
"Sungguh? Kamu Bilang apa?" tanya Alisa.
"Kamu tenang saja, saya tidak bilang jujur kok, saya hanya bilang kalau kamu tidak pulang malam ini menginap di rumah teman kamu." ucap Rafi.
Alisa Menghela nafas lega. "Aku gak mau tidur satu kamar dengan kamu." ucap Alisa. "Kenapa? Saya tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak. Saya hanya ingin memeluk kamu." ucap Rafi.
Alisa menatap Rafi dengan tatapan tidak percaya. "Sebelum nya kita dalam status hubungan tidak ada apa-apa, sekarang sudah berbeda, Pokoknya aku gak mau." ucap Alisa.
"Baiklah kalau itu mau kamu." ucap Rafi. Alisa tersenyum. Mereka pun menyewa kamar dua bersampingan.
"Tiara..". panggil Bu Rosa masuk ke kamar nya meninggal Kan suami dan menantu nya di ruang tamu masih berbincang-bincang.
"Iyah Bu." jawab Tiara.
Tiara sedang berbaring di kamar nya.
"Humm ibu mau membicarakan soal kandungan kamu." ucap Bu Rosa.
"Kenapa Bu? kandungan ku baik-baik saja." ucap Tiara.
"Keluarga Pak Daniel protes karena bayi yang ada di kandungan kamu lebih tua dari pada tanggal nikah kamu." ucap Bu Rosa.
Tiara langsung duduk. "Ma-maksud ibu?" tanya Tiara.
"Menurut ibu ini adalah hal biasa. Banyak juga yang mengalami nya, ibu dan Ayah juga sudah membicarakan nya pada Mertua kamu, Untung saja mereka tidak terlalu mempermasalahkan nya." ucap Bu Rosa.
"Kamu jujur saja pada ibu, sebenarnya bayi yang kamu kandung itu bukan anak Mile kan?" tanya Bu Rosa.
"Ibu berbicara apa sih? Ini anak Mile Bu." ucap Tiara.
"Bagus deh kalau begitu, semoga saja kamu tidak membuat Ibu malu, kalau karena ini ibu dan ayah malu, ibu akan mencoret kamu dari keluarga ini. Membuat malu saja." ucap Bu Rosa.
Tiara terdiam dia menatap wajah ibu nya.
"Kamu dan kakak kamu hanya menjadi beban untuk Ibu dengan Ayah, ibu berfikir setelah kamu menikah tidak ada beban lagi namun sekarang kamu membuat ibu malu, begitu juga dengan kakak kamu yang sungguh keras kepala seperti kamu." ucap Rosa.
Tiara terdiam. "Kamu harus ingat, Ibu dan Ayah Akan mencari siapa yang telah memerkosa kamu waktu itu. Ibu harus meminta pertanggung jawaban nya." ucap Bu Rosa.
"Aku mohon lupakan saja Bu, aku tidak ingin mengingat nya lagi, Lagian aku sudah bahagia dengan Mile." ucap Tiara.
"Ibu juga sudah mendapatkan apa yang ibu ingin kan." ucap Tiara.
__ADS_1
"Maksud kamu apa?" tanya Bu Rosa.
"Ibu dan Ayah ingin bekerjasama dengan Keluarga Minor kan dari dulu agar bisa mendapatkan nama yang baik? Sekarang Ayah dan ibu Sudah sangat sukses." ucap Tiara.
"Jaga mulut kamu! Kamu sungguh tidak berubah sama sekali. Awas saja sifat kamu ini membuat Ibu dan ayah malu di depan keluarga Minor." ucap Bu Rosa. Tiara diam.
"Lupakan saja semua nya, anggap saja kita tidak membahas apapun, lanjut kan istirahat kamu. Calon pemimpin keluarga Minor ada di perut kamu, kamu harus menjaga nya dengan baik." ucap Bu Rosa. Tiara menghela nafas panjang.
Dia melihat ibu nya keluar. Dia mengelus perut nya.
"Ibu ku saja sangat membenci ku seperti ini, bagaimana kalau suatu saat nanti.."
"Tiara.." panggil Mile mengetuk pintu.
"Masuk saja, pintu nya tidak di kunci kok." ucap Tiara. Mile masuk dia tersenyum melihat Tiara.
"Sudah malam, waktu nya kita pulang, apa kamu mau menginap? seperti nya kamu Masih merindu kan orang tua kamu dan juga tempat tidur ini " ucap Mile.
"Enggak kok, aku sudah menghabis kan waktu seharian di sini, lain kali kita bisa datang ke sini lagi." ucap Tiara.
"Anak papah, ayo kita pulang nak." ucap Mile mengelus perutnya Tiara.
Mereka ijin pamit pulang dan meninggalkan rumah itu.
"Bagus lah, anak kita satu pun tidak ada yang mengerti kepada orang tua nya." ucap Pak Yuda.
Di dalam mobil Tiara hanya diam saja, tidak seperti biasa nya.
Mile merasa mungkin istri nya kecapean. Dia tidak banyak bertanya.
Dua jam kemudian...
"Kita sudah sampai." ucap Mile. Dia melihat ternyata istri nya sudah tidur. Dia menghela nafas sambil tersenyum.
"Sudah saya duga kamu pasti kelelahan, tapi kamu tidak boleh tidur di sini." ucap Mile.
"Tiara." panggil Mile..Dia membangun kan istri nya dengan lembut namun Tiara tak kunjung bangun .
"Tiara!!" panggil nya lagi. Dia berbisik di telinga Tiara.
"Kamu masuk ke rumah sendiri, atau saya akan mengendong kamu masuk ke dalam, semua orang akan melihat nya." bisik Mile.
__ADS_1
Tiara langsung bangun.
"Aku bisa naik sendiri." ucap Tiara. Dia langsung turun dengan tergesa-gesa. Mile tertawa kecil.
"Hati-hati." ucap Mile.
Tiara pun langsung masuk ke dalam.
"Selamat malam Non Tiara." sapa Bibik Ja. Tiara menganguk sambil tersenyum.
"Selamat malam Den Mile." ucap Bibik Ja pada Mile.
"Malam bik." ucap Mile. Mile mengikuti istri nya langsung ke kamar.
"Kamu gak mau bersih-bersih badan dulu? Agar lebih nyaman." ucap Mile masuk kamar sambil membuka kancing kemeja yang di pergelangan tangan.
"Tiara..." Panggil nya sambil menoleh ke arah Tiara. Dia tersenyum ketika melihat istrinya tidur telentang karena sudah sangat mengantuk.
Dia menggeleng kan kepala nya.
"Huff saya yang menyetir dia yang kelelahan. Hahhh." dia membenarkan tidur istri nya.
"Kenapa? Kenapa Pria itu sangat jahat kepada ku? Dia sangat tega menghancurkan hidup ku?" ucap Tiara mengigau. Mile heran apa yang di maksud Oleh istri nya.
"Aku tidak menginginkan ini semua, aku tidak mau." ucap Tiara lagi. "Tiara bangun Tiara." Mile membangun istri nya.
Tiara membuka mata nya dia melihat Mile sedang memeluk nya.
"Aku sangat mengantuk." ucap Tiara dia mencium singkat bibir suami nya dan memeluk nya.
Mile mencoba melepaskan pelukannya namun Tiara mendekap nya cukup Erat.
Alhasil dia tidak jadi menukar pakaian nya. Badan nya juga sudah sangat lelah, dia tidur memeluk istrinya.
Di pagi hari..
"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Alisa kaget melihat Rafi tidur di samping nya. "Kenapa kamu sangat berisik sekali? Saya sangat mengantuk." ucap Rafi menarik tangan Alisa agar ikut tidur dengan nya lagi.
"Jawab aku dulu. Bagaimana kamu bisa di sini?" tanya Alisa, Rafi membuka mata nya dia menatap wajah Alisa.
"Saya sama sekali tidak bisa tidur tadi malam, saya meminta resepsionis membuka pintu ini untuk ku." ucap Rafi.
__ADS_1
Alisa Menghela nafas panjang. "Huff kamu sungguh pria Aneh." ucap Alisa.