
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah sakit, namun Tiba-tiba dia bersembunyi karena melihat dua teman nya sedang ada di sana.
Teman nya mengantar kan Mamah nya untuk cek kandungan. Dia terpaksa menunggu lebih lama di balik dinding itu.
"Tiara! Kamu di sini juga?" ucap salah satu teman Tiara yang laki-laki akrab dengan Bilmar nama nya Aldi.
Tiara tersenyum.
"Iyah, kebetulan banget yah kita ketemu di sini." ucap Tiara. Aldi tersenyum.
"Dengar-dengar kamu sudah menikah yah?" tanya Aldi. "Kamu dengar dari mana? Gak mungkin lah." ucap Tiara.
"Aku pikir itu juga pasti hanya isu saja, mana mungkin kamu secepat itu menikah." ucap Aldi. Tiara tersenyum.
"Oh iya aku sudah dengar kok hubungan kamu dengan Bilmar, aku sangat sedih mendengar nya." ucap Aldi.
"Tidak perlu membahas nya lagi, aku tidak mau mengingat nya." ucap Tiara. "Percayalah dia pasti akan menyesal sudah meninggal kamu." ucap Aldi.
"Aku sudah mengikhlaskan semua nya, mungkin wanita yang di pilih nya adalah yang terbaik menurut nya. Dia mungkin lebih kaya." ucap Tiara. Aldi merasa kasihan melihat Tiara.
"Tapi ngomong-ngomong kamu semakin kurus saja, apa kamu sakit?" tanya Aldi. "Enggak kok, ya udah kalau begitu aku pergi dulu." Tiara langsung mau ke ruangan khusus periksa kandungan.
"Tiara kamu datang lagi, ada apa?" tanya dokter itu, dia sudah dekat dengan Tiara karena dokter itu adalah kerabat keluarga nya juga.
"Perut ku akhir-akhir ini sering sakit dok, kenapa yah?" tanya Tiara. "Kamu meminum obat itu lagi yah? Atau kamu memakan larangan yang saya bilang?" tanya dokter.
"Saya sama sekali tidak meminum obat itu lagi dok, bahkan saya sangat menjaga pola makan saya namun tetap saja sakit." ucap Tiara
Dokter memeriksa nya.
"Janin kamu masih sangat lemah jadi jangan banyak beraktivitas banyak dulu, harus banyak istirahat, banyak makan buah dan juga sayur-sayuran." ucap dokter.
"Oh iya nih Susu untuk kamu, kamu harus meminum ini dengan rajin yah." ucap dokter.
"Apa ini Dok? apa aku harus minum susu ini?" tanya Tiara. dokter menjelaskan kegunaan nya mau tidak mau akhirnya Tasya mau.
__ADS_1
Setelah dari sana dia mampir ke salon untuk merawat wajah nya, dia juga pijat spa agar lebih rileks. Dan dia menghabiskan uang cukup banyak untuk perawatan itu. Untung saja Kartu nya sudah tidak di blokir oleh ayah nya jadi dia bebas mau belanja apa saja yang dia mau.
Dia merasa sepatu nya sudah tidak bagus lagi dia berbelanja Sepatu dulu namun notifikasi masuk ke ponsel nya kebetulan teman-teman nya ngajak nongkrong akhirnya mereka bertemu di tempat yang sama, tempat favorit mereka seperti sebuah Cafe namun menyediakan minuman keras.
Mile yang masih sibuk dengan pekerjaan nya sampai malam tidak sadar kalau istri nya belum pulang. Tiba-tiba ponsel nya berdering.
"Halo Mile, kamu di mana nak?" tanya Ayah mertua nya.
"Saya lagi di rumah Pak." jawab Mile.
"Istri kamu di mana? Apa dia bersama kamu?" tanya Pak Yuda.
"Ada di rumah kok Pak, ada apa?" tanya Mile.
"Salah satu orang-orang saya melihat Tiara ada di Cafe bersama teman-teman nya mabuk-mabukan." ucap pak Yuda.
"Mungkin dia salah lihat Pak, Tiara sedang di kamar." ucap Mile. "Baiklah kalau begitu nak, pokoknya Ayah ingin kamu mengawasi nya, soalnya kamu sudah tau karakter putri Bapak seperti apa." ucap pak Yuda.
"Baik pak, kalau begitu." ucap Mile, dia langsung keluar mencari Tiara dan benar saja Tiara tidak ada di rumah. Dia melacak keberadaan Tiara melalui GPS yang di pasang di mobil nya.
Setelah ketahuan dia langsung ke sana, sudah di depan Cafe Mile Melihat mobil nya terparkir di depan Cafe itu artinya Tiara masih di dalam.
"Kalau tau seperti ini, lebih baik aku tidak perlu menikah, dia sangat liar." batin Mile. ."Tiara pulang!" ucap Mile.
Semua menoleh ke arah Mile.
"Kamu ngapain ke sini? Jangan ngikutin aku yah." ucap Tiara dia sudah setengah mabuk.
"Ayo pulang ini sudah malam, kamu sudah mabuk." ucap Mile.
"Tidak perlu berpura-pura lembut seperti itu! Kamu adalah orang yang sangat galak dan jahat." ucap Tiara pada Mile.
Mile menarik tangan Tiara.
"Heh pak jangan macam-macam pada teman kami!" ucap teman Tiara. "Saya hanya membawa nya pulang, ini semua karena kalian yang membawa nya minum, lain kali jangan pernah membawa dia lagi." ucap Mile.
__ADS_1
"Bapak siapa? Kenapa sesuka hati mengatur Tiara." ucap Teman Tiara. "Saya adalah su.." Tiba-tiba mulut nya di tutup oleh Tiara.
"Dia adalah Paman ku, jangan hiraukan dia, aku sudah tinggal dengan nya jadi dia sedikit cerewet, aku akan pulang duluan yah, aku yang Akan membayar tagihan nya." ucap Tiara.
Setelah selesai membayar dia pamit pada teman-teman nya dia pun berjalan keluar dengan sempoyongan.
Mile mau membantu nya namun Tiara tidak mau di sentuh oleh Mile.
Tiba-tiba Mile mengangkat tubuh Tiara ala bridal style ke Parkiran.
"Kalian bawa mobil saya yang di bawa oleh Tiara pulang." ucap Mile langsung masuk ke dalam mobil.
"Aku tidak mau pulang ke rumah itu, aku tidak mau." ucap Tiara.
"Diam lah, kamu hanya bisa merepotkan ku saja!" ucap Mile sambil memasang sabuk pengaman Tiara.
"Aku tidak mau hidup lagi, aku tidak akan bisa menjalani hidup ku seperti ini." ucap Tiara.
Dia memegang perut nya.
"Pria itu sudah menghancurkan hidup ku, aku tidak Akan pernah memaafkan dia, aku membenci nya." ucap Tiara. Lagi-lagi dia memukulinya perut nya Tampa sadar.
Dia sudah merasa sakit namun dia terus memukul nya.
Mile keheranan, namun dia langsung menahan tangan Tiara.
"Sadar Tiara! sadar jangan melukai badan kamu sendiri." ucap Mile.
"Lepaskan Aku! Aku tidak menginginkan ini." ucap Tiara sambil emosi. Mile menahan tangan Tiara.
"Aku tidak mempunyai kebahagiaan lagi, Dunia ku hancur." ucap Mile. Mile langsung memeluk Tiara.
Tiara menangis di pelukan Mile. Namun tidak lama dia mendorong dada Mile.
"Jangan menyentuh ku! Kamu yang menghancurkan hidup ku." ucap Tiara. Mile keheranan tiba-tiba Tiara menyalah kan nya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba Tiara pingsan. Mile Menatap wajah Tiara.
"Sungguh wanita yang malang." ucap Mile, dia pun menghidupkan mobil nya dan pergi meninggalkan Cafe itu.