Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
part 69


__ADS_3

"Kamu makin cantik saja Sih nak." ucap buk Vina memuji setelah mereka sampai di salah satu restoran milik keluarga Pak Daniel.


Mereka semua berkumpul di sana. "Roy Kemana sih Pah? Kenapa belum datang?" tanya buk Vina pada suami nya menanyakan anak bungsu nya.


"Papah juga gak tau, tunggu papah telpon dulu." ucap Pak Daniel.


Tidak beberapa lama akhirnya Roy datang.


"Aku di sini, maaf yah sudah membuktikan menunggu, aku harus ke kantor papah sebentar tadi." ucap Roy.


"Tidak apa-apa, silahkan duduk." ucap pak Daniel.


Roy kebetulan duduk di samping Tiara.


"Hay." ucap Roy. Tiara hanya membalas dengan senyuman saja. Sementara Mile sudah memantau Adik nya dengan tatapan tajam.


"Oh iya Tiara, Mile. maksud papah mengundang kalian ke sini mau memberi kan ini." ucap pak Daniel. Mile mengambil dua paspor yang di berikan oleh Papah nya.


"Apa ini Pah?" tanya Mile.


"Kalian harus honeymoon ke Bali, jadi papah mengurus ini untuk kalian. Papah tau kamu punya namun papah ingin Buat nya sama seperti milik istri kamu." ucap Pak Daniel.


"Bulan madu?" ucap Tiara. "Iyah nak, kamu pasti pengen kan? Itu sebabnya kami mengurus ini." ucap buk Vina.


Roy yang mendengar itu hanya bisa diam saja.


Setelah selesai makan. Mile mengantarkan istri nya pulang ke rumah dulu sebelum kembali ke kantor nya.


"Saya tidak ingin ke Bali." ucap Mile. Tiara menatap Suaminya.


"Loh kenapa? Bukan nya ke Bali adalah tempat yang sangat enak untuk jalan-jalan? Di sana sangat banyak tempat yang Bagus." ucap Tiara.


"Saya sudah bosan ke Bali, bagaimana kalau kita ke Paris?" tanya Mile. "Tapi Papah meminta kita ke Bali." ucap Tiara.


"Saya yang akan mengatur semua nya." ucap Mile.


"Aku sangat tidak sabar." ucap Tiara.

__ADS_1


Keesokan harinya mereka sudah siap-siap mau berangkat ke Paris.


"Nanti kalau sudah sampai di Paris kirim foto banyak-banyak sama Bibik yah non." ucap Bibik Ja, Tiara tersenyum.


"Sudah siap?" tanya Mile. Tiara Mengangguk.


"Ya udah kalau begitu kami berangkat dulu yah bik.'" ucap Tiara dan Mile. Mereka meninggalkan rumah itu. Mile membawa koper besar milik istri dan koper nya.


"kamu Suka jalan-jalan juga yah?" tanya Tiara. Mile mengangguk. Mile membuka laci mobil memberikan album kecil pada Tiara namun sangat tebal.


"Di situ kamu bisa melihat wisata apa saja." ucap Mile.


Tiara membuka nya satu persatu. Dia melihat ternyata foto Mile yang sedang liburan.


"Wah ternyata kamu sudah pergi ke banyak teman tapi kenapa tidak ada di sini satu pun teman kamu?" tanya Tiara karena dari tadi Mile sendiri.


"Sebenarnya saya pergi dengan teman akrab saya, saya mengajak dia hanya ingin menjadi fotografer saja, saya lebih suka traveling sendirian." ucap Mile.


"Huff itu Artinya aku akan menjadi fotografer kamu?" ucap Tiara. Mile mengangguk.


"Gak mau, aku tidak mau, kalau kamu mau mengambil foto ambil saja sendiri, aku tidak Akan mau." ucap Tiara.


"Saya pernah menetap di sana, keluarga angkat saya juga ada di sana, saya selalu ingin ke sana namun tidak ada waktu dan Sekarang lah waktu nya." ucap Mile.


Saat membolak-balik foto akhirnya ada foto Mile bersama wanita yang cantik dan itu terlihat sangat jelas di Paris.


"Ini pasti mantan pacar kamu dulu, dia sangat cantik." ucap Tiara. Mile tersenyum tipis.


"Dia adalah wanita asli keturunan orang di sana. Dia adalah rekan saya ketika Masih di Paris, kamu cukup dekat sampai dia menikah dan kami berpisah, dia ikut suami nya dan saya kembali ke Inggris." ucap Mile.


Tiara tersenyum malu karena salah menebak.


"Saya juga mempunyai hoby traveling sendirian, namun saya memiliki satu kejadian yang membuat saya tidak berani traveling jauh sendirian." ucap Tiara.


Mile mendengar kan.


"Aku hampir di bunuh oleh Pria yang sudah lama mengikuti ku sampai ke hotel." ucap Tiara. "Bagaimana bisa?" tanya Mile.

__ADS_1


"Mereka mabuk dan ingin aku tidur bersama mereka, namun aku tidak mau, waktu itu pisau sudah sangat dekat di leher ku, posisi ku waktu itu di luar hotel di tepi pantai tepat di malam hari. Dari situ aku tidak mau lagi ke pantai sendirian, aku trauma." ucap Tiara.


Mile hanya diam.


"Kalau kamu sendiri bagaimana? Pasti pernah mengalami hal yang buruk." ucap Tiara.


"Saya hanya terkena tusukan di bagian perut karena tidak mau memberikan barang-barang saya pada perampok." ucap Mile.


"Hanya di tusuk? itu sungguh sangat kasus yang bahaya." ucap Tiara. "Walaupun saya pergi traveling sendirian. Bodyguard saya tetap memantau dari jauh, saya sangat jarang mendapatkan musibah ketika bersama bodyguard namun ketika mereka tidak ada bisa di pastikan saya akan masuk rumah sakit." ucap Mile.


Tiara Menghela nafas panjang.


"Huff ternyata di Dunia ini sangat banyak orang jahat termasuk kamu juga." ucap Tiara. Mile menatap Tiara.


"Apa yang saya lakukan pada kamu? Kenapa kamu bilang saya jahat?" tanya Mile.


"Kamu pergi jalan-jalan namun tidak mengajak ku." ucap Tiara, Mile menghela nafas panjang Tiara tertawa.


Mile sadar kalau Tiara dalam suasana hati yang baik sekarang, tidak seperti biasanya.


"Kamu dari tadi tidak berhenti tersenyum dan tertawa." ucap Mile.


"Aku sangat senang bisa jalan-jalan lagi. Dulu aku berfikir kalau aku tidak Akan bisa kemana-mana lagi setelah hamil dan mempunyai suami." ucap Tiara.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di bandara.


"Papah kasih waktu untuk kamu tiga Minggu untuk Cuti, setelah itu kamu harus kembali dan melakukan pekerjaan kamu." ucap pak Daniel Pada Mile.


Mile mengangguk mereka pun segera berangkat. Baru saja naik pesawat Tiara sudah mual-mual karena perut nya tidak enak. Mile terlihat sangat panik namun dia mencari akal agar Tiara bisa nyaman.


"Kepala ku sangat pusing." ucap Tiara menatap Mile. Wajah Tiara yang sangat Dekat dengan wajah Mile membuat Mile jadi salah tingkah dia bingung harus apa.


Tiara sudah sangat pucat, dia membuat tangan Mile ke kepala nya. Mile memijit-mijit kepala Tiara, tidak beberapa lama Tiara tertidur di dada Mile.


"Baru kali ini saya berangkat dengan orang yang selalu menyusahkan seperti kamu." ucap Mile. Namun di ujung Kalimat nya dia tersenyum tipis.


Mile memeluk Tiara agar lebih nyaman, namun Tiara malah semakin bersembunyi di Balik jaket suami nya.

__ADS_1


Dan tidak beberapa lama akhirnya akhirnya sampai tepat di malam hari.


"Tiara! Tiara bangun, kita sudah sampai." ucap Mile. Tiara perlahan bangun. Dia baru sadar ternyata dia pelukan Mile.


__ADS_2