
Rafi terdiam. "Dan kamu akan tau wanita yang bernama Alisa itu tidak akan pernah lolos dari pandangan ayah dengan ibu, jadi jangan salah kan ayah dengan ibu apapun yang terjadi pada nya." ucap Bu Rosa.
Cukup lama mereka berdebat sampai akhir nya Rafi memutuskan untuk pergi dari sana. Di Jalan dia berusaha untuk menenangkan diri nya. Dia kebetulan lewat dari depan rumah Enjel akhirnya dia memutuskan untuk singgah di sana.
Dia memarkirkan mobilnya di samping mobil Enjel.
"Apa dia tidak kemana-mana? Mobil nya tidak pindah sama sekali." batin Rafi.
Dia melihat rumah itu sangat sepi, dia tidak mengetuk pintu sama sekali langsung masuk saja tanpa ada Ijin.
Masuk ke dalam rumah di bagian dalam juga sangat sepi.
"Enjel!" panggil Rafi, namun tidak ada yang menjawab.
"Kemana dia?" batin Rafi. Dia melihat ke lantai atas mengetuk pintu kamar Enjel.
Dia mengetuk pintu cukup lama namun tidak ada jawaban Atau pun tanda-tanda kehidupan.
"Kemana sih dia? Kalau dia tidak ada di rumah pasti dia mengunci pintu, namun sekarang sya pelayan tidak ada kelihatan." ucap nya.
Dia mau menelpon Enjel namun lupa dia sudah memblokir nomor Enjel.
Akhirnya dia pun membuka nya. Dia menelpon namun telpon nya tidak aktif.
"Kemana sih dia?" Dia mencoba membuat pintu kamar dan ternyata terbuka. Rafi langsung masuk ke dalam.
"Enjel.." panggil Rafi, dia melihat Enjel terbaring di kasur dengan wajah yang sangat pucat sekali.
"Enjel! Enjel!" panggil Rafi, dia terus menepuk-nepuk wajah Enjel. Namun Enjel tak kunjung bangun.
"Badan nya sangat panas sekali," ucap Rafi dia memutuskan untuk membawa Enjel ke rumah sakit terdekat.
"Bagaimana bisa dia sakit parah seperti ini?" Dia menunggu di luar sementara Enjel di periksa di dalam.
Dia menelpon Tiara menanyakan keberadaan Alisa bagaimana, namun dia mencoba menelpon tapi tidak di angkat.
"Alisa hentikan Alisa. Kamu sudah banyak minum, aku takut kamu jadi sakit." ucap Tiara menahan Alisa yang minum alkohol sangat banyak.
"Aku ingin happy-happy Tiara, aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu ku, pergi dari sini!" ucap Alisa mendorong Tiara.
__ADS_1
Tiara terdorong kuat namun untung saja seseorang menahan dari belakang.
"Mile.." ucap Tiara kaget. "Kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
Mile menatap Alisa.
"Kamu minum juga?" tanya Mile, Tiara Menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak minum, aku juga Sudah sangat mual mencium Aroma nya." ucap Tiara.
"Kalau begitu Lebih baik kita pergi." ucap Mile menarik tangan istrinya.
"Tunggu dulu, bagaimana dengan Alisa? Aku tidak Akan pergi sebelum dia berhenti minum." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.
"Bagaimana bisa kak Rafi membiarkan perempuan nya seperti ini? Sungguh tidak bertanggung jawab." ucap Mile.
"Bukan seperti itu, tapi aku yang meminta kak Rafi untuk ke rumah Ibu dulu. Aku tidak tau kalau Alisa akan seperti ini." ucap Tiara.
Mile mengambil semua minuman yang tersisa dari Alisa.
"Berhenti minum!" ucap Mile.
"siapa yang berani menghentikan aku? Ku sudah lama tidak menikmati minuman ini, jangan mengambil minuman ku." ucap Alisa tertawa, mabuk, sedih semua nya campur aduk.
Namun Mile sama sekali tidak menyerah dia membuka minuman di Tong sampah. "Sadar Alisa, ini akan membuat badan kamu sakit." ucap Tiara.
"Kamu tidak sendirian Alisa, aku akan selalu ada di sini." ucap Tiara memeluk Alisa.
"Bagaimana kalau suatu hari nanti Rafi meninggalkan aku sama seperti dulu yang di lakukan oleh mantan ku. aku akan terluka lagi." ucap Alisa.
"Itu tidak mungkin Alisa, dia sangat mencintai kamu, aku Adalah adik nya, kamu bisa percaya pada ku." ucap Tiara.
"Aku sangat takut Tiara, aku tidak mau merasakan sakit hati lagi. Aku tidak berdaya." ucap Alisa.
"Sudah-sudah jangan terlalu memikirkan nya, sekarang kamu harus istirahat. Kamu juga sudah sangat bau minuman, aku akan membantu kamu ke kamar." ucap Tiara.
Alisa akhirnya mau istirahat di kamar. Mile membantu istri nya. Setelah Alisa berbaring dengan nyaman, Tiara menarik suami nya keluar.
"Kalau seperti ini aku yang sangat merasa bersalah kepada dia, bagaimana ini?" ucap Tiara. "Kenapa kamu merasa bersalah?" ucap Mile.
"Aku yang membuat akhirnya bersatu." ucap Tiara. "Kamu tidak salah, mereka bersatu karena saling mencintai dan saling menginginkan, kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu!" ucap Mile.
__ADS_1
"Kamu duduk dulu. saya akan mengambil Air putih untuk kamu." ucap Mile.
Tiara duduk di sofa. Dia melihat Handphone nya.
"Panggilan telepon dari kak Rafi empat kali tidak di jawab." gumam Tiara.
"Siapa?" tanya Mile yang baru saja datang dari dapur membawa Air satu gelas.
"Kak Rafi." ucap Tiara. Dia menelpon nya.
"Halo kak, Maaf aku tadi tidak menjawab telpon kakak karena sibuk mengurus Alisa yang minum alkohol sangat banyak sehingga dia Mabuk." ucap Tiara langsung.
"Alisa mabuk?" ucap Rafi. "Iyah kak. Seperti nya dia sangat sedih, kakak kapan ke Sini?" tanya Tiara.
"Kakak sedang di rumah sakit." ucap Rafi.
"Di rumah sakit?" ucap Tiara kaget.
"Enjel demam tinggi, kakak harus merawat nya di sini karena tidak ada yang merawat nya di sini." ucap Rafi.
"Tapi kak bagaimana dengan Alisa." ucap Tiara.
"kakak titip ke kamu yah. Kamu gak masalah kan?" ucap Rafi. "Bagaimana hubungan kakak dengan Alisa sudah kakak bicarakan pada Ayah dan ibu?" tanya Tiara.
"Sudah! Mereka tidak menyetujui nya, mereka mengancam akan mengambil semua fasilitas, perusahaan dari kakak." ucap Rafi.
"Ya ampun Ibu, ayah Kenapa sangat jahat banget sih." ucap Tiara.
"Tidak ada yang perlu di debat kan sekarang. Setelah Enjel sadar, kakak akan segera ke sana." ucap Rafi. Panggilan pun mati.
Tiara Menghela nafas panjang.
"Huff sudah lah tidak perlu di pikirkan lagi." ucap Mile.
"Tunggu Dulu, bagaimana bisa Kamu tau aku di sini?" tanya Tiara.
"Supir yang mengantar kan kamu." ucap Mile. "Oohh." jawab Tiara.
"Seperti nya aku harus menerima Tiara malam ini di sini, aku belum bisa pulang." ucap Tiara. Mile menatap Tiara.
__ADS_1
"Kalau kamu di sini, saya juga akan di sini." ucap Mile.
"Kalau begitu kamu harus melapor dulu." ucap Tiara. "Saya adalah pemilik villa ini, untuk apa saya harus melapor?" ucap Mile. Tiara sangat kaget. "Berarti selama ini aku sangat bodoh tidak tau pemilik tempat ini adalah kamu." ucap Tiara. Mile hanya tersenyum.