucap Mile.
Tiara merasa kesal dia menatap Mile dengan tatapan kesal.
"Jangan membantah deh, aku tau kamu bisa melakukan semua nya dan tidak ingin menyusahkan orang lain, tapi sekarang situasi nya berbeda." ucap Tiara.
"Saya bisa melakukan nya sendiri." ucap Mile menepis tangan Tiara yang Membuka piyama nya.
Tiba-tiba Tiara memukul perut Mile yang dekat kena operasi.
"Arghhhh!!! apa yang kamu lakukan Tiara, saya hampir mati." ucap Mile berteriak sangat Keras.
__ADS_1
"Rasain tuh! Maka nya jangan ngeyel sok bisa, bagaimana kalau luka itu bahas?" ucap Tiara. Mile memasang wajah nya yang menahan sakit.
"Jangan lakukan itu lagi, saya mohon." ucap Mile menahan tangan Tiara karena mau menyentuh area perut nya.
"Kata nya tidak akan mati kalau bukan karena meriam." ucap Tiara. Mile diam.
Mile sudah tidak berpakaian lagi, hanya menggunakan Boxer saja. Tiara memandikan nya pelan-pelan.
"Tiara!" panggil Mile. "Humm?" jawab Tiara.
"Apa sebelumnya nya kamu pernah mengurus seseorang seperti ini?" tanya Mile.
Tiara terdiam sejenak sambil memikirkan waktu itu mantan pacar nya kecelakaan akibat balapan mobil.
"Pernah!" jawab Tiara.
"Apa dia merepotkan sama seperti saya?" tanya Mile.
"Humm karena laki-laki kalau sudah sakit sangat manja." ucap Tiara.
"Saya tidak Manja, saya bisa melakukan semua nya sendiri." ucap Mile. "Aku tidak percaya," ucap Tiara.
"Dari kecil saya sudah di ajar kan untuk mandiri dan selalu sendirian melakukan apapun, saya tidak memiliki siapa pun yang perduli pada saya." ucap Mile..
"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Papah, Mamah, Keponakan dan semua anggota kamu perduli." ucap Tiara.
"Kalau mereka perduli mereka sudah ada di sini sekarang, bahkan tidak ada satu pun di antara mereka yang datang menjemput saya di rumah sakit." ucap Mile.
Tiara menghormati nafas panjang.
"Mungkin mereka mempunyai kesibukan masing-masing. Sebelum kamu sadar mereka semua ada di sana menunggu kamu." ucap Tiara.
Mile menggeleng kan kepala nya.
"Sudah lah tidak baik berfikir seperti itu." ucap Tiara.
"Apa kamu pernah merasakan seperti yang saya rasakan?" tanya Mile. Tiara diam.
"Ternyata hidup kamu sangat Malang, tapi tetap saja kamu mengesalkan sekali." ucap Tiara mencuci rambut Mile dengan kasar.
"Aaaaaaa!!! Sakit Tiara." ucap Mile sambil menahan tangan Tiara. Tiara melihat tangan nya yang di pegang tiba-tiba dia melepaskan nya.
"Aku minta maaf," ucap Tiara. .
"Ada apa dengan jantung ku, kenapa berdetak sangat cepat, dan aku sangat gugup." batin Tiara. Dia membasuh kepala Mile setelah menggosok semua badan Mile Tiara memberikan handuk agar Mile menukar nya sendiri.
__ADS_1