Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 212


__ADS_3

"Tapi aku sudah lapar." ucap Lena mengambil piring dan juga sudah duduk.


"Mandi dulu!" ucap Riska.


"Ya udah deh kalau begitu!" ucap Lena, dia tidak jadi Makan dan ikut dengan Riska.


Tidak beberapa lama Mile dan Vandi pulang. Mile melihat istrinya yang sedang asik membuat teh di dapur.


"Kalian duluan saja ke kamar. Setelah itu keluar untuk makan bersama, seperti nya Tiara masak." ucap Mile. mereka menganguk.


Mile mendekati Tiara.


"Apa yang sedang kamu masak?" tanya Mile. Tiara menoleh ke arah suami nya. Dia tersenyum.


Mile kaget karena Tiara tersenyum ke arah nya.


"Kamu baru saja sampai?" ucap Tiara. Mile menganguk.


"Aku sudah masak banyak, kita Makan sama-sama." ucap Tiara membawa minuman yang dia buat ke meja makan.


"Ada apa dengan nya? Kenapa tiba-tiba menjadi sangat baik?" ucap Mile Heran. Semua nya sudah berkumpul di meja makan.


"Masakan Tante enak banget." ucap Lena. "Terimakasih, kalau enak ayo makan yang banyak." ucap Tiara.


Tiara meletakkan lauk ke dalam piring suami nya.


"Aku tau kamu suka cumi." ucap Tiara sambil tersenyum. Mile menganguk.


Tidak terasa sudah malam. Mile masuk ke kamar nya.


"kenapa kamu mandi malam-malam?" tanya Mile.


Tiara menoleh ke Suami nya.


"Aku hanya memakai lotion saja, bukan mandi. Lebih baik kamu mandi juga gih." ucap Tiara. Mile menganguk.


Mile membuka kemeja nya namun mata nya tertuju pada Buket bunga yang cukup besar dan bunga itu pasti sangat mahal.


"Kamu membeli bunga?" tanya Mile. Tiara berdiri.


"Loh kok kamu nanya gitu? Bukan nya ini dari kamu? Kamu sengaja membujuk ku dengan bunga kan?" ucap Tiara tersenyum mendekati suami nya.


"Aku sangat suka ketika di kasih bunga. Terimakasih yah." ucap Tiara.


"Maksudnya apa? Mana mungkin saya mengirimkan bunga, saya mungkin memberikan nya langsung." ucap Mile.


Tiara langsung berubah drastis. "Maksud kamu apa?" tanya Tiara.


"Saya tidak mengirimkan bunga sama kamu." ucap Mile lagi. "Lalu kalau bukan dari kamu, dari siapa bunga ini?" ucap Tiara.


Mile menggeleng kan kepala nya. Dan langsung pergi ke kamar mandi.


Tiara mengambil bunga yang sudah di pajang nya tadi. Memastikan dari siapa Bunga itu.

__ADS_1


Dan ternyata di dalam bunga itu ada surat.


"Semoga kamu suka yah." Dan ada inisial R di bawah kata-kata itu.


"Dia lagi! Dia lagi!" ucap Tiara kesal. Dia mau memasukkan bunga itu ke dalam tong sampah namun tiba-tiba di kefikiran lagi.


"Bagaimana bisa tau alamatku? Kalau dia tau aku sudah menikah dan hamil berani sekali dia mengganggu ku." ucap Tiara.


"Maafin aku bunga, walaupun kamu sangat cantik dan juga Wangi. Tapi aku kesal sekali sama yang memberikan bunga ini." ucap nya mau memasukkan lagi namun tidak jadi.


"Sebaiknya aku tidak perlu membuang nya, karena bunga ini mood ku hari ini bagus, aku dengan Mile juga akur." ucap Tiara.


Dia meletakkan kembali bunga itu, namun surat itu di robek dan juga di buang.


"Semoga saja aku tidak bertemu dengan dia lagi!" ucap Tiara.


Tidak beberapa lama suaminya keluar dari kamar mandi dia melihat bunga Masih ada di atas meja.


"Dari siapa bunga nya?" tanya Mile.


"Humm seperti nya salah satu teman aku." ucap Tiara.


"Oohhh." ucap Mile. Tiara tersenyum. Dia segera memakai pakaian nya dan naik ke tempat tidur.


Dia duduk dekat Tiara. Mile tiba-tiba mencium pipi Tiara yang sedang fokus dengan ponsel nya.


"Kamu mengabaikan saya pagi ini membuat saya kurang bersemangat. Apa saya melakukan sesuatu yang salah?" tanya Mile.


"Apa karena kamu mengajak ke puncak?" tanya Mile.


"Aku sudah membicarakan dengan Lena, mereka mau, kalau kamu tidak mau ikut ya sudah." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang. "Baiklah saya ikut. Tapi mungkin saya tidak akan banyak mengikuti aktifitas." ucap Mile.


"Kamu serius?" ucap Tiara. Mile mengangguk. "Saya tidak ingin kamu mendiamkan saya hanya karena masalah sepele saja." ucap Mile.


"Ini tidak masalah sepele!" ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.


"Baiklah-baiklah kalau begitu." ucap Mile.


"Oh iya Kamu sudah menyiapkan pakaian kamu untuk acara besok?" tanya Tiara.


"Humm saya sudah menyiapkan nya." ucap Mile. Tiara tersenyum.


Keesokan harinya di apartemen nya. Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Halo.."


"Halo! Kenapa kamu tidak jadi datang kemarin?" tanya Enjel.


"Maafin aku, aku tidak bisa datang karena ada kerjaan." ucap Rafi.


"Orang tua ku sudah menunggu kamu." ucap Enjel.

__ADS_1


"Baiklah, pagi ini aku akan ke sana." ucap Rafi.


"Ini sudah sembilan, kamu saja baru bangun, kapan kamu Akan ke sini?" tanya Enjel.


"Saya sudah siap, saya akan segera berangkat." ucap Rafi.


"Baiklah kalau begitu." ucap Rafi. Dia langsung bergegas dari tempat tidur nya.


Cukup lama dia keluar dari kamar mandi. Setelah beberapa lama akhirnya dia selesai.


"Huff aku bangun telat karena bergadang semalaman." ucap Rafi sambil keluar dari kamar.


Namun dia tertegun karena melihat Alisa ada di dapur nya.


"Alisa.." ucap Rafi.


Alisa menoleh ke arah Rafi sambil tersenyum.


"Kamu datang ke sini kapan? kenapa kamu tidak Mengabari aku?" Tanya Rafi.


"Aku Pagi tadi sampai di sini. Aku melihat kamu masih sangat nyenyak sehingga aku tidak tega membangun kan nya." ucap Alisa.


Rafi tiba-tiba langsung memeluk nya. "Aku sangat merindukan kamu." ucap Rafi. Alisa tersenyum.


"Aku juga merindukan kamu." ucap Alisa.


"Kemana saja kamu? aku mencoba menghubungi nomor kamu, namun tidak bisa. Apa aku tidak penting lagi?" ucap Rafi.


"Kalau kamu tidak penting mana mungkin aku datang ke sini." ucap Alisa. Rafi tersenyum.


"Aku ke sini karena merindukan kamu, aku akan ikut dengan teman-teman ku jalan-jalan ke luar negeri beberapa hari." ucap Alisa.


"Apa kamu akan meninggalkan aku?" ucap Rafi.


"Bukan seperti itu sayang, aku tidak enak kalau menolak ajakan mereka." ucap Alisa.


"Baiklah kalau begitu." ucap Rafi. "Kamu mau ke rumah nya Enjel yah?" tanya Alisa.


"Humm seperti yang ku jelaskan kepada kamu sebelum nya." ucap Rafi.


"Tapi karena kamu di sini, aku tidak ingin pergi sekarang." ucap Rafi menghubungi Enjel lagi.


Dan kebetulan juga Enjel memiliki tamu jauh jadi tidak masalah kalau Rafi tidak datang.


Keesokan harinya...


Tiara, Lena, Riska dan Rika sedang berdandan. Tiara yang sangat pandai merias wajah nya tidak perlu membayar perias wajah.


"Wahh Tante cantik banget sih." ucap Lena. Tiara tersenyum.


"Kalau begitu om Mile pasti klepek-klepek." ucap Lena. Tiara tersenyum. "Kamu bisa saja." ucap Tiara.


"Tapi Tante cantik banget loh. Ayo kita mengambil foto bersama." ucap Lena. Ketiga Keponakan nya dan langsung datang dan ikut berfoto bersama.

__ADS_1


__ADS_2