Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 120


__ADS_3

Bibik Ja dan Tiara tertawa karena Tiara memasang wajah sombong namun lawak.


"Apa non Tiara dengan tuan Mile sudah baikan?" tanya Bibik lagi. "Humm bagaimana yah Bik. Bibik lihat sendiri saja." ucap Tiara.


Bibik tersenyum. "Dari ekspresi non Tiara, seperti nya sudah mulai baikan." ucap Bibik. Tiara tersenyum.


"Ya udah non, kalau begitu Bibik bersih-bersih dulu baru masak. Apa non Tiara sudah sangat lapar?" tanya Bibik.


"Tadi Lena sama Riska masak. Mereka juga Sudah bersih-bersih, Bibik tidak perlu kecapean lagi." ucap Tiara.


"Ya ampun non, Bibik jadi gak enak kalau seperti ini." ucap Bibik Ja. Tiara tersenyum. "Tidak apa-apa Bik." ucap Tiara.


"Bibik di sini sudah seperti Keluarga, jadi jangan tidak enak selalu." ucap Tiara.


"Baik Non." ucap Bibik. Tiara tersenyum.


"Bagaimana keadaan kandungan nya non? Saya pernah mendengar kalau sebelumnya non Tiara masuk rumah sakit." ucap Bibik.


"Sudah sehat kok bik, biasa lah masuk rumah sakit tidak menjaga kesehatan." ucap Tiara.


Cukup lama mereka berbincang-bincang di ruang tamu.


Di apartemen Rafi baru saja bangun. dia memegang kepala nya yang sangat pusing sekali. Dia baru sadar kalau Alisa sudah tidak di samping nya lagi.


"Alisa!" ucap Rafi. dia mau menelpon nya namun dia melihat surat di atas meja.


"Aku berangkat kerja. Aku sudah masak sarapan di meja makan, pakaian bapak sudah aku siapkan. Aku akan pulang setelah pekerjaan ku selesai. Aku tidak tega membangun bapak karena terlihat sangat nyenyak." isi surat itu.


"Aku minum terlalu banyak tadi Malam." ucap Rafi, tiba-tiba ponsel nya berdering telepon dari Enjel.


"Halo sayang, kamu di mana? aku sudah menunggu kamu dari tadi, kamu sudah janji mengantar kan aku ke bandara hari ini." ucap Enjel.


"Saya baru saja bangun, maafkan saya. Saya akan siap-siap dan langsung ke sana." ucap Rafi.


Panggilan telepon pun langsung mati. Rafi mandi dan langsung berangkat setelah sudah rapi. Di perjalanan Dia mengingat kejadian tadi malam.


Melihat Alisa menangis membuat nya merasa bersalah sekali.


"Dia pasti sangat marah pada ku." ucap Rafi.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di hotel Jenny.


"Haii sayang.." ucap Enjel menyusul Rafi di parkiran.


Rafi tersenyum. "Kamu masih mabuk yah?" tanya Enjel.


"Hanya pusing saja." ucap Rafi. "Nih kebetulan aku tadi beli kopi, hanya satu saja, Ambil saja untuk kamu." ucap Enjel memberikan pada Rafi.


"Terimakasih." ucap Rafi mengambil dari tangan Enjel.

__ADS_1


"Kelihatan nya kamu sedang pusing sekali. Maafin aku yah mengajak kamu minum tadi malam." ucap Enjel. Rafi Menggelengkan kepala nya.


"Ini tidak salah kamu kok. Lupakan saja, kita juga jarang melakukan itu." ucap Rafi. Enjel tersenyum. Dia mencium pipi Rafi.


"Kalau begitu kita berangkat." ucap Rafi.


"Kamu gak marah kan aku lama di sana." ucap Enjel.


"Berapa lama?" tanya Rafi.


"Bisa jadi sekitar satu bulan." ucap Enjel. Rafi terdiam.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di bandara.


"Aku masuk dulu yah." ucap Enjel. Rafi mengangguk.


"Sebelum aku pergi, kamu tidak ingin memeluk ku? Kita tidak Akan bertemu dengan jarak waktu lama." ucap Enjel.


Rafi memeluk nya, Enjel semakin memeluk erat sekali.


"Aku sangat mencintai kamu, aku minta jangan nakal di sini, cukup setia pada ku." Enjel.


Rafi tersenyum sambil mengangguk.


"I love you." ucap Enjel.


Dia pun meninggalkan Rafi.


Dia mengingat pertama kali mereka bertemu.


"Awas Kak..." teriak Alisa. Pada saat itu Rafi sedang turun kelapangan memeriksa pembangunan pabrik nya.


Namun ternyata ada Benda yang akan jatuh dari atas.


Alisa yang kebetulan ikut pada Tiara untuk menemui kakak nya untuk mengambil uang. selepas pulang kuliah.


Dia berlari cepat mendorong Rafi karena Rafi tidak mendengar teriakannya. Mereka pun terjatuh ke tanah sama-sama.


Dan besi besi itu terjatuh tepat tempat Rafi berdiri tadi.


Mulai dari situ Rafi sangat tertarik pada Alisa. Setiap kali bertemu dia sangat senang.


Namun dia tidak berani jujur karena pada saat itu Alisa mempunyai pacar, sampai akhirnya Rafi menjebak kekasih Alisa.


Dia memberikan uang pada kekasih nya dengan Jumlah yang banyak untuk meninggalkan Alisa. Dan pria itu mau dan pada saat itu Alisa melihat kekasihnya tidur dengan wanita lain.


Di situ kesempatan Rafi masuk ke dalam kehidupan Alisa.


Namun karena sifat kasar, sifat egois Rafi Alisa tidak suka. Dia juga tau kalau Rafi yang membayar pacar nya dia sangat membencinya.

__ADS_1


Dia tau semua nya itu setelah dia bekerja di perusahaan Rafi. Sampai akhirnya Rafi mempunyai pasangan sendiri.


Alisa berfikir setelah bos nya memiliki pacar dia tidak akan di ganggu lagi, namun ternyata Malah bertambah yang menganggu nya.


Rafi pun meninggalkan bandara, sebelum ke kantor dia sarapan Dulu di sebuah Cafe.


Mile baru saja sampai di perusahaan nya. Dia di sambut begitu hangat. Dia masuk ke ruangan nya.


"Huff sudah tiga Minggu saya Tidak Duduk di ruangan ini." ucap Mile. Dia menelpon istri nya.


"Mile... Tumben-tumbenan banget dia menelpon ku." ucap Tiara.


"Halo. Kamu dari mana saja? kenapa kamu lama menjawab telepon saya?" tanya Mile.


"Aku baru saja mau berbaring." ucap Tiara.


"Apa kah Bibik Ja sudah di rumah?" tanya Mile. "Humm sudah kok." ucap Tiara


"Bagus deh kalau, begitu, saya tidak ingin kamu sendirian di rumah agar tidak terlalu kesepian sekali." ucap Mile.


"Aku tetap saja kesepian." ucap Tiara.


"Saya akan menyewa hiburan untuk kamu." ucap Mile.


"Yah gak gitu juga, aku hanya Bosan di rumah." ucap Tiara.


"Saya meminta kamu hari ini untuk istirahat." ucap Mile.


"Baiklah. Apa Kamu sudah sampai di kantor?" tanya Tiara.


"Sudah. Mungkin jadwal saya sangat padat hari ini, saya akan terlambat pulang." ucap Mile.


"Aku tidak heran lagi, kalau kamu bisa kamu akan menghabis kan waktu di kantor kamu." ucap Tiara.


Mile menghela nafas.


Tiba-tiba pak Daniel datang. Mile melihat nya.


"Kalau begitu kamu istirahat saja, saya Akan mengabari kamu nanti, saya mau lanjut kerja." ucap Mile.


"Baiklah kalau begitu. Assalamualaikum." ucap Tiara.


"Walaikumsalam." jawab Mile. Panggilan pun di matikan.


"Kamu berbicara dengan siapa? Kamu harus menjaga perasaan istri kamu, menelpon wanita seperti ini." ucap pak Daniel.


Mile menghela nafas panjang.


"Papah sendiri ngapain ke sini?" tanya Mile.

__ADS_1


"Kamu adalah anak papah, papah hanya ingin melihat kamu." ucap pak Daniel.


__ADS_2