
"Kak Rafi kecelakaan? bagaimana bisa Bu?" tanya Tiara sangat terkejut. "Ibu juga belum tau kronologi nya seperti apa, polisi sedang menyelidiki nya." ucap Ibu nya.
Mile yang mendengar itu dia mendekati Tiara.
"Boleh saya berbicara dengan Ibu kamu?" tanya Mile. Tiara memberikannya ponsel pada suami nya.
"Halo Bu, bagaimana keadaan Kak Rafi sekarang?" tanya Mile. "Masih di ruangan ICU Nak, ibu juga belum tau bagaimana keadaan nya di dalam sekarang." ucap Bu Rosa.
"Saya akan mengirim Dokter keluarga Minor untuk menangani kak Rafi dan penyelidikan kecelakaan itu saya akan meminta orang-orang saya segera memeriksakan nya." ucap Mile.
"Terimakasih banyak nak. Kalian berdua jangan terlalu khawatir, nikmatilah liburan kalian." ucap ibu mertua nya.
"Baik Bu." ucap Mile. Dia pun langsung mematikan sambungan telepon.
Mile memberikan ponsel pada Tiara.
Tiara seperti mau menelpon seseorang namun tidak bisa.
"Pakai ponsel saya." ucap Mile memberikan ponsel nya pada Tiara karena seperti nya Tiara kesulitan untuk menelpon Alisa. Setelah memakai ponsel Mile dia langsung bisa menghubungi Alisa.
"Ayo dong Alisa Jawab." ucap Tiara.
Alisa di tempat lain sedang bekerja dia tidak membawa ponsel dengan nya karena lagi bersama atasan nya.
"Kirim kan saja pesan, nanti dia pasti membaca nya." ucap Mile, Tiara pun mengikuti saran suami nya. Setelah mengirimkan pesan dia memberikan ponsel Mile kembali.
"Kamu mau kembali ke Indonesia?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Kenapa? Bukan nya kamu khawatir kakak kamu?" tanya Mile.
"Aku memang mengkhawatirkan nya, namun ibu Dan ayah pasti selalu menjaga nya di sana. Sementara aku tidak mungkin menyia-nyiakan waktu untuk jalan-jalan seperti ini." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.
"Terserah kamu saja." ucap Mile duduk di sofa di depan Tiara. Tiara menatap Mile yang memeriksa ponsel nya.
"Pasti dia sedang membalas pesan dari Jenny." Gumam Tiara. Mile langsung menatap Tiara.
"Apa yang kamu lihat?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya. "Aku bosan di penginapan ini, aku pindah saja." ucap Tiara.
__ADS_1
"Ini sudah ketiga kali nya kita pindah belum genap satu Minggu kita di sini. Ini sangat menguras tenaga dan juga menghabiskan banyak uang." ucap Mile.
Tiara memasang wajah cemberut dia melihat ke arah perut nya sambil mengelus.
"Baiklah-baiklah. Kemana kamu mau?" ucap Mile langsung. Tiara seketika langsung tersenyum, jurus andalan nya benar-benar sangat kuat sekali membuat Mile menuruti keinginan nya.
"Aku mau ke sini." ucap Tiara sambil menunjuk kan majalah yang dia dapat entah dari mana. Mile memeriksa lokasi nya ternyata sangat Jauh dari tempat tersebut.
"Ini sangat jauh Tiara." ucap Mile.
"Aku sengaja, karena aku tidak ingin melihat wanita itu selalu bersama kamu." batin Tiara.
"Pokoknya aku mau ke sana, Kalau kamu tidak mau, aku akan pergi dengan Tomi saja." ucap Tiara. Mile tidak bisa menolak dia tidak akan membiarkan Tiara bersama Tomi.
Dan kalau ke sana mereka Akan menukar Tomi dengan orang yang di sana, Mile tidak Akan melihat mereka bersama lagi.
"Baiklah, kita akan berangkat Besok. Hari ini saya dengan keluarga Opah ada acara, kalau kamu tidak ikut tidak masalah, kamu bisa istirahat di sini." ucap Mile.
"Bertemu dengan Jenny lagi?" tanya Tiara. Mike menatap Heran.
"Bisa gak sih kamu gak usah ketemu Jenny? Seperti nya kamu belum move on dari dia yah?" ucap Tiara.
"Aku sama sekali tidak percaya." ucap Tiara.
Mile mendekat Tiara.
"Kalau kamu tidak percaya kamu bisa ikut dengan saya." ucap Mile.
Tiara akhirnya ikut. Dia ikut dengan suami nya tidak ke arah rumah Jenny melainkan ke tempat yang lain.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di gedung yang begitu besar.
"Ayo turun." ajak Mile pada Tiara yang diam saja Duduk di dalam mobil.
"Kamu lihat pria-pria dan wanita di sana? itu semua adalah rekan-rekan Opah dan yang tentu nya rekan saya, apa kamu melihat Jenny di sana?" tanya Mile.
Tiara diam.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak suka saya dekat-dekat dengan Jenny kamu juga tidak boleh dekat-dekat dengan Tomi." ucap Mile.
"Siapa yang dekat pada Tomi, aku hanya meminta nya untuk perduli pada ku karena suami ku sendiri tidak perduli pada ku." ucap Tiara.
"Kamu meminta perhatian dari dia?" tanya Mile. "Humm Lebih jelas nya begitu dan dia juga adalah pria yang baik." ucap Tiara.
Mile menatap Tiara dengan tatapan mata yang sangat kesal.
"Bisa-bisa nya kamu memuji pria lain di depan suami kamu sendiri." ucap Mile.
"Aku tidak mau tau aku tidak mau melihat kamu dekat-dekat jenny lagi, besok kita harus berangkat dari penginapan itu." ucap Tiara.
"Baiklah." ucap Mile dia pun langsung turun dari mobil.
"Kalau kaki kamu Masih sakit tidak perlu turun. Kamu sudah lihat tidak ada Jenny di sana, kamu tidak perlu khawatir lagi." ucap Mile.
Tiara pun duduk di mobil sendiri. Namun tidak beberapa lama dia sangat mengantuk di dalam mobil.
"Huff ini sudah jam Satu siang pantesan saja Mata ku sangat mengantuk." ucap Tiara. "Seperti nya Dia masih lama. Hanya karena sifat Cemburu ku, aku menyiksa diri ku sendiri, Sekarang bagaimana aku bisa tidur?" ucap Tiara. Dia mencoba membaringkan tempat tidur dan tidur namun dia tidak nyaman, yang ada pinggang nya semakin sakit.
"Ya ampun aku sama sekali tidak bisa tidur." ucap nya. Dia tidak nyaman **** mau pulang sendiri namun dia tidak tau jalan, mau menelpon Tomi tapi dia juga sudah di peringatkan untuk tidak dekat-dekat dengan Tomi. Akhirnya dia menunggu Mile sampai selesai.
Karena sudah sangat mengantuk dia akhirnya tidur sambil duduk. Mile baru saja selesai.
"Mile nanti malam bawa kah istri mu Makan malam di rumah sebelum kalian pergi ke teman wisata selanjutnya." ucap Opah.
"Baiklah Opah." ucap Mile.
Mile baru ingat kalau istri nya di dalam mobil dia membeli beberapa roti dan minuman.
"Ini untuk kamu." ucap Mile Membuka pintu. Namun ternyata Tiara sudah tidur. Mile menatap wajah istri nya.
Dia tiba-tiba tersenyum.
"Baru kali ini saya di ikuti bekerja dengan wanita yang sungguh ngeselin seperti kamu." Batin Mile.
Tiba-tiba Tiara terbangun dia membuka mata nya terkejut melihat Mile sudah ada di samping nya.
__ADS_1
"Sudah siap yah? aku sangat ngantuk di sini membuat ku tidak nyaman." ucap Tiara. Mile tersenyum tipis.
"Kamu curiga pada saya dan akhirnya kamu sendiri yang kesusahan." ucap Mile.