
Keesokan harinya Pak Daniel sudah datang ke rumah Mile.
"Tiara cepat keluar dari kamar mandi!" ucap Mile mengetuk pintu kamar mandi karena Tiara sudah cukup lama di dalam kamar mandi.
"Perut saya sangat sakit!" ucap Mile, namun Tiara sama sekali tidak perduli. Dia tetap santai berendam dengan air hangat.
"Tiara!!" ucap Mile. Tidak beberapa lama pintu kamar ada yang mengetuk.
"Iyah Bik ada apa?" tanya Mile.
"Den Mile Belum mandi? Pak Daniel sudah di bawah." ucap Bibik.
"Iyah Bik, tunggu sebentar yah." ucap Mile langsung menutup pintu kembali. "Ya ampun Tiara! Kamu ngapain aja di kamar mandi!" ucap Mile.
Tidak beberapa lama Tiara keluar dari kamar mandi.
"Kenapa kamu sangat lama Tiara?" tanya Mile. Dia belum sempat menjawab Mile langsung masuk dan mengunci pintu.
Tiara Menghela nafas panjang.
"Huff gak sabaran banget!" ucap Tiara. dia langsung siap-siap untuk Turun ke bawah. Setelah cantik dia pun turun terlebih dahulu ke bawah.
Dia melihat di bawah sudah sangat ramai.
"Kenapa begitu ramai?" batin Tiara, dia pun langsung masuk ke kamar kembali.
"Kenapa kamu masuk lagi?" tanya Mile heran.
"Kenapa begitu ramai di luar? Kamu bilang hanya Papah Saja!" ucap Tiara.
"Saya tidak tau. Buruan ayo keluar." ucap Mile menarik tangan Tiara.
"Di depan keluarga kita harus berpura-pura baik-baik saja, akrab dan saling perduli." ucap Mile. Tiara hanya menurutinya saja.
Mereka turun semua mata tertuju pada mereka. "Wahh kamu sangat cantik Tiara, ayo duduk dekat Bibik." ucap wanita paruh baya. Tiara menyapa mereka dengan sopan dan juga tersenyum manis.
"Kamu sangat senang akhirnya kamu mengandung anak dari Mile." ucap Tante Mile lagi.
Tiara tersenyum saja.
"Oh iya kami membawa sangat banyak hadiah untuk kamu agar sehat selalu,"
"Selamat yah nak." ucap pak Daniel. Tiara tersenyum begitu juga dengan Mile.
Tiara di tawarkan sangat banyak makanan banyak yang kasih cara untuk mengatasi mual-mual. Bahkan mereka terlihat sangat senang mereka sangat mencintai Tiara.
__ADS_1
Namun di hati Tiara dia sangat sedih. Dia merasa telah menghianati mereka semua. Sementara mereka sangat baik pada nya.
Tidak berlangsung lama Perlahan-lahan keluarga Mile pun pulang. Tinggal lah hanya Pak Daniel di sana.
"Mile kamu harus rajin membawa istri kamu untuk olahraga, kamu juga harus merawat nya dengan baik." ucap pak Daniel. Mile hanya menginyakan saja.
"Oh iya Tiara kamu jangan kecapean yah, kamu harus menjaga kandungan kamu dengan baik." ucap Pak Daniel.
Tiara tersenyum sambil mengangguk.
"Besok kamu harus USG, Mile akan Cuti untuk besok khusus memeriksa kesehatan kamu dan juga USG." ucap Pak Daniel.
"Baik Pah." ucap Tiara.
"Mamah sama Roy gak datang yah pah?" tanya Tiara. "Mereka tidak bisa datang, tapi mamah kamu akan datang sendiri ke sini." ucap Pak Daniel. Tiara tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu papah pulang yah." ucap Pak Daniel.
Mile dan Tiara mengantarkan nya keluar.
"Tiara!" panggil Mile. Tiara yang hendak masuk ke dalam rumah berhenti dia menoleh ke arah Mile.
"Ada apa?" tanya Tiara.
"Besok saya tidak bisa nganterin kamu ke USG, kamu pergi lah dengan Bibik Ja." ucap Mile. Tiara mengangguk.
Tiara duduk di ruang tamu sambil menghidupkan TV. "Tiara buat kan saya Kopi." suruh Mile. Tiara tidak menjawab nya.
"Tiara!" ucap Mile. "Apa lagi sih Mile? Aku sedang fokus menonton nih." ucap Tiara.
."Buat kan saya Kopi!" ucap Mile.
Tiara Menghela nafas panjang. Dia beranjak namun mata nya masih fokus pada TV. "Lihat jalan nya non." ucap Bibik karena Tiara hampir menabrak Bibik Ja.
Tidak beberapa lama akhirnya Tiara membawa kopi untuk Mile yang bekerja di ruang tamu. Mile sangat Heran pada Tiara yang benar-benar tidak mau memalingkan pandangannya dari Tv itu.
"Bisa pelankan suara nya gak? Saya tidak bisa fokus bekerja." ucap Mile pada Tiara.
"Lagian kamu sendiri ngapain kerja di sini, pindah aja biar fokus kerja nya." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang. dia mengambil remote dan langsung mematikan TV.
"Kamu apa-apaan sih! Nyebelin deh." ucap Tiara kesal merebut kembali remote itu.
Dia menghidupkan lagi, akhirnya Mile harus terpaksa mengalah sendiri. Mile mau pergi namun tiba-tiba Rafi datang.
"Assalamualaikum." Sapa Rafi.
__ADS_1
"Walaikumsalam." Mile melihat kakak iparnya.
"Silahkan masuk Kak." ucap Mile menyambut Rafi.
"Kebiasaan nya tidak bisa di ubah! Dia masih saja suka Nonton film Korea. sehingga melupakan apa yang terjadi." ucap Rafi.
"Tiara! Tiara!" Mile memanggil Tiara yang sama sekali tidak sadar kedatangan Rafi.
"Apa lagi sih? Berisik banget." ucap Tiara. "Nih lihat siapa yang datang!" ucap Mile.
Tiar melihat kakak nya dia langsung berdiri dan memeluk Rafi. "Kak Rafi, kakak kenapa baru datang? Aku sangat merindukan kakak." ucap Tiara.
"Kakak sangat Sibuk. Kakak ke sini karena merindukan Adek kakak yang paling Rewel ini." ucap Rafi sambil mencubit pipi Tiara.
"Ayo duduk dulu kak, kakak bawa apa?" tanya Tiara.
Rafi mengijinkan untuk di buka.
"Wahh ini sepatu yang aku suka itu kan kak? sangat cantik sekali." ucap Tiara.
"Selamat yah Atas kehamilan kamu, dan juga ini adalah hadiah untuk kamu, karena kemarin kakak tidak tau mau beli apa untuk hadiah pernikahan." ucap Rafi.
"Makasih yah kak." ucap Tiara memeluk kakak nya.
"Ngomong-ngomong kakak ke sini sendirian?" tanya Tiara.
"Iyahh Sendiri, Ibu sama ayah ingin kamu sama Mile main ke sana kalau tidak sibuk." ucap Rafi.
Tiara langsung diam. "Mile bawa lah istri kamu ke rumah ketika sedang tidak sibuk." ucap Rafi.
"Baik kak " ucap Mile dengan sopan.
"Kakak hanya mampir sebentar tidak bisa lama-lama karena kakak ada kegiatan lain. Kakak tunggu di rumah yah. Sehat selalu." ucap Rafi mencium kening Tiara.
"Yahh aku masih merindukan kakak, aku ingin nonton bareng kakak di sini cepat banget pulang nya." ucap Tiara.
"Kakak harus kerja Tiara, lagian kan ada Suami kamu di sini. Kakak pergi dulu." ucap Rafi.
Tiara menoleh ke arah Mile. "Kakak yakin dia mau nemenin aku nonton? Lihat aku nonton saja sudah membuat dia emosi." ucap Tiara.
Rafi tersenyum.
"Kamu tidak baik bersifat seperti itu pada suami kamu sendiri, kamu harus bersifat sopan, menurut dan mengerti pada nya." ucap Tiara.
"Bela dia lagi! Sebenarnya Adek kakak itu siapa sih? Aku atau dia?" tanya Tiara kesal.
__ADS_1
"Jangan seperti itu Tiara. Ibu dan Ayah tidak pernah ngajarin kamu berbicara seperti ini." ucap Rafi. Tiara menghela nafas panjang.