Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 73


__ADS_3

Saat sedang fokus menonton, Mile terkejut karena Tiara tiba-tiba bersandar di pundak nya. Mile terdiam sejenak. perlahan dia melihat wajah Tiara dan ternyata Tiara ketiduran.


Mile membiarkan nya karena tidak enak untuk membangun kan nya. Tidak beberapa lama flim pun selesai namun Tiara Masih tidur di pundak nya.


Mile Bergerak namun Tiara Malah ikut bergerak dan Sekarang tidur di paha Mile. Mile semakin tegang.


"Tiara bangun." ucap Mile. Tiara berbalik dia Sekarang menghadap ke arah Mile.


Mile memerhatikan wajah Tiara. Wajah nya terlihat sangat sedih. Mile berfikir Tiara seperti nya juga kelelahan dia tidak membangun kan nya.


Dia melihat Tangan Tiara yang memegang perut nya.


Mile pun memutuskan untuk mengangkat Tubuh Tiara ke atas. Setelah sampai di kamar Tiara di baring kan Dengan lembut di kasur.


"Semoga kamu mimpi indah dan tidur nyenyak." ucap Mile. Dia merapikan rambut Tiara. Dan setelah itu dia pun tidur di samping Tiara.


Keesokan harinya Tiara bangun dia melihat dirinya sudah di kamar saja. "Loh bukannya aku tadi malam nonton di bawah? kenapa sudah bisa di sini?" batin Tiara.


Dia menoleh ke samping nya tidak ada Mile. Dia membuka gorden dia melihat suaminya yang sedang berbicara dengan seseorang di Luar seperti nya pengantar makanan.


Tiara mengikat rambut nya dengan acak setelah itu langsung turun ke bawah. "Kamu beli makanan? aku sangat lapar." ucap Tiara.


Mile memerhatikan Tiara dari atas sampai bawah.


"Kamu yakin mau Makan baru saja bangun? di mulut kamu saja Masih ada bekas ileran." ucap Mile.


Tiara melihat ke kaca.


"Aku Akan gosok gigi dan juga cuci muka." ucap Tiara.


Dia pun ke kamar mandi. Tidak beberapa lama akhirnya dia kembali, Mile sudah menyiapkan makanan di atas meja siap untuk di santap sampai habis.


"Loh kok di campur nasi?" tanya Tiara kaget karena Mile dengan sengaja memasukkan nasi ke dalam.


"Makanan di sini tidak baik untuk janin kamu, saya sengaja memesan ini agar cocok untuk wanita hamil seperti kamu." ucap Mile.


Tiara terdiam. "Tidak ada protes segera makan, di luar sana Masih banyak orang yang tidak bisa makan." ucap Mile.

__ADS_1


Tiara melihat nya saja sudah tidak berselera, seketika rasa laparnya hilang.


"Kalau kamu bisa memakan itu untuk beberapa suap. Sup ini untuk kamu." ucap Mile sambil menunjuk kan di mangkuk besar.


Tiara mau mengambil nya namun Mile meminta Tiara memakan nasi dulu. Tiara memberanikan diri untuk makan Nasi walaupun sebenarnya dia tidak suka dan mau mual dia berusaha menelan.


"Ternyata tidak buruk juga." ucap Tiara karena di campur dengan makanan kesukaan nya.


Mile tersenyum melihat Tiara sudah mau makan Nasi.


"Seperti ini jauh lebih baik." ucap Mile. Sudah selesai makan Tiara mau pergi meninggalkan meja makan namun di tahan oleh Mile.


"Waktu nya kamu untuk membersihkan Ini semua." ucap Mile. Tiara Terdiam sejenak. Dia tidak mau Mile mengata-ngatai nya lagi, akhirnya dia memutuskan untuk membawa semua piring yang kotor ke dapur.


"Ya ampun ternyata sudah banyak piring kotor. Dari mana aku memulai nya." ucap Tiara. pertama dia mencuci piring.


Namun Mile yang tengah memeriksa laptop nya terkejut mendengar istri nya mencuci piring sangat ribut.


"Apa yang kamu lakukan? Kamu sengaja yah membuat semua piring-piring itu rusak? Kamu kalau tidak mau jangan merusak barang." ucap Mile meninggikan suara sehingga membuat Tiara ketakutan.


"Aku tidak melakukan apapun, aku hanya mencuci nya dan tidak sengaja licin dari tangan ku." ucap Tiara.


"Sudah-sudah! Lebih baik kamu tidur saja dari pada kamu menghancurkan perabotan ini semua." ucap Mile. . Tiara minggir dia membiarkan Mile mengerjakan nya.


Tiara melihat Mile marah dia langsung kembali ke kamar. Dia melihat kamar sudah Rapi oleh Mile. Dia duduk di balkon.


"Kenapa sih aku tidak bisa melakukan apa yang di mau oleh Mile? Dia hanya ingin aku pandai bersih-bersih untuk diri sendiri namun ada aja yang salah di mata dia." ucap Tiara.


Tidak beberapa lama Mile datang dia meletakkan Susu Prenagen di Depan Tiara.


"Saya minta maaf kalau memarahi kamu terus menerus. Saya hanya tidak suka dengan seseorang yang berantakan dan ceroboh." ucap Mile.


Tiara diam. Mile duduk di samping Tiara.


"Hari ini saya tidak Akan kemana-mana karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan, kalau kamu mau pergi kamu bisa pergi dengan Tomi, saya akan meminta nya datang." ucap Mile.


Mile mengambilnya ponsel nya namun tiba-tiba di tahan oleh Tiara.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak pergi, aku juga tidak pergi kemana-mana." ucap Tiara. "Kenapa? Ini adalah hari terakhir di daerah ini, besok kita sudah ke rumah keluarga saya." ucap Mile.


Tiara menggeleng kan kepalanya.


"Aku juga ingin istirahat di sini." ucap Tiara. Mile akhirnya memasuk kan ponsel nya ke saku.


"Seharusnya waktu ini adalah hari di mana kita berdua tenang tidak memikirkan apapun. Tapi saya membuat kamu tertekan. Saya minta maaf." ucap Mile.


Tiara menatap wajah Mile, seakan tidak percaya kalau Mile minta maaf pada nya.


"Aku juga salah sudah berbicara dengan kasar sama kamu, seharusnya aku tidak seperti itu." ucap Tiara.


"Sudah lupakan saja. Kita masih baru mengenal belum tau satu sama lain." ucap Mile.


"Tapi saya tau kamu seperti apa." ucap Mile tiba-tiba.


"Seperti apa?" tanya Tiara dengan serius.


"Kamu adalah wanita yang kalau di katain langsung menunduk dan menangis mengeluarkan air mata namun tidak suara." ucap Mile.


Tiara langsung memukul lengan Mile.


"Tuh kan baru saja minta maaf kamu sudah meledek lagi." ucap Tiara Cemberut.


"Saya hanya bercanda saja. Saya tidak suka ketika kamu menangis seperti tadi malam karena saya. Saya adalah orang yang sangat emosian. Bahkan tidak sadar kata-kata apa yang saya ucap, saya mohon kamu untuk mengerti itu." ucap Mile.


Tiara Diam. "Ya sudah kalau begitu saya akan turun ke bawah. Kalau kamu memaafkan saya habis kan Susu nya kalau tidak kamu tidak perlu menyentuh nya." ucap Mile.


Tiara dengan cepat langsung menghabiskan nya.


"Anak yang sangat dalam perut aku pengen." ucap Tiara ketika Mile menatap nya.


Mile tersenyum tipis. Dia pun membawa Gelas keluar.


Setelah Mile pergi Tiara senyum-senyum. Dia memandang ke arah luar.


"Hari yang cukup bagus." ucap Tiara sambil senyum.

__ADS_1


Mile Turun ke bawah juga dengan wajah yang cukup cerah tidak seperti biasanya datar Tampa ekspresi.


Dia duduk sambil memangku laptop nya.


__ADS_2