Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 231


__ADS_3

"Ini saja. Mamah tidak menemukan yang lain." ucap Bu Vina.


Mile melihat Jaket Tiara. Dia di bantu memakai nya oleh Bu Vina.


Setelah beberapa lama akhirnya dia tertidur. Bu Vina memijit-mijit kaki Mile. Tiba-tiba pak Daniel masuk.


"Kenapa mah?" tanya Pak Daniel. "Tiba-tiba badan Mile hangat Pah." ucap Bu Vina.


"Sebaiknya papah pulang duluan. Mamah akan menginap di sini." ucap Bu Vina.


Pak Daniel melihat ke arah Mile yang sudah tidur dengan lelap. "Mamah yakin mau di sini?" tanya Pak Daniel. "Iyahh Pah." ucap Bu Vina.


"Baiklah kalau begitu yang mamah mau." ucap Pak Daniel.


"Oh iya Pah, bagaimana informasi tentang Tiara?" tanya Bu Vina.


"Belum ada informasi Sama sekali. Semoga cepat di temukan. Pihak kepolisian juga sedang mencari." ucap Pak Daniel.


"Tolong Siapa pun datang untuk menyelamatkan aku," ucap Tiara. Sekarang keadaan nya kritis, dia tidak makan sama sekali wajah nya sudah sangat pucat.


Dia seperti di rumah sakit namun suster sama sekali tidak memberikan pengobatan apa pun kepada nya.


"Kenapa kamu tidak datang mencari ku Mile. Apa kamu tidak mencintai ku lagi?" ucap Tiara.


"Apa kamu benar-benar sangat membenci ku?" tanya Tiara dalam hati. Dia menangis menahan rasa sedih dan juga Rasa sakit.


"Aku sekarang tidak yakin aku bisa bertahan hidup untuk lebih lama. Aku ingin anak ku selamat." ucap Tiara.


"Tolong!!! Dia berteriak sekuat yang dia bisa, namun suara nya tidak sekuat itu. bahkan keluar saja tidak akan kedengaran.


Tiba-tiba lampu hidup dan ada orang masuk ke dalam.


"Tolong lepaskan saya." ucap Tiara memohon.


"Ternyata kamu masih hidup, kamu cukup kuat juga yah." ucap wanita itu.


"Aku mohon lepas kan aku, jangan membiarkan anak ku mati." ucap Tiara. "Justru itu yang saya mau." ucap wanita itu.


Tiara menangis. "Siapa kamu? Kenapa kamu sangat tega melakukan ini sama aku." ucap Tiara. "Ini semua karena perbuatan Mertua laki-laki kamu!" ucap perempuan itu sambil mencengkram Rahang Tania.

__ADS_1


"Kenapa kamu harus melampiaskan semua nya kepada ku?" ucap Tiara. Wanita itu tertawa. "Bukan hanya kamu saja. Saya juga akan menghancurkan anak saya sendiri!" ucap Perempuan itu.


Tiara kaget dengan perkataan wanita itu.


"Siapa yang kamu maksud?" tanya Tiara.


"Kamu sudah lama bersama Mile. Apa Kamu tidak mengerti apa yang saya katakan?" ucap wanita itu.


"Aku tidak mengerti, aku tidak ingin tau aku mohon lepaskan Aku." ucap Tiara terus memohon agar segera di lepas kan.


"Saya adalah Mertua perempuan kamu." Ucap wanita itu. Tiara kaget. Wajah yang dia lihat sangat berbeda dengan wajah wanita yang di depan nya sekarang.


"Tidak mungkin, ini bukan ibu kandung Mile." ucap Tiara.


"Percaya atau tidak saya tidak perduli." ucap wanita itu dengan kasar melepaskan rahang Tiara.


"Kalau benar kamu adalah Ibu kandung Mile kenapa kamu melakukan ini? Aku adalah menantu mu." ucap Tiara.


"Kamu memang menantu ku, tapi sekarang kamu sangat kotor. Saya tau anak yang ada di kandungan kamu adalah anak nya Kin." ucap perempuan itu.


Tiara benar-benar terkejut sekali dengan perkataan nya.


"Aku mohon jangan lakukan ini. Aku adalah menantu Ibu. Asal ibu tau selama ini Mile mencari Ibu." ucap Tiara.


"Hahahaha! Itu tidak mungkin, dia sudah melupakan saya dan memilih wanita pelakor itu menjadi Ibu nya." ucap wanita itu.


Tiara terus menahan tangan wanita itu sekuat tenaga nya namun tetap Saja dia kalah. Tangan Wanita itu sudah mencekik leher Tiara.


"Sadar Bu, kalau memiliki masalah di masa lalu lebih baik di bicarakan baik-baik." ucap Tiara.


Tiara Tiba-tiba pingsan, di Tidak bisa bernafas karena tangan wanita itu.


"Periksa dia suster, jangan sampai di mati!" ucap Wanita itu.


"Aku akan menyiksa seseorang yang berarti di kehidupan kalian." ucap wanita itu dan keluar.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana sedih nya sekarang kalian." ucap wanita itu dan tertawa sekuat mungkin.


"Dan buat kamu Daniel perlahan aku akan menghancurkan kehidupan kamu. Berani-beraninya kamu menyuruh orang untuk merusak wajah ku pada saat itu." ucap Wanita itu.

__ADS_1


"Karena kamu ketahuan selingkuh dengan wanita itu kamu membunuh anak yang di dalam perut ku dan membuang ku begitu saja." ucap Wanita itu lagi.


Di rumah Kin dia sangat sibuk di kantor nya sehingga tidak tau kalau sudah larut malam.


sudah jam 12 malam dia memutuskan untuk kembali ke rumah nya. Setelah sampai di rumah di kaget melihat Sisi di Ruang tamu.


Rumah sudah sangat sepi karena sudah istirahat semua.


"Giliran saya di rumah kamu mengabaikan bahkan tidak mau berbicara dengan saya, ketika saya pulang terlambat kamu menunggu saya seperti ini." ucap Kin.


Dia tidak membangun kan Sisi melainkan mengangangkat badan Sisi ke kamar nya.


"Tuan sudah pulang? Tuan dari mana saja? Aku sangat mengkhawatirkan Tuan." ucap Sisi.


"Maafin saya. Saya sangat sibuk di kantor." ucap Kin sambil terus berjalan.


"Turun kan Saja Tuan, aku Bisa jalan sendiri." ucap Sisi. Kin tidak mau dia membawa sampai ke kasur.


"Kenapa kamu memakai baju yang terlalu pendek malam ini? cuaca sangat dingin." ucap Kin mencoba memalingkan pandangannya dari paha Sisi.


"Biasanya juga aku memakai pakaian seperti ini Tuan." ucap Sisi. Kin menghela nafas panjang.


"Kamu membuat saya tidak bisa mengontrol diri. Saya di kantor minum beberapa botol." ucap Kin.


Sisi duduk dia memegang tangan Kin.


"Apa Tuan tidak ingin tidur dengan ku di sini? Beberapa hari ini Tuan tidak menyisakan waktu sama sekali untuk ku." ucap Sisi.


"Kamu yakin saya bisa tidur di sini bersama kamu?" tanya Kin. Sisi Menganguk. Kin menatap bibir sisi yang begitu pink sekali.


"Maafkan saya. Saya tidak bisa menahan nya lagi." ucap Kin langsung mencium bibir Sisi. Sisi kaget namun Kin langsung **********.


Sisi hanya bisa terdiam. Sesekali merasakan bibir Kin yang ada rasa-rasa pahit seperti nya sisa bir yang menempel di bagian bibir nya.


Tiba-tiba Kin melepaskan ciumannya karena nafas nya sudah terengah-engah. Kin Menatap Sisi yang sudah memejamkan mata nya namun tiba-tiba di buka oleh nya.


"Seperti nya ini adalah ciuman pertama kamu yah?" tanya Kin. Sisi malu tidak menjawab nya pipi nya sangat merah.


"Aku minta maaf tidak bisa hal seperti ini Tuan. Saya tidak pernah belajar sebelum nya." ucap Sisi.

__ADS_1


"Kalau begitu saya akan mengajari kamu." ucap Kin.


__ADS_2